Pernyataan Abu Bakar Ba’asyir bahwa orang Islam yang tidak setuju dengan Perda Syariat adalah murtad sangat menyakitkan dan melukai proses demokratisasi yang sedang terbangun di Indonesia. Pernyataan itu dikemukakan Ba’asyir dalam ceramah bertajuk “Indahnya Syariat Islam” pada acara Milad VIII Partai Bulan Bintang (PBB) di Jakarta (3 Juli 2006). Ba’asyir menyatakan dukungan sepenuhnya bagi penerapan Perda Syariat di sejumlah daerah di Indonesia. Ba’asyir menyatakan, “jika yang menolak Perda Syariat itu orang kafir, itu wajar. Namun jika yang menolak itu orang Islam, itu keterlaluan. Kalau orang Islam yang tidak setuju, itu murtad.”
Pernyataan Abu Bakar Ba’asyir, yang memiliki seribuan pengikut terorganisir, ini sangat berbahaya, karena bisa menjadi instrumen bagi pelanggaran hak asasi manusia kepada kalangan yang menolak Perda Syariat. Sebagai pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia dan Ponpes Ngruki, Abu Bakar Ba’asyir adalah ulama yang cukup disegani oleh pengikutnya. Sangat mungkin pernyataan Ba’asyir akan digunakan oleh para pengikutnya, yang terkenal fanatik dan tekstualis dalam beragama, untuk melecehkan dan menyerang orang-orang yang dianggap murtad.
Sudah banyak kasus, bagaimana orang Islam yang dianggap murtad menjadi tidak tenang hidupnya karena dibayang-bayangi kematian. Ada sejumlah kalangan di dalam Islam yang menganggap bahwa orang murtad halal darahnya. Ulil Abshar-Abdalla pernah divonis halal darahnya oleh Forum Ulama Umat Islam (FUUI) Bandung karena dinilai murtad hanya karena menafsirkan doktrin agama secara baru. Akibatnya, Ulil harus selalu waspada setiap saat. Salah seorang yang mengaku patuh terhadap ulama bahkan beberapa kali menguntit Ulil untuk dibunuh. Ulil adalah contoh populer di Indonesia bagaimana vonis murtad itu sungguh berbahaya.
Salman Rusydy adalah contoh lain di mana ia harus selalu was-was di sepanjang hidupnya karena difatwa mati oleh Khomaini hanya karena karya sastranya yang kritis. Pemikir Islam terkemuka, Mahmod Mohammad Toha, terbunuh karena dianggap murtad oleh pemerintah Islam Sudan di bawah pimpinan Hasan Turabi. Mahmod Mohammad Toha dianggap murtad hanya karena ia mencoba melakukan terobosan untuk menjadikan al-Qur’an kompatibel dengan perkembangan zaman. Ahli hukum Islam, Abdullahi Ahmed An-Naim, terusir dari Sudan dengan kasus yang sama. Fazlur Rahman melarikan diri dari Pakistan karena dianggap murtad setelah ia menawarkan cara penafsiran al-Qur’an yang sesuai dengan zaman. Fazlur Rahman berkeyakinan, bahwa al-Qur’an masih relevan dengan perkembangan zaman, hanya jika al-Qur’an ditafsirkan secara substantif. Fazlur Rahman adalah guru para pemikir besar Islam Indonesia, seperti Alm. Nurcholish Madjid, Syafi’I Ma’arif, dan Amien Rais. Pemikir-pemikir Islam besar seperti Nasr Hami Abu Zaid, Najib Mahfudz, Hassan Hanafi, dan Nawal el-Sa’adawi juga mengalami nasib pemurtadan yang serupa.
Selain bisa mengancam nyawa, pernyataan Ba’asyir di atas secara langsung adalah bentuk pemurtadan baru di Indonesia. Jutaan masyarakat Muslim Indonesia tiba-tiba menjadi murtad dalam pernyataan Ba’asyir. Ratusan Ormas dan LSM telah menyatakan penolakan terhadap Perda Syariat dan RUU Syariat. Kendatipun NU dan Muhammadiyah cenderung mendukung Perda dan RUU Syariat, tapi organisasi-organisasi di bawahnya serta banyak tokoh utamanya justru menolak Perda dan RUU itu. Tokoh NU seperti KH Abdurrahman Wahid dan Masdar Farid Mas’udi juga tokoh Muhammadiyah seperti Syafi’I Ma’arif dan M Dawam Rahardjo menyatakan dengan tegas penolakannya terhadap Perda-perda dan RUU Syariat Islam. Ada 52 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga menyatakan penolakan terhadap Perda Syariat. Partai-partai besar seperti PDIP, PDS, sebagian besar PKB, dan sebagian Partai Golkar juga menyatakan ketidaksetujuan dengan Perda Syariat. Tokoh politik terkemuka seperti Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri dan Akbar Tanjung juga menyatakan penolakan terhadap Perda Syariat. Lalu kita bisa menghitung berapa banyak kaum Muslim yang berada di belakang para tokoh, anggota Ormas, anggota dan simpatisan partai, dan pemilih anggota DPR penolak Perda Syariah.
Jika Ba’asyir tetap menyatakan bahwa para penolak Perda Syariat adalah murtad, maka ada sekian juta ummat Islam tiba-tiba menjadi murtad oleh pernyataan itu. Lalu kita bertanya, masihkah relevan jika dikatakan bahwa ummat Islam Indonesia 80% lebih? Bukankah lebih valid jika dikatakan bahwa sebetulnya ummat Islam Indonesia hanya sekitar 30 atau 20% saja? Jika ini dianggap sebagai masalah, maka yang pertama-tama harus disalahkan adalah ulama semacam Abu Bakar Ba’asyir yang telah melakukan pemurtadan terhadap sekian juta masyarakat Muslim Indonesia. Sulit untuk dipahami bagaimana ulama yang disegani seperti Abu Bakar Ba’asyir bisa melakukan pemurtadan.
Alih-alih membawa ummat Islam menjadi ummatan wahidah (ummat yang bersatu) yang ya’lu wa yu’la alaih (berperadaban tinggi dan tidak ada satu peradaban yang mengatasinya), Ba’asyir malah semakin menenggelamkan ummat Islam ke dalam ketertutupan dan kemerosotan tajam. Pemurtadan yang dilakukan oleh Ba’asyir telah membawa ummat Islam menjadi ummat kecil, tertutup, dan sempit. Islam, oleh Ba’asyir, menjadi agama yang dianut oleh hanya segelintir orang. Kasus pemurtadan yang dilakukan oleh Ba’asyir juga menyimpan arogansi yang sangat besar. Ba’asyir menempatkan diri sebagai wakil Tuhan atau juru bicara Tuhan di bumi. Ba’asyir melupakan bahwa beliau bukanlah satu-satunya ulama atau orang yang mengerti Islam. Terlalu banyak pemikir dan ulama yang serius mengkaji agama besar Islam tapi tidak sejalan dengan pemikiran Ba’asyir. Bahkan kita bisa ragu, apakah sosok seperti Ustadz Ba’asyir ini bisa dijadikan representasi ummat dan pemikiran Islam? Seperti Ba’asyirkah contoh khairah ummah (ummat terbaik) yang diinginkan oleh Rasul, sosok yang gampang memurtadkan orang, yang gampang menyebar kebencian, dan menutup diri terhadap perubahan?
Contoh paling ideal dalam Islam tentu saja bukan Ba’asyir, melainkan Nabi Muhammad. Nabi Muhammad adalah sosok yang penuh kasih sayang, penyantun, dan pemersatu. Dan yang paling penting, Nabi Muhammad adalah sosok pembaharu pada masanya. Nabi Muhammad tidak pernah tenang dengan kekolotan berpikir ummatnya, maka ia melakukan inovasi dan pembaharuan besar-besaran, meskipun dengan itu ia harus dicerca. Pembaharuan seperti inilah yang ditentang keras oleh Ba’asyir dan kelompoknya. Di zaman Nabi, penentang pembaharuan Muhammad adalah Abu Jahal dan Abu Lahab. Kita tentu tidak ingin Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menjadi Abu Jahal dan Abu Lahab di zaman modern.
November 20, 2007 at 1:13 pm
Kasihan ajaran Islam dengan pernyataan Ba’asyir itu… Saya tidak tahu, mengapa Baasyir sedemikian mendapatkan tempat di hati umat Islam dan lembaga-lembaga formal Islam seperti Partai Bulan Bintang, dsb. Padahal pemikiran-pemikirannya banyak merugikan umat Islam…
November 23, 2007 at 8:34 am
Saya kira itu adalah bagian dari tantangan besar ummat Islam masa kini, yakni bagaimana menghadapi persoalan internal ummat Islam berupa merebak dan mewabahnya penyakit menular bernama kebodohan.
Munkin….
August 10, 2009 at 3:19 pm
mas saidiman yang tidak saya hormati..
saya rasa tulisan andalah yang memecah umat islam, karena umat islam tidak memojokan umat islam lainnya yang berkahir perpecahan..dengan tulisan anda di dunia maya ini sangat memungkinkan dan berakibat org akan membenci agama islam sendiri..kenapa anda tidak menampilkan tulisan2 yang berbobot, misalnya tentang aqidah, syariah dan lainnya, atau kenapa anda tidak berdiskusi langsung saja dengan abu bakar baasyir, saya rasa beliau tidak akan menolak..saya sangat sedih dengan tulisan anda yang mengakibatkan pro-kontra sehingga umat muslim saling membenci, atau mungkin anda sengaja dibayar untuk memecah belah umat islam, mudah2an anda diberi hidayah oleh Allah SWT, sehingga minimal saya menghormati anda sebagai muslim yang baik..amiin.
October 27, 2009 at 4:05 pm
aq setuju dengan pendapat anda
slah satu contohnya bahwa para orang yang terusir atau terbunuh tersebut telah mentafsirkan sesuai dengan nafsu merek
mari kita tanyakan dalam diri kits???????????????????
kita ingin menegakkan kebenaran ateu hanya semata takut kepada manusia????????????????????????
October 7, 2009 at 1:41 pm
gak usah mikir repot2, kita dilahirkan ke dunia karena kuasa Allah, ibu kita ciptaan Allah, Bapak kita ciptaan Allah, nenek moyang kita ciptaan Allah, bumi kita yang kita pijak dari Amerika, Eropa Asia, Afrika, Australia dan Indonesia adalah ciptaan Allah bumi Allah,, jagad raya dengan segala isinya ciptaan Allah. Kita hidup untuk selamat dunia Akherat, Allah ciptakan Syareat untuk manusia sebagai bekal hidup di dunia dan kelak di akhirat. SIAPA BERANI MENOLAK SYARIAT ALLAH…? BERANI BERARTI DURHAKA KEPADA ALLAH ALIAS MURTAD. LOGIS KAN! PESAN SAYA GAK USAH PUSING2LAH BIKIN UNDANG2 UNTUK NGATUR HIDUP MANUSIA, LHA WONG DIRI KITA AJA KITA NGGAK NGERTI KOK MALAH BIKIN UNDANG-UNDANG. SARAN TERAKHIR SAYA KALO EMANG NOLAK HUKUM ALLAH SILAHKAN AJA BIKIN BUMI SENDIRI, BIKIN MANUSIA SENDIRI BARU BIKIN UNDANG-UNDANG, SETUJU!
December 28, 2007 at 8:41 am
dunia memang terbalik, hukum liberal yang banyak menguntungkan “orang diatas” justru di pertahankan, dasar indonesia…..!!!!
seandainya mereka sadar betapa ruginya negara ini yang di caplok oleh “orang-orang luar” dari segala bidang!!!! pertambangan, pertanian, perekenomian, bahkan gaya hidup pun dikuasai oleh mereka, tak luput pula undang-undang yang berlaku di negara ini.
undang-undang yang berlandaskan hawa nafsu. tidakkah para pemimpin muslim itu tahu atau seluruh manusia itu tahu? bahwa, segala sesuatu yang dibuat oleh manusia pasti ada cacatnya bahkan lebih banyak cacatnya!
tapi mengapa mereka tidak mau mengambil undang-undang dari ALLAH.
dasar orang yang tidak bersyukur.
kalau kalian memang tidak mau taat kepada ALLAH, yah udah! pergi aja ke bumi tuhan kalian, yaitu tuhan yang telah memberikan undang-undang pancasila yang maha goblok dan tolol itu. GARUDA KOK DISEMBAH mang hewan itu yang menciptakannya siapa? dan apakah berhala kalian yang kalian namakan “GARUDA PANCASILA” itu dapat memberikan manfaat pada kalian hai orang-orang goblok dan penyembah hewan! ayo jawab! ato kalian gak bisa menjawab karena, kalian mendapatkan jawaban dari “garuda setan” kalian itu? coba aja tanyakan kepada dia! mungkin ada jawabannya! hehehehe. pak SBY! bapak beragama apa sih? kok agamanya gak jelas! rajin-rajinlah baca qur’an dan hadits pak. jangan cuma tahunya makan uang rakyat terus. coba bapak baca kisah para pemimpin-pemimpin islam terdahulu! insya ALLAH bapak akan mendapatkan pelajaran ! jangan ikut nasehat para “anjing-anjing” penyembah “garuda” pak! tapi kalo bapak memang sama dengan mereka yah apa boleh buat!!!! terpakasa deh negara ini dipimpin oleh “anjing-anjing” penyembah “berhala” yang ada di ruang sidang MPR itu lho! maaf kalo agak kasar tapi inilah kata-kata yang terlembut bagi para pemimpin di Indonesia. (mursyidul haq)
July 22, 2009 at 4:29 am
Hmmm… orang sedeng, bodho dan buta aksara.
August 8, 2009 at 9:20 am
Ciri-ciri pemikir dengkul..logika jidat bolong
August 10, 2009 at 2:48 am
Mas’e , justru kl Negri ini dipenuhi oleh orang2 macem saudaraku ini , maka indonesia akan menjadi Negri berhala,AlQuran itu Sangat Sangat Tinggi,mana mampu orang berpikiran rendah seperti anda mencerna nya .jangan menghakimi kalimah Allah dgn kesimpulan2 yang gak bener sdr mursyidul haq
August 10, 2009 at 7:24 am
Saudaraku se Islam ,perlu diketahui AL IBLIS itu sangatlah Sakti,mana bisa dilawan oleh Ustad yang Ilmunya hanya Hapalan dikepala saja ,Ingat Nabi Allah ADAM AS ,saja sempat tergoda oleh Iblis ,itu sudah menggambarkan betapa Hebat Musuh kita itu,jgn mau diperdaya olehnya,apa yang menjadi pendapat,dari keseluruhan disini, benar semua ,karna semua ada alasan masing masing,tapi terlalu dini kl kalau cpt memponis Kafir atw sesat,. Ingat Iblislah sesungguhnya Musuh yang sebenar benarnya,Syareat akan Tegak berdiri dengan benar ,kalau seseorang benar beragama dan berTuhan.
Tapi perlu diketahui mana Dimensi Tuhan ,mana Dimensi Iblis. Simpel saja Baik & Buruk, Kedamaian & Kekacauan ,ini Surga & Neraka,silahkan ukur diri anda masing2,.janganlah suka mengutak atik Kalimah Allah &RasulNya.itu Maha benar ,Dosa besar jika kita salah mengambil kesimpulan dari Kalimah Allah,Ciri pembuat Neraka : yang di timbulkan Kesusahan, kerusakan ,was was muncul dimana mana, Kesedihan ,nah ini tanda tanda Neraka, kebalikan nya.Kedamain ,Kemakmuran ,Ketenangan, ini adalah ciri2 Surga
Bagi Umat Muslim “Tidak akan engkau dapatkan Syurga di Akhirat, sebelum engkau dapatkan surga di Dunia.” silahkan Hak seseorang untuk memilih.jadi , kalau di Dunia saja sdh susah ,dimana lah Surganya itu.dimana letak benarnya saudara kita yang katanya Jihad dgn mengebom,sesungguhnya yang ditimbulkan nya hanyalah ciri2 dari Neraka saja ,bukan kedamaian yang dibuatnya. maka salah, yang menyerukan tindakan itu benar ,Apalagi kl ada Pemimpin umat menyerukan tindakan itu benar ,dgn rumus matematika saya bilang ,Beliau sudah tersesat hatinya ‘dan telah berapa Manusia disesatkan pahamnya,dan manusia seperti inilah yang paling Durhaka kepada PenciptaNya.
Dan inilah sesunguh sunguhnya Iblis punya kerjaan. Dia yang Sakti tdk akan takut dgn bacaan yang di Hapal dikepala saja, tetapi Tuhan Harus hadir beserta hambanya,Dan jika Tuhan ada ,Maka Iblis akan menjauh.Barang siapa bukan Allah pendampingnya , maka Setanlah Tuhannya
October 17, 2009 at 5:48 am
Nama yang bagus ,Tapi sayang tidak sesuai dengan isi,jadi wajar saja,Dunia Islam suasah buat Berkenbang,Dan selalu kalah dimana mana,Karena para Sufi Bermunajat Untuk benteng Dunia ini,sedang anda yang menggerogotinya, denngan pemahaman ngawurnya
December 28, 2007 at 10:22 am
Terima kasih komentarnya. Komentar Anda ini sangat penting. Itu berarti, masih ada kemungkinan untuk kita berdialog.
Tentu saja, paham liberal atau kebebasan yang Anda kritik itu memiliki banyak cacat. Justru dengan itulah para pembela nilai-nilai kebebasan tidak mau bawa-bawa nama Tuhan. Tuhan adalah kebenaran mutlak yang terlalu suci untuk melegitimasi pendapat manusia yang penuh salah dan dosa ini. Justru karena sadar akan keterbatasannyalah para pembela kebebasan tidak mau sok menjadi wakil Tuhan, menjadi orang-orang yang paling mengerti maksud Tuhan. Takut takabbur.
Rasa rendah diri itu kemudian membuat para pembela ide kebebasan selalu membuka ruang dialog untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Kalau bawa-bawa Tuhan atau Allah, itu artinya tidak ada lagi ruang untuk salah.
Saya suka kata-kata Voltaire, “Saya mungkin tidak setuju dengan pendapat Anda. Tapi saya akan berdiri paling depan untuk membela hak Anda untuk mengemukakan pendapat itu.”
Terima kasih.
August 27, 2009 at 3:51 am
mas,….. kamu itu lulusan apa sih? SD aja gak lulus paling…
pikirannya kok kayak PKI / komunis… jaman 65-an,…. tapi bergaya ketimurtengahan…
jangan ngacau negara dan bangsa indonesia…..
percuma kamu noceh.. tapi makannya KFC minumnya FANTA….
sedeng sia
January 20, 2008 at 12:57 pm
naam…mursyid alhaq..ane stuju dengan anda..!! orang liberal memeng bodho-bodho gak tau hukum islam eh,,sok kritik islam..lha wong belajarnya aja di negara yang paling memusuhi islam (USA)..jadi syariat islam itu harus sesuai dengan hawa nafsunya USA!! masya allah.!!! manusia itu mahluk yang penuh keterbatasan…malah disuruh buat undang2 yg hasilnya undang2 yang ngawur..nglindur dan nglantur…apa mereka juga gak sadar klo syariat islam itu syariat yg sempurna (lihat al maidah, ayat 3)..dan merupakan satu-satunya agama samawi..(lihat ali Imran 19) yang punya blog ini orang islam apa bukan??? kalo orang islam nampaknya anda harus belajar konsep tauhid lagi mulai dari awal!!! kalo bukan ya ane maklum aja soalnya itu kerjaan orang yang yang memusuhi islam (Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu(al baqarah 120)…Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah (al. kahfi 54)
July 31, 2009 at 10:19 am
Orang yang otaknya dikit dan IQ nya 1 tingkat diatas kerbau ya ini yang namanya mursyid sama anshar… Gayanya kaya yg paling bener sedunia dan paling tau malasah Islam n Qur’an. Padahal dari tulisannya sangat nyata bhw berdua itu sgt BODOH dan TOLOL. Sok menghakimi org lain dan komentar banyak. Padahal sekali lagi TOLOL dan BODOH dan yang parahnya ga ada kerja alias nganggur…. bentar lagi jadi pengikutnya nurdin m top… disuruh bunuh diri cuma dikasih janji masuk surga dan dikasih ongkos seadanya. Emang orang2 TOLOL dan BODOH kaya ini yg jado kacungnya si nurdin.. Yaah semoga aja lu pada sadar dari ketololan elu yee.. Dan gw kasih tau, ga usah sok komentar yee kalo masih bau kencur. Ntar bis gila sendiri.. Mendingan jadi tukang parkir aja daah sono…
August 3, 2009 at 6:18 am
teori bagus, relalisasi NOL BESAR dari segi apapun
August 10, 2009 at 3:01 am
kalau yang anda maksud org liberal itu ya wajar ,wong dia tdk paham akan Islam ,Nah anda yang katanya org Islam ko akhlaqnya sperti org tdk Ber Tuhan,bicara pun payah,percaya sdr ku, org yang ada TuhanNya Pasti!!!! akan sangat sangat beradab
Salam
January 21, 2008 at 8:45 am
Tentu saja saya seorang Muslim saudara Anshar. Meski saya seorang Muslim, saya tidak mengaku-ngaku paling Islam dan menganggap orang lain, yang berbeda pendapat dengan saya, sebagai orang kafir. Semoga Allah melindungi saya dari perbuatan tercela seperti itu. Dan semoga Allah melindungi saya dari perbuatan gampang menjatuhkan tuduhan kepada siapapun tanpa argumentasi dan data yang valid. Semoga Allah selalu membukakan hati saya untuk melihat semua persoalan secara objektif dan sesuai dengan fakta-fakta, bukan dengan asumsi kemarahan. Semoga keberadaan saya di sini tidak membutakan mata hati saya untuk melihat kebenaran yang ada di sana. Semoga saya bisa lebih bijaksana menerima kebenaran dari manapun asalnya, baik Barat maupun Timur, baik Islam maupun dari yang lain. Semoga Allah memberi kekuatan agar saya tidak mudah mencaci maki kelompok-kelompok lain.
Terima kasih…………
August 10, 2009 at 3:03 am
maap sdr saidiman .sbg org muslim sy ikutan ,nimbrung
January 25, 2008 at 11:22 am
Assalamualaykum,
Menurut anda bagaimana kalau ada seorang Muslim namun tidak suka dengan aturan Islam? Meski itu tercantum dalam Al Quran!
Wasallamualaykum
August 10, 2009 at 5:44 am
itukan kesimpulan anda, mana ada org Islam yang tidak, mengakuai Aturan Islam
January 26, 2008 at 7:58 am
Agama, bagi saya, bukan Tuhan. Oleh karena itu, ada banyak hal yang bisa didiskusikan dalam hal beragama. Aturan-aturan dalam kehidupan jelas harus didiskusikan karena sejarah terus berkembang setiap hari. Aturan kan mengikuti perkembangan yang ada.
February 3, 2008 at 3:50 pm
Saudara saydiman, anda kok malah mendukung perusak agama macam ulil abshor abdalla..?Padahal sudah jelas pemikirinnya jauh dari ajaran Islam.Coba anda teliti ulang pemikirannya terus tanyakan ke hati anda sendiri, apakah orang macam ulil abshar masih layak anda bela..?Terus apakah anda masih ragu dengan hukum Allah jika dilaksanakan..?Dan lebih memilih demokrasi..?
February 4, 2008 at 4:46 am
Nasah, terima kasih telah mengunjungi blog ini. Saya juga berterima kasih karena Anda sudi memberi peringatan kepada saya. Satu-satunya persoalan pada diri Anda adalah bahwa Anda tidak memberi elaborasi argumentatif terhadap penolakan Anda terhadap pemikiran Ulil. Bagian mana dari pemikiran Ulil yang Anda tolak?, lalu penjelasannya seperti apa? Kalau cara Anda masih seperti ini, tampaknya Ulil memang lebih memukau saya, karena semua pendapatnya dijelaskan secara sistematis dan mengikuti kaidah-kaidah ilmiah. Saya percaya, bahwa Islam juga pasti ilmiah. Dengan itu pula lah saya begitu yakin dengan Islam versi ilmiah, seperti yang sering dipaparkan oleh Ulil dan teman-temannya. Terima kasih sekali lagi.
February 4, 2008 at 6:09 pm
Man, ada teman di malang, anak UIN. ada yang masih semester bawah, ada juga yang udah hampir lulus. Mau yang mana nich?
Cewek apa cowok?
March 9, 2008 at 12:51 pm
Partai Bulan Bintang Konsiten Memperjuangkan Penegakan Syariat Islam dengan kewajiban yang melekat untuk memberikan perlindungan dan menunaikan hak – hak kaum minoritas dan Perjuangan Syariah dilaksanakan dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia yang bernuansa Islam sebagaimana konsekuensi atas agama yang dianut mayoritas penduduknya.
Mengabaikan dan mengingkari hal ini justru merenggut hak ummat Islam untuk memperjuangkan syariat agamanya padahal di Papua dan daerah lain yang mayoritas non muslim mereka berani menuangkan syariat agama mereka kedalam Perda dan sejenisnya lalu mengapa untuk Ummat Islam selalu dibayang-bayangi hantaman isu SARA dan fundamentalisme Islam ?!?!
Klik juga di http://bulanbintang.wordpress.com
March 10, 2008 at 8:44 am
Saya kira penting meluruskan klaim Anda mengenai keinginan umat Islam Indonesia. Saya adalah orang Islam, tetapi tidak menghendaki formalisasi syariat Islam. Pendapat seperti saya ini tidak sedikit di Indonesia, bahkan mayoritas. Orang-orang seperti Anda yang menghendaki formalisasi syariat Islam justru sangat sedikit. Buktinya adalah bahwa partai Anda itu hanya memperoleh suara 1 koma sekian persen, tidak mencapai electoral treshold. Demikian pula partai-partai lain yang sehaluan dengan PBB, paling banter hanya 6 % seperti yang dicapai oleh PKS. PPP? wah jauh. Sementara partai-partai yang sejak awal menolak formalisasi syariat dan lebih mengedepankan Pancasila yang tidak pandang bulu terhadap agama, justru selalu menjadi langganan pemenang Pemilu, yakni Golkar dan PDI-P. Jadi, jangan main klaim lah….
April 7, 2008 at 12:02 pm
Mas Mursyid alhaq,..kalo ngomong mbok ya yang santun…orang islam kok “merkotokan”. Sesama orang islam kan harus kasih sayang…kecuali ma orang yang kafir & memusuhi islam.Gimana islam mau di lihat hebat lha ma sodaranya marah2 gitu.Kecuali kalo memang anda sudah menganggap kita2 ini orang kafir…..
maaf sebelumnya
wassalam
April 7, 2008 at 4:50 pm
Betul masaji
April 15, 2008 at 8:28 am
memang benar yang di maksud mas sumardiono ukapan ust.abu memang merugikan umat muslim yaitu muslim yang suka atw hobby atw fanatik terhadap maksiatnya, coba bila perda sariat di tegakan pastilah cafe2 alkholic drug and free sex gulung tikar yang rugikan orang yg tidak bisa mengumbar syahwat, dan demokrasi adalah alat orang2 ahli maksiat(krn yang bermaksiat kebanyakan orang yg berkuasa), kenapa karena demokrasi menghalalkan semua maksiat dan merugikan sariat, sebetulnya islam datang membawa kemudahan kita ndak perlu susah2 mikir mbuat uud perda atw uu atw yg laen krn buatan manusia tidak ada yg sempurna mendekati aja tidak nyatanya apa yg kita dapat dr uud wong sy aj tetap ndak punya duit miskin semakin miskin kaya semakin menindas moral semakin bobrok free sex drug dll alah banyak pokoke,lha turunlah al qur’an sebagai uud sudah terlihat dari jaman rosul sampai turki ustmani yg dikuasai dengan sariat tentu uud nya al qur’an tentu juga mereka makmur bahkan melimpah nyatanya aku belum pernah membaca dari sejarah mereka mereka di landa kemiskinan atw free sex dimana mana setiap kali kita harus report2 beri anak pengetahuan tentang free sex kita dll,tidak mereka yg berada di bwh sariat tetap setuju dan suka sampai runtuhnya ustmani di karn kan penghianatan, yah org2 pecita maksiat, hebatkan islam tentu di dlm nya terdpt org non mrk juga senang karena hak2 mrk di penuhi
April 15, 2008 at 11:57 am
Mas, boleh nggak nulis dengan memperhatikan tanda baca?! Biar bacanya nggak bikin sakit kepala.
May 1, 2008 at 8:08 am
Mas..you’re very very wise and smart…kalo aja ada muslim 10 % yg berfikir seperti anda, maka negara kita akan menjadi negara muslim yg damai,tidak anarkis dan bar-bar.
May 24, 2008 at 9:46 am
kata2 anda seolah benar, tetapi terdapat blunder logika yang sangat fatal d dalamnya,
ex : “Tentu saja saya seorang Muslim saudara Anshar. Meski saya seorang Muslim, saya tidak mengaku-ngaku paling Islam dan menganggap orang lain, yang berbeda pendapat dengan saya, sebagai orang kafir”.
Apa syarat sebagai muslim??siapa yang dikatakan kafir?? dlll. bukan ustadz2 tersebut yg menkafirkan, mengatakan sesat, dll. Tetapi Allah sendiri yg mengkafirkan. Tau darimana???
baca Al quran.
June 1, 2008 at 1:16 pm
Maksiat dan sejenisnya itu mmg harus dibrantas diseluruh penjuru tanah air semua agama pasti setuju….!!!
Tapi jangan bawa-bawa PERDA Syariah deh….ingat kita bangsa majemuk loh….
Seharusnya Abu Bakar Baasyir lebih banyak belajar sejarah Nusantara sekalipun dia orang ARAB tapi makan,minum dan napasnya juga ngambil dari bumi Nusantara lho…..
June 7, 2008 at 3:41 am
Kalo ada yang ikut satu organisasi dan tidak mau ikuti aturan organisasinya, apa pantes dianggap anggota? Ga mungkin…
Kalo orang Islam ga mau ikut aturan islam yaitu syariat ya bukan orang Islam.
Koreksi lagi bahwa Ust. Abu tidak pernah nunjuk si A, si B, atau si C murtad. Itu tidak bolah, haram hukumnya. Tapi menyatakan bahwa yang menolak syariat kafir ya memang faktanya begitu. Baca aja qur’annya, yang terjemahan supaya ngerti…
June 8, 2008 at 8:38 am
Wahai anda anda yang kaum Liberalis…(JIL)
Tahukah anda Liberalis itu ibaratnya bayi (anak)
ortunya adalah kaum marxis and yahudi
dan kakek/neneknya itu kaum atheis
Percayalah….
semakin anda liberalis dan anda tekuni sampai tingkat profesor (ibaratnya)sampai anda tua nanti niscaya anda akan mati dalam keadaan atheis.
maka segeralah bertobat saudaraku…
ingatlah sayaitan/iblis saja mengakui adanya AllAH (tidak atheis)
salam
jazakumullah
Bravo ustad ABuBakar Ba’asyir
Kangmas
August 3, 2009 at 6:27 am
sok tahu loo, emang loo yg buat undang2, banyak ngomomg otak kayak otak udang
August 10, 2009 at 3:49 am
Kangmas. yg anda sampaikan itu tdk salah ,hanya saja ibaratnya anda ini anak Sd ,tdk akan pernah bisa untuk memahami pelajaran tingkat mahasiswa.Al Islam Maha Tinggi mas, jangan cuma berguru pada yang bisanya menghapal saja,kl cuma menghapal wong non Islam pun bisa dan belajar bahasa arab sikit persis dah wong Islam,. , padahal wong kafir lho,asal mau saja,itu namanya Dogmatis!!!hanya sebatas percaya tapi sebenarnya tidak paham apa2 jadi ngawur dah terjemahannya,.
Mhn maap & Salam
August 13, 2009 at 4:13 am
ck ck ck…
August 18, 2009 at 3:32 pm
SERU YA
June 12, 2008 at 4:32 am
MENURUT SAYA
SYARI’AT ISLAM MEMANG TIDAK BOLEH DI TOLAK OLEH INDIVIDU MUSLIM KENAPA???
KARENA KITA MEYAKINI ISLAM SEBAGAI AGAMA KITA.
ADAPUN DALAM PEMERINTAHAN SEKARANG KAN…DEPENGARUHI OLEH EGO POLITIK BETUL TIDAK??? YA KITA AKUI KITA MEMANG SALAH DALAM MENGAMBIL SYSTEM,
YANG MESTINYA CUKUP DENGAN MUSYAWARAH MUFAKAT MALAH AMBIL DEMOKRASI.
SOLUSI:
1.PEMILU DIBUBARKAN AJA,, BIKIN SENGSARA RAKYAT KECIL KAYAK SAYA INI.
BERAPA TRILIYUN UTK DANA PEMILU?AYO JAWAB…
KAN BISA UTK KESJHTERAAN RKYT KCL
2.GANTI DGN MUSYWARAH KAN LEBIH HEMAT DAN PRAKTIS,, GA RUSUH, GA BOROS, YANG MILIH JUGA ORANG2 LEVEL PROFESOR OR PARA CENDIKIAWAN, TOKOH2 AGAMA KAN HASILNYA JAUH LEHIH BAIK.
3.MASA SUARA ORANG YANG SHALEH SAMA DENGAN PELACUR?G LOGIS…DECH, LHA GIMANA KALAU BANGSA KITA MAYORITAS PEMABUK, PELACUR, PENJUDI…?YA PASTI KALAU PAKE PEMILU PRESIDENNYA DARI PELACUR OR PEMABUK ..
4.YA KITA BERFIKIR BAIK DAN BURUKNYA….
MAKASIH BISA DI TANGGAPI MHON MAAF KALAU ADA SALAH.
August 10, 2009 at 5:55 am
sdr Yuar belajar agamanya yang bener ya,
atau yang ngajar anda kencing berdiri ,sehingga anda kencing kabur
June 16, 2008 at 2:10 pm
rame juga yah…..hehe
tolong jelaskan:
Islam itu apa?
Murtad itu apa?
Liberal itu apa?
Syariah itu apa?
June 17, 2008 at 8:56 am
Bertanya ke siapa? Kalau bertanya ke saya, maka saya akan jawab bahwa Islam itu adalah agama di mana penganutnya selalu memberi kesejukan kepada siapapun dan kepada apapun yang ada disekelilingnya. Definisi ini merujuk kepada kata asalnya, “aslama, yuslimu, islaman.” Kata itu berarti keselamatan.
August 25, 2009 at 12:45 pm
Assalamualaikum,w,w,
Saudara saidiman.
Mungkin anda jauh lebih mengetahui Islam daripada saya karna bukan orang yang alim2 amat (mengetahui). Tapi sederhana saja pertanyaan saya ke anda jika anda mengakui beragama Islam seperti yang anda katakan di atas bahwa agama keselamatan. Otomatis harusnya anda mengakui dan mematuhi aturan2 yang membawa keselamatan. kata lain aturan islam/ syariat islam. Jika anda turut menolak syariat Islam tersebut berarti anda tidak mematuhi aturan2 yang membawa anda keselamatan. Contohnya jika anda ingin selamat di jalan raya ikuti aturan2 di Jalan raya kalau tidak maka anda akan celaka, coba anda pikirin sindiri. Saya tidak membela Abu Bakar Ba’asyir tetapi saya membela pemikiran yang berdasarkan Alquran dan Hadist yang merupakan dari Allah SWT. Dari pada pikiran bebas yang juga berpijak dari pemikiran manusia.
Dan apapun pemikiran2 di BLog ini saya tidak khawatir akan kejayaan Islam ,karna tanpa 1 pun manusia membela Islam ini Islam ini tetap akan jaya, karena Allah sendiri yang memeliharanya.
Dan saya ingin bertanya kepada anda pernahkan anda berpikir bagaiman tempat tempat yang telah merusak akidah dan ahlaq di Indonesia ini, terutama di Jakarta. Pernah kah anda melihat kehancuran moral tersebut. Berapa banyak wanita2 yang tidak punya masa depan, hidung belang yang mengumbar hawa nafsu nya di Diskotik, Karoke lounge. Kalau anda mengaminkan itu terjadi silahkan anda tetap dengan pikiran liberal anda tersebut.
Untuk anda ketahui Indonesia ini diambang kehancuran karena moral dan pendidikan bangsa ini sudah rusak. Apa yang anda lakukan jika nanti ada anak perempuan anda melakukan MBA (married by accident), saya yakin anda akan menikahkan terus memeriahkan pestanya karna anda berpikir yang penting damai.
Jujur saya takut hal itu terjadi ke anak saya.
Wassalam
July 6, 2008 at 1:51 pm
Saya setuju bgt dengan ucapan Ustd Ba’asyir bahwasanya yg ga mau menerima syariat tidak beriman… Demokrasi ternyata tdk membawa perubahan apa2 d Indonesia.
Ada sih perubahan contohnya makin maraknya money politik, penghamburan uang rakyat krn pilkadaL, pilgub, pemilihan wakil daerah yg ga jelas kerjanya,
udah cukup sekian aja…
Demokrasi go to hell
July 15, 2008 at 9:03 am
Assalamu ‘alaikum wr wb.
Saya adalah orang baru di dunia maya, saya tahu blog ini secara kebetulan.
Setelah saya baca dari awal hingga akhir kadang saya sedih, kadang saya bahagia…
Betapa tidak ?
Sedih karena pemilik blog ini banyak argumentasinya yang berpangkal pada tenang dan damai. Bukan kebenaran yang difirmankan oleh Allah Swt.
Sedih karena masih ada orang yang mengaku Islam tetapi perikehidupannya tidak berdasar aturan hidup yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya.
Sedih karena masih ada orang yang membanggakan Indonesia dari pada Islam.
Dan yang lebih menyedihkan lagi ada banyak Kyai yang tidak faham ruh al Qur’an dan menistakan al Qur’an.
Seperti pernyataan beberapa Kyai : Kalau syari’at Islam diterapkan di Indonesia, maka akan mengancam keutuhan NKRI. Padahal Allah Swt menyatakan bahwa syari’at Islam adalah mutlak bagi umat ISLAM. Pernyataan para Kyai di atas telah menuduh Allah Swt sebagai provokator pemecah belah NKRI.
Memangnya syari’at Islam tidak boleh tegak di Indonesia ? Bumi yang kita pijak ini adalah ciptaan Allah dan sangat kebetulan bernama Indonesia inim apakah tidak boleh menggunakan syari’at Islam ? Kalau tidak boleh, berarti Bangsa Indonesia lebih utama dan lebih penting dari Allah Swt. Dan Mayoritas Orang sudah memeluk agama yang namanya Indonesia.
Kalau kita menomersatukan Indonesia dari Allah Swt, untuk apa setiap hari harus sujud kepadaNya ? Sujud kita tidak berbekas! walaupun jidat kita berwarna hitam.
Allah Swt berfirman Afakhukma jahiliyati yabghun (APAKAH HUKUM JAHILIYAH YANG MEREKA KEHENDAKI?)wa man ahsanu minallahi hukman liqoumi yuqienun (DAN HUKUM SIAPAKAh YANG LEBIH BAIK DARI HUKUM ALLAH BAGI ORANG² YANG YAKIN ?!)
Kalau Agama saya bernama Indonesia, maka saya akan berjuang mati-matian untuk menegakkan Indonesia sebagai NKRI, walaupun Islam hancur berkeping – keping.
TAPI Agama saya Islam, bukan Indonesia ! Jadi syari’at Islam yang akan saya bela mati-matian, walupun Indonesia hancur seperti Uni Sovyet.
Dan ingatlah, bahwa kebenaran itu ukurannya bukan mayoritas dan minoritas, justru bertebaran firman Allah yang mengatakan Qolil itu yang mukmin, syukur, yatafakarun dlsb. Justru yang mayoritas kata Allah Katsirun minhum dzalimun, jahilun dlsb.
Bahkan lebih spesifik Allah mengatakan DAN JIKA KAMU MENURUTI KEBANYAKAN ORANG-ORANG DI MUKA BUMI INI, NISCAYA MEREKA AKAN MENYESATKANMU DARI JALAN ALLAH. MEREKA TIDAK LAIN HANYA MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, DAN MEREKA TIDAK LAIN HANYALAH BERDUSTA9TERHADAP ALLAH (QS 6 -116)
Dan ada banyak para Kyai, DA’i, muballigh dan Tokoh² Masyarakat yang mengatakan :”ASAL TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL QUR’AN”
Kenapa harus pakai YANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL QUR’AN, KENAPA TIDAK MEMAKAI AL QUR’AN-NYA SAJA SEBAGAI LANDASAN HIDUP BERMASYARAKAT DAN BERNEGARA.
Dan yang membuat saya bahagia, masih ada orang yang mempunyai GHIRAH (bukan GAiRAH) untuk membela Islam.
Saya sedih kalau Ulil lebih memukau anda, Saya rindu sekali bila anda terpukau oleh firman – firman Allah.
Mohon ma’af,
Sore ini saya tidak bisa panjang lebar. Karena ada urusan yang harus saya selesaikan.
Silahkan, Via Japri zubairirahman70@yahoo.co.id
Pohonkan ma’af bila ada shohabat² saya yang kelewat emosi, itu karena saking membaranya semangat jihad mereka. Mereka tersinggung dengan ulah orang – orang Kafir dan munafiq.
Dan para shohabat saya sangat Benci, betapa Ummat Islam yang Mayoritas di negeri ini harus menggunakan hukum KAFIR. Sedangkan mereka yang KAFIR dan FASIQ tidak mau KEBERATAN menggunakan hukum ISLAM.
Toleransi model apa lagi yang mau dituntut orang KAFIR INDONESIA ?
Wassalam,
Al Faqier
August 10, 2009 at 4:23 am
Salam Al Faqier , maap saya agak geli membaca yang anda tulis,sy tdk membela ini dan itu, yang membuat saya geli adalah kesimpulan 2 yang anda buat.dan sy rasa manuhankan Indonesia /pancasila .ko bisa anda berkesimpulan seperti itu,tapi mkn sebagai umat beragama ,apalagi Muslim.jiwa patriot kepada bangasanya, sy yakin itu merupakan salah satu amalannya kepada Allah,asal tdk bersifat merusak.dan sebalik nya ,bagi siapa saja yang bernaung di negri ini,yang menolak dgn Undang2 yang telah ada ,yang di buat untuk kebaikan bersama .justru itu yang menyimpang.apabila ada yang menurut kita tdk baik ,janganlah di ikuti ,dan jangan malah membuat kerusakan di bumi ini.apalagi membawa bawa Islam, Dholim namanya!!Islam penyejuk bagi seluruh Mahluk ,bkn sebaliknya,.Buktikan kalau islam pembawa berkah bagi semesta Alam,bukan perusak atau pembuat huru hara , Hanya Iblis yang mampu membuat Bumi ini jadi NERAKA ,Neraka itu ,kekacauan, huru hara,dan sejenisnya
salam ,mhn maap
August 27, 2009 at 4:07 pm
BETULLLLLLLLL
August 25, 2009 at 12:29 pm
Assalamualaikum.w.w. Saudara ku Al Faqier dan saudara seiman di Seluruh dunia,
Saya cuma ingin berbagi tulisan disini
saya Insya Allah sampai saat ini dan sampai mati masih beragama yang di ridhoi Allah,SWT yakni Islam. Memang saya akui bukan muslim sejati karena masih banyak perintah Allah yang belum saya kerjakan dan masih banyak larangan Allah yang masih saya kerjakan.
Saya sepakat bahwa orang Kafir adalah orang selain islam, dan orang yang menolak hukum Allah (syariat Islam) adalah Kafir kalau dia bukan beragama islam, dan murtad yang beragama Islam.
Saya tidak hapal Alquran dan Hadist, tapi coba memakai dalil akal saja. Coba kita “samakan” beragama sama dengan berorganisasi. dalam suatu organisasi ada aturan yang mengatur seperti umumnya AD/ART. Bagi anggota organisasi itu tidak mematuhi AD/ART otomatis dia sudah melanggar aturan organisasi tersebut, kalau saya pengurus organisasi tersebut tinggal ngasih pilihan kepada anggota tersebut, mengikut aturan organisasi atau silahkan cari organisasi lainnya.
begitu juga dalam beragama islam, mana yang tidak suka dengan aturan/syariat Islam, silahkan cari agama lainnya yang sesuai menurut hawa nafsu kalian. mudahkan, kok harus saling menghujat. tidak udah saling menghujuat, karna belum tentu yang kalian lebih baik dari yang kalian hujat itu. Gitu aja kok repot.
MAkasih
Wassalam
July 16, 2008 at 1:10 am
ralat (seharusnya ada kata DAN sebelum kata keberatan)
Sedangkan mereka yang KAFIR dan FASIQ tidak mau DAN KEBERATAN menggunakan hukum ISLAM.
Toleransi model apa lagi yang mau dituntut orang KAFIR INDONESIA ?
July 16, 2008 at 8:04 am
Memang sgt susah bila kita hdp didunia demokrasi krn sgt bertentangan dgn hukum Islam yang kita yakini kebenarannya, contohna bnyk sekali seperti UU pornografi sj sampai sekarang blm jelas?? maraknya tontonan2 yg tdk layak dan tidak mendidik di media2 sgt mempengaruhi pola pikir dan perkembangan remaja sekarang.
bnyk sekali pelanggaran2 yg dilakukan oleh org2 yg tidak bertanggung jawab dan tidak bermoral namun selalu menggunakan kedok agama dan demokrasi??
prostitusi,terorisme,korupsisme,marxixsme,sekularisme,fanatism, lebih layak kita sejajarkan dgn DEMOKRASI karena sebenarnya akarnya sama freedom for everything…
July 17, 2008 at 1:13 am
ERATA.
(SEBELUM KATA KEBERATAN, SEHARUSNYA ADA KATA DAN, terima kasih dan mohon ma’af)
Dan para shohabat saya sangat Benci, betapa Ummat Islam yang Mayoritas di negeri ini harus menggunakan hukum KAFIR. Sedangkan mereka yang KAFIR dan FASIQ tidak mau KEBERATAN menggunakan hukum ISLAM.
Toleransi model apa lagi yang mau dituntut orang KAFIR INDONESIA ?
July 17, 2008 at 2:17 am
saidimin mana??
tidak ada tanggapan apa2 tentang artikel kita2 yang diatas jgn2 saidimin hanya provokator??
July 17, 2008 at 4:36 am
demokrasi vs bikini
tidak ada bedanya antara demokrasi dengan bikini sama2 mentelanjangi dan gemar bertelanjang…
July 17, 2008 at 11:00 am
Sebenarnya saya menyimak dengan baik komentar-komentar kawan-kawan. Saya sedih melihat banyak komentar yang gampang sekali mendefinisikan lawan debatnya sebagai anti-Islam atau kafir. Saya juga sedih menyaksikan keberanian kawan-kawan menyempitkan makna Islam. Sehingga seolah-olah yang Islami itu hanya pendapat Anda. Saya sedih karena Anda menganggap Islam tidak mengapresiasi inovasi manusia. Saya sedih karena Anda telah berani mengaku diri paling Islami ketimbang yang lain. Seolah-olah Anda adalah Tuhan itu sendiri. Saya sedih karena Anda anti terhadap kritik. Saya sedih karena Islam Anda anggap anti terhadap kritik. Menurut saya, Islam adalah agama mulia yang akan dengan rendah hati menerima kritik. Kalau Nabi hadir hari ini, maka dia akan rela duduk bersama dengan para pengkritiknya mencari solusi terbaik. Saya yakin bahwa Nabi tidak akan gampang mengkafirkan orang. Bahkan kepada musuhnya sekalipun Nabi rela berbagi. Saya yakin bahwa Anda yang terbiasa memaki sama sekali tidak mengiku ajaran dan perilaku Baginda Nabi. Saya yakin bahwa Anda yang gampang menuduh adalah tidak mengerti akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
July 18, 2008 at 2:39 am
MAKNA ISLAM
Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya. Berbeda dengan agama
lain, nama agama ini bukan berasal dari nama pendirinya atau nama tempat
penyebarannya. Tapi, menunjukkan sikap dan sifat pemeluknya terhadap Allah.
Yang menamakan Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu masyarakat,
tapi Allah Ta’ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya. Jadi, Islam
sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. dengan nama yang
diberikan Allah.
Islam berasal dari kata salima yuslimu istislaam (artinya, tunduk atau
patuh) selain yaslamu salaam (yang berarti selamat, sejahtera atau damai).
Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian: islamul wajh
(ikhlas menyerahkan diri kepada Allah QS. 4:125), istislama (tunduk secara
total kepada Allah QS. 3:83), salaamah atau saliim (suci dan bersih QS.
26:89), salaam (selamat sejahtera QS. 6:54), dan silm (tenang dan damai QS.
47:35).
Secara rinci Islam dapat kita artikan: tunduk dan menerima segala perintah
dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada
para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah. Manusia
yang menerima ajaran Islam disebut muslim. Seorang muslim mengikuti ajaran
Islam secara total dan perbuatannya membawa perdamaian dan keselamatan bagi
manusia. Dia terikat untuk mengimani, menghayati, dan mengamalkan Alquran
dan Sunnah.
Kalimatul Islam (kata Al-Islam) me-ngandung pengertian dan prinsip-prinsip
yang dapat didefinisikan secara terpisah.
Dan, bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.
1. Islam adalah Ketundukan
Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai
hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi
dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha
mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi
dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya sehingga
mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga sehingga banyak
di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah ikhlas berserah
diri kepada Pencipta alam yang kepadaNya alam tunduk patuh berserah diri.
(QS. 4:125) Maka, Islam identik dengan ketundukan kepada sunnatullah yang
terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun Kitabullah yang tertulis
(Alquran).
2. Islam adalah Wahyu Allah
Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada
manusia. Tujuanya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang benar
menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan: politik,
hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia akan
tenteram dan damai, hidup rukun dan bahagia dengan sesamanya dalam naungan
ridha Tuhannya. (QS. Al-Baqarah: 38) Karena kebijaksanaanNya, Allah tidak
menurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama selain Islam
tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di akhirat nanti.
Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya Ad-Dien yang diridhai di sisi Allah
hanyalah Islam.” (QS. 3:19)
Sebab, Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu Allah
secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini adalah
wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan kata lain,
setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada pun
agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan dari
ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.
3. Islam adalah Agama Para Nabi dan Rasul
Perhatikan kesaksian Alquran bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan Yahudi
atau pun Nasrani. (QS. 2:132)
Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka
mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja,
dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi
Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama.
Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus
syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru. (QS.
3: 84)
Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah
penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini
sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang
diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam
yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani
Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para
pendeta dan ajarannya ditinggalkan.
4. Islam adalah Hukum-hukum Allah di dalam Alquran dan Sunnah
Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan
Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran
Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya,
kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi Muhammad
saw. bersifat ma’shum (terpelihara dari kesalahan) dalam mengamalkan Islam.
Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat Nabi
Muhammad saw yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan RasulNya.
Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma’shum bagaimana Nabi, tapi mereka
istimewa karena merupakan pribadi-pribadi didikan langsung Nabi Muhammad
saw. Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, ruhani dan
amal, Alquran dan pedang sebagaimana telah dibuktikan dalam hidup Nabi,
para sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.
5. Islam adalah Jalan Allah Yang Lurus
Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya,
tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan
Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh
Allah. (QS. 6:153; 45:18)
6. Islam Pembawa Keselamatan Dunia dan Akhirat
Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan
hidup manusia di dunia dan di akhirat.
Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan
jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Daarus
Salaam.
Allah menyeru (manusia) ke Daarus Salaam (surga), dan menunjuki orang yang
dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. 10:25)
Dengan enam prinsip di atas kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan
ajaran agama Allah ini. Nabi Muhammad saw. bersabda, “Islam itu tinggi dan
tidak ada kerendahan di dalamnya.” Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan
oleh agama lain. Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari
agama lain atau ajaran hidup yang lain. Allah sendiri memberi jaminan. (QS.5:3.\
gimana kang sadimin anda jangan laa tahzan sudah jelas ttg makna islam? sedangkan syareat islam sifatnya memaksa dalam arti tunduk dengan hukum-hukum yg berlaku dan tidak menyimpang dgn ajaran-ajaran Allah. saya tidak sedih jika banyak org kafir mengaku Islam,saya tidak sedih jika orang kafir mempelajari Islam,tp justru kita semua bergembira bila orang Islam selalu di marginalkan,diteroriskan,didangkalkan dengan pemahaman-pemahan barat,seperti mereka2 yg terikat dengan faham2 barat kitapun org Islam terikat dengan syareat Islam yang harus kita transformasikan ke dalam UU agar memberikan pemahaman kpd org non Islam umumnya dan kpd org Islam khususnya.Wallahu A’lam
July 18, 2008 at 9:49 am
Meski ada banyak perkara yang tidak saya setujui, saya berterima kasih kepada Billah yang mau memaparkan visi Islamnya ini dengan sangat baik dan gamblang. Saya sepenuhnya menyadari bahwa adalah karakter semua agama untuk mengaku sebagai kebenaran sejati atau absolut. Klaim kebenaran absolut itulah yang menjadi ciri khas semua agama. Meski begitu, ada banyak perkara yang bisa ditemukan pemecahannya dalam agama-agama. Perkara-perkara fundamental soal harapan mengenai masa depan adalah domain agama. Hampir semua agama menyediakan harapan tentang masa depan itu, yakni pelbalasan di hari kemudian. Ada banyak kalangan yang sangsi bahwa moralitas manusia akan terbangun tanpa peran agama. Agama adalah sumber moralitas manusia. Saya setuju dengan Billah bahwa agama Islam (yang juga saya masih anut) ini adalah kebenaran dan jalan keselamatan. Tetapi mari kita sedikit berendah hati bahwa di dalam agama-agama lain (yang kemungkinan menyimpang itu) jalan-jalan keselamatan juga bisa ditemukan. Jalan-jalan keselamatan yang saya maksud adalah apresiasi semua agama terhadap kemanusiaan, bahwa manusia harus dimuliakan. Coba perhatikan The Ten Commandements yang merupakan inti ajaran Yahudi. Ada banyak sekali keyakinan Yahudi ini yang juga ada dalam keyakinan umat Islam, seperti pengakuan terhadap satu Tuhan, dilarang berzinah, dilarang mencuri, dilarang membunuh, dan seterusnya. Lalu coba perhatikan ajaran inti Kristus mengenai kasih sayang, “Jika ditampar pipi kirimu, maka berikan pipi kananmu.” Bukankah itu juga adalah ajaran Islami yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad. Ketika ia dihinakan, dilempari kotoran, Nabi bukannya dendam, melainkan memuliakan para penghinanya itu. Nash-nash al-Qur’an seperti La Ikraha fi al-din atau Lakum diinukum wa liyadiin adalah nash-nash yang sangat toleran terhadap agama dan kepercayaan lain. Bagi al-Qur’an dan Rasul, agama lain justru harus terus dihargai.
Kalau kita mau mencoba mempelajari sejarah Islam dengan baik, maka akan ditemukan bahwa sejarah Islam sangat dinamis. Pada masa-masa kepemimpinan Rasulullah, beliau menyatukan segala komponen masyarakat Madinah (bukan hanya Islam, melainkan juga Yahudi dan Nashrani) dan menyebut mereka “Ummah.” Coba perhatikan lagi Piagam Madinah. Di sana yang disebut sebagai Ummah bukan hanya Islam, melainkan juga Yahudi dan Nashrani. Itu artinya Nabi sangat mengapresiasi mereka. Bahkan dalam pelbagai kisah Nabi menganggap mereka juga adalah penghuni surga, jika mereka taat kepada agama yang mereka yakini.
Saya menghargai penafsiran Anda mengenai “Inna al-diin inda Allahi al-Islam.” Saya hanya kurang sepakat bahwa itu ditafsirkan sebagai eksklusifikasi agama Islam secara formal. Mari kita lihat pengertian yang sebenarnya. Al-diin memang bisa berarti agama, tetapi arti dasarnya adalah perjanjian atau ikatan, memiliki akar kata yang sama dengan “dayn.” Sementara Islam adalah selamat, sebagaimana yang Anda akui sendiri. Oleh karena itu, pengertian ayat tadi, menurut saya, yang paling tepat adalah bahwa siapa yang patuh (berserah diri) kepada Allah akan memperoleh keselamatan. Jadi ini bukan pengakuan eksklusifitas agama formal Islam. Sebab semua kaum, menurut Nabi, memiliki utusannya sendiri dan membawa risalah keselamatan (Islam). Islam (sebagai agama formal) sendiri datang sebagai penyempurna agama-agama sebelumnya. Itu artinya Islam tidak mengubah atau menasakh yang sebelumnya ada, melainkan melengkapinya, sebab zaman terus berubah. Ada hal-hal yang tidak tercover dalam ajaran terdahulu. Itulah yang dilengkapi oleh Islam. Sementara sebagian besarnya adalah pengakuan atau penegasan terhadap ajaran sebelumnya.
Terima kasih, semoga diskusi ini bermanfaat.
Wallahu a’lam bishshawwab
July 19, 2008 at 3:09 pm
Saya seringkali terpikir, mengapa cara-cara berpikir seperti abu bakar ba’asyir terlahir kedunia? Apa rahasia dibalik semua itu?
Selain dalam rangka memperkuat iman saya, cara pandang abu bakar ba’asyir juga tentu memberi hikmah lain. Bagaimana menurut anda?
July 21, 2008 at 6:53 am
kang Saidiman yg lg sedih apakah anda masih kurang sepakat?
Dalam banyak ayat Al Qur’an, juga dalam hadist-hadist Nabi Muhammad SAW juga dalam ijma-ijma para ulama juga perkataan individu masing-masing dari mereka kita bisa mendapatkan definisi dari Al Islam atau Hakikat Dien Al Islam.
Dari uraian di atas terdapat dua bahasan pokok yaitu arti dari definisi Ad Dien dan arti dari definisi Al Islam
Definisi Ad Dien
Dalam Al Qur’an kata Ad-Din diulang sebanyak 92 kali. Pada surat-surat Makiyah 47 kali dan pada surat-surat Madaniyah 45 kali, melihat pengungkapan kata Ad-Din pada surat Makiyah dan Madaniyah, maka dapat dikatakan bahwa porsi kata Ad-Din pada keduanya berimbang. Kondisi ini mengindisikasikan bahwa di Makkah dakwah Islam untuk memperkenalkan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad, sedangkan pada zaman Madaniyah lebih pada penataan atau pendalaman dari Ad-Din.
Apa itu Ad-Dien ?
Dien berasal dari kata dana yadinu dinan yang artinya tatanan, tatacara hidup atau system hidup (ideologi). Di dunia ini banyak sekali terdapat tatanan hidup atau ideologi, ada ideologi kapitalis, ideologi sosialis, ideology komunis, ideologi demokrasi, ideologi Islam dan ideologi lainnya.
Semua ideologi bertujuan baik yaitu dalam rangka menata kehidupan masyarakat yang berkeadilan dan berkemakmuran, suatu ideologi akan terasa manfaatnya apabila dilaksanakan secara syumul (menyeluruh), dalam ideology demokrasi kita mengenal kata murni dan konsekuen sedang dalam ideology islam kita mengenal kata kaffah sebagaimana firman Alloh dalam Qs Al Baqoroh : 208 :
“ Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”
Masing-masing ideology mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, dalam syair lagu padamu negeri kita melihat salah satu prinsip dari ideologi demokrasi : “Padamu negeri kami berbakti Padamu negeri kami mengabdi… Bagimu negeri jiwa raga kami”, sedangkan dalam Islam kita mengenal “Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Alloh, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Alloh)”. (Qs Al An’am 162-163)
Dalam dienul Islam hak membuat hukum hanyalah milik Alloh (innil hukmu illa lillah Qs Yusuf : 40), sedangkan dalam dien yang lain hak membuat hukum ada di tangan masyarakat atau lembaga yang dipilihnya (innil hukmu illa lisya’bi awil aglawiyah) dan ada pula ditangan penguasa.
QS Yusuf : 40
“Kamu tidak menyembah yang selain Alloh kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Alloh tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. Hak membuat hukum hanyalah milik Alloh. Dia memerintahkan agar kamu tidak beribadah kpd selain Dia (Alloh memerintahkan supaya tidak menyandarkan hukum kepada selain Alloh). Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Jadi Dien al-Islám berarti tatacara hidup (ideologi) Islam. Tidak tepat apabila dien diterjemahkan sebagai agama, sebab istilah agama mengalami penyempitan makna kesan yang ada agama hanyalah sekedar penyembahan ritualitas seperti yang dihembuskan oleh kalangan pluralis dan sekularis. Dari sekian banyak tatanan/ideology yang ada, yang diterima dan dianggap benar oleh Alloh (bukan oleh manusia) hanyalah ideology Islam bukan ideology lain walaupun tujuannya baik
Qs Ali Imran : 19
“ Sesungguhnya Dien (yang diridhai) disisi Alloh hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh Maka Sesungguhnya Alloh sangat cepat hisab-Nya”. “Maka apakah mereka mencari dien yang lain selain Dienulloh, Padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allohlah mereka dikembalikan.”
Qs Ali Imran : 85
“Barangsiapa mencari dien lain selain Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi.
Definisi Al Islam
Imam ibnul qoyim al jauziyah dalam kitab Thariqul Hijratain Wa Babus Sa’adatain: 452 mengatakan :
“ Al Islamu hua tauhidulloh (Islam adalah mentauhidkan Alloh), wa ibadatuhu wahdahu laa syarikalah (beribadah kepada Alloh dengan mentauhidkannya dan tidak berbuat syirik), wal imanu billah wabirosulihi (dan beriman kepada Alloh dan rosulNya), wattibauhu fimajaa bihi (dan mengikuti beliau dalam apa yang dibawanya) famallam ya’tibihil abdu falaisa bimuslim (jika seorang hamba tidak mendatangkan hal ini maka dia bukan muslim) “
Tauhid adalah mengiklaskan seluruh ibadah hanya kepada Alloh, karena yang namanya ibadah merupakan hak khusus Alloh dan hanya boleh dipersembahkan kepada Alloh, jika ibadah dipalingan kepada selain Alloh maka jatuh kedalah kemusrikan, jika jatuh kedalam kemusyrikan maka hilanglah tauhidulloh dari diri orang tersebut, dan tidak adanya tauhidulloh menyebabkan seseorang keluar dari Islam.
Ketika dikatakan ibadah kita ingat sholat, zakat, sembelihan, haji, doa, istighosah dan ibadah ritual lainnya, tapi ketahuilan ibadah bukan hanya itu saja, tetapi taat dalam Tasyri (hukum/syariat/aturan hidup) itu merupakan ibadah, sehingga sandaran hukum bagi seorang muslim haruslah dari Alloh (hukum Islam) dan apabila menyandarkan hukum kepada selain hukum Alloh maka jatuh kedalam perbuatan syirik.
Qs Yusuf : 40
“Kamu tidak menyembah yang selain Alloh kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Alloh tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. Hak membuat hukum hanyalah milik Alloh. Dia memerintahkan agar kamu tidak beribadah kpd selain Dia (Alloh memerintahkan supaya tidak menyandarkan hukum kepada selain Alloh). Itulah Dien yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
Alloh Subhanahu Wa Ta’ala dalam ayat ini menjelaskan bahwa hukum itu termasuk hak khusus Alloh (tauhid uluhiyyah) dan bahwa hukum itu adalah dien. Maka siapa yang mengikuti hukum selain Alloh maka dia itu telah mengikuti dien selain Islam, sedangkan siapa yang mencari selain Islam sebagai dien, maka tidak akan diterima hal itu darinya dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang rugi. Dan siapa yang ridha dengan selain hukum Alloh berarti dia telah rela kekafiran sebagai diennya. Siapa yang memalingkan hukum (hak membuat hukum) kepada selain Alloh maka dia musyrik.
At Taubah: 31
“Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Alloh. Juga Al Masih putera Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. Maha Suci Alloh dari apa yang mereka persekutukan”
Didalam atsar yang hasan dari Ady Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wassalam membacakan ayat itu dihadapan Ady Ibnu Hatim, maka dia berkata: “Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata, “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Alloh haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Alloh halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya?” lalu Addiy Ibnu Hatim berkata, “Ya, betul” lalu Rasulullah berkata : “fatilka ibadatuhum (Itulah bentuk ibadah orang-orang Nashrani kepada mereka) ” (HR. At Tirmidzi)
Syekh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullah dalam kitab Ad Durar As Saniyyah: 1/160] berkata : “Ingkanat a’maluka kulluha lillah faanta muwahid, waingkana fiiha syirkun lil mahluk faanta musyrik “ (Jika amalan seluruhnya lillah maka engka muwahid, jika salah satu ibadah dipalingkan kepada selain Alloh maka engkau seorang musyrik)
Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah dalam kitab Ibthal At Tandid: 76 berkata :
“ Para ulama telah ijma bahwa orang yang memalingkan satu macam dari dua macam doa kepada selain Alloh, Faqod asyroka (maka dia itu musyrik) walao qola Laailahaillalloh, wa sholla, wa shauma, wa ja’ama annahu muslim (walaupun dia mengaku islam) “Dua macam doa : 1. Doaul ibadah seperti sholat, zakat, shoum, haji. 2. Doaul masalah seperti permintaan, istigosah, istianah
Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman rahimahullah dalam kitab Minhaj At Ta’sis: 12 berkata : “Al Islam wa syirk nakidon (Islam dan Syirik merupakan 2 hal yang kontradiktif/berbeda ibarat lelaki dan perempuan), laayajtamian wala yartafian (tidakmungkin kumpul pada diri seseorang dalam satu waktu dan tidak mungkin dua2xnya diangkat) “ Karena syirik akbar dan tauhid tidak mungkin kumpul pada diri seseorang secara bersamaan, kalau dia melakukan syirik akbar berarti dia musyrik (bukan muslim fihi syirik) dan jika bertauhid ada berarti dia muwahid Kemusyrikan umumnya niatnya baik, dalam syirik tidak ada alasan apapun, mau niatnya baik atau buruk, preman atau alim
Qs Azzumar :3
“ Ingatlah, hanya kepunyaan Alloh-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Alloh (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Alloh dengan sedekat- dekatnya”. Sesungguhnya Alloh akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Alloh tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar. “ Orang2x yang menjadikan aulia selain Alloh mengatakan kami tidak menyembah mereka kecuali supaya mereka mendekatkan kepada Alloh. Tujuan mereka menyembah latta uzza dan lain-lain dalam rangka taqorrub kepada Alloh, kami orang kotor, para aulia ini orang suci, dan Alloh maha suci maka orang kotor tdak layak memohon langsung kepada yang maha suci makanya kami minta kepada perantaraan mereka, apakah niat baik dapat menyelamatkan diri dari syirik ?
Kata Alloh : Innalloha laayahdi man hua kaadzibun kaffar (Sesungguhnya Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang kadzib dusta lagi sangat kafir)
Imam Ibnu Suud dalam rahimahullah dalam kitab Ad Durar As Saniyyah berkata :“Faman sorrofa mindzalika syaian (barangsiapa memalingkan suatu ibadah) lighoirillah (kepada selain Alloh) fahua musyrikin (dia itu orang musyrik) syawaun kana ‘abidan au fasikon (pelakunya itu mau ahli ibadah atau orang fasik) wasawaun kaana maksuduhu solihan au fasidan (tujuannya itu baik atau tujuannya itu buruk “
Syaikh Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah pengarang kitab Fathul Majid berkata : “Ajmaal ulama salafan wa kholafan minassohabati wattabiin wal aimmah wa jami (ahlu sunnah), seluruh ahlu sunnah ijma : “Annal mar’a laa yakunu musliman illa bitajarrudi bi syirki (orang tidak dikatakan muslim kecuali mengosongkan diri dari syirik) wal baroati minhu (dan berlepas diri dari mereka) membencinya, memusuhinya sesuai kemampuan dan kekuatan, serta memurnikan amalan-amalan seluruhnya kepada Alloh.” [Ad Durar As Saniyyah 11/545]
Syaikh Abdullathif Ibnu Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Siapa yang beribadah kepada selain Alloh, menjadikan tandingan bagi Rabbnya dan dia menyamakan antara-Nya dan yang lainnya dalam hak khusus-Nya, maka pantas dikatakan atasnya bahwa dia itu musyrik yang sesat bukan muslim, meskipun dia itu memakmurkan masjid dan mengumandangkan seruan adzan, karena dia itu tidak komitmen dengannya. Sedangkan sumbangan harta dan berlomba-lomba atas amalan yang nampak bila disertai dengan meninggalkan hakikatnya (yaitu tauhid, pent) tidaklah menunjukan akan Islam.” [Mishbah Adh Dhalam: 17]
Al Imam Abu Muhammad Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Dan seluruh tokoh-tokoh Islam menggatakan: “Setiap orang yang menyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang tidak mengandung keraguan di dalamnya dan dia menyatakan dengan lisannya Laa ilaaha illalloh wa anna Muhammadan Rasulullah dan bahwa semua yang beliau bawa itu benar serta dia berlepas diri dari setiap dien selain dien Muhammad shalallohu ‘alaihi wasallam maka sesungguhnya dia itu muslim mukmin, tidak ada atas dia selain hal itu.” [Al Fashl 4/35]
Ikhwab Fiddien, Fillah, Fisabilillah oleh karena itu berhati-hatilah dalam hal ibadah jangan sampai jatuh kedalam syirik karena syirik merupakan kedholiman yang sangat besar.
Beberapa kerugian yang sangat besar bagi pelaku Syirik :
1 Menghancurkan seluruh amal, Sekhusuk apapun sholat kita, sesering apapun haji kita, sebanyak apapun infaq kita apabila berbuat syirik maka sia-sialah amal tersebut.
“Sesungguhnya jika engkau berbuat syirik, niscaya hapuslah seluruh amalmu, dan benar-benar engkau termasuk orang-orang yang rugi. ” (az-zumar: 65).
2 Pelakunya diharamkan masuk Surga, “Sesungguhnya barangsiapa menyekutukan Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan surga baginya dan tempatnya adalah Neraka, dan tidak ada bagi orang-orang dhalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maidah:72)
3 Kekal di dalam neraka. “ Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk “.
Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata:
“Takutlah kepada Alloh, takutlah kepada Alloh, wahai saudara-saudaraku pegang teguhlah pokok dien kalian, yang pertama dan paling akhir, pangkalnya dan kepalanya, yaitu kesaksian atas Laa ilaaha illalloh, kenalilah maknanya, cintailah orang-orang yang merealisasikannya dan jadikanlah mereka itu sebagai saudara-saudara kalian meskipun mereka itu jauh. Kafirlah kalian kepada para Thaghut, musuhilah mereka, bencilah orang yang mencintai mereka atau yang membela-bela mereka atau tidak mau mengkafirkan mereka atau orang yang berkata: “Tak ada urusan saya dengan mereka.” Sungguh telah dusta orang ini atas nama Alloh dan mengada-adakan, justeru Alloh telah membebani dia untuk (mengomentari) mereka dan memfardhukan atasnya untuk kufur terhadap mereka dan berlepas diri dari mereka meskipun mereka itu saudara-saudaranya atau anak-anaknya.”
silakan telaah sendiri kang..wallahu a’lam.
July 21, 2008 at 9:14 am
Sebagaimana diketahui, era Perang Dingin yang berlangsung sejak 1946, telah berakhir pada 1989, menyusul runtuhnya Uni Sovyet tahun 1990 dan berakhirnya bipolaritas Kapitalisme–Sosialisme, yang diikuti dengan lepasnya wilayah-wilayah negara bekas Uni Sovyet seperti Azerbaijan, Kirgistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Francis Fukuyama, pemikir Amerika keturunan Jepang, menanggapi peristiwa ini dengan menyebutnya sebagai Babak Akhir Sejarah (The End of History). Menurutnya, benturan antara Kapitalisme dan Sosialisme berakhir, dan dunia akan terpola pada semata-mata sistem demokrasi liberal dengan Amerika Serikat sebagai kaptennya. Era ini diproklamirkan oleh George Bush sebagai The New World Order (Tata Dunia Baru) dengan Amerika sebagai single player dan negara lain sebagai buffer-nya.
Namun, seiring dengan terpolarisasinya berbagai negara ke dalam jaringan sistem Kapitalisme global, muncul sebuah analisis futuristik dari Samuel P.Huntington tentang masa depan pola hubungan internasional yang menunjukkan kecenderungan antagonistik dan diwarnai konflik. Secara lebih tegas dia mengatakan, konflik itu semakin meningkat antara Islam dan masyarakat-masyarakat Asia di satu pihak dan Barat di pihak lain. Lebih jauh lagi, Huntington memprediksikan, tantangan paling serius bagi hegemoni Amerika pada masa mendatang adalah revivalisme Islam dan peradaban Cina (baca: Konfusianis).
Kini perseteruan antara Islam dan Barat semakin meruncing setelah terjadi Tragedi WTC 11 September 2001. Kasus ini telah berhasil dieksploitasi sedemikian rupa oleh AS dan sebagai jalan bagi pemberlakuan UU antiteroris di seluruh dunia. Terorisme yang dimaksudkan oleh Amerika adalah Islam dan tidak ada pengertian lain. Noam Chomsky menyebut permainan stigma Barat sebagai “newspeak” untuk membatasi pandangan dan realita sehingga ketika kata-kata teroris, fundamentalis, ekstremis, dan kelompok radikal diucapkan maka konotasinya tidak jauh dari negara-negara Timur Tengah yang notabene adalah negeri-negeri Islam.
Bahkan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut ideologi Islam sebagai ‘ideologi setan’. Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslimin harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khalifah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.
Hakikat Benturan Peradaban
Peradaban (hadhârah) secara bahasa adalah al-hadhar (tempat tinggal di suatu wilayah yang beradab seperti kota), sebagai lawan/kebalikan dari kata al-badwu (derah pinggiran kota dan pedesaan/pedalaman.
Di kalangan Barat, peradaban diistilahkan dengan civilization; di ambil dari kata civilis, yang berarti memiliki kewarganegaraan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam bahasa Prancis dan Inggris pada akhir Abad XVIII untuk menggambarkan proses progresif perkembangan manusia; sebuah gerakan yang menuntut perbaikan, keteraturan serta penghapusan barbarisme dan kekejaman. Di balik pemunculan pemahaman ini terletak spirit pencerahan Eropa—yang kemudian dikenal dengan renaissance—dan rasa percaya diri terhadap karakter progresif era modern.
Istilah ini kemudian dipindahkan ke dalam bahasa Arab dengan menggunakan dua ungkapan, yaitu hadhârah dan madaniyah. Namun demikian, penggunaan kedua istilah ini masih menimbulkan persoalan baru di kalangan penggunanya. Oleh karena itu, An-Nabhani kemudian menspesifikasikan penggunaan kedua istilah tersebut ke dalam bukunya Nizhâm al-Islâm. Menurut An-Nabhani, hadhârah adalah sekumpulan persepsi—yang dimanifestsikan dalam perilaku—tentang kehidupan. Adapun madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.
Muhammad Husein Abdullah kemudian membagi madaniyah ke dalam dua kategori, yaitu:
(1)Yang berhubungan dengan hadhârah, yaitu yang lahir dari suatu sudut pandang tertentu. Misal, rumah tidak terlepas dari hadhârah,karena seorang Muslim akan membangun rumah dengan model yang dapat menjaga aurat penghuninya, sementara orang sosialis atau kapitalis tidak akan memperhatikan hal-hal itu.
(2)Yang tidak berhubungan dengan hadhârah, yaitu hasil dari ilmu pengetahuan dan industri seperti alat-alat laboratorim dan furniture. Semua ini ‘netral’ dan bersifat universal.
Walhasil, peradaban (hadhârah) berkaitan dengan pandangan hidup (world view) atau yang oleh an-Nabhani diistilahkan dengan mabda’ideologi), yang didefinisikan sebagai: akidah yang lahir dari proses berpikir yang di atasnya dibangun sistem. Ditinjau dari definisi ini, mabda’ menunjukkan kelengkapan konsep yang mencakup akidah dan sistem.
Dengan demikian, benturan peradaban hakikatnya adalah benturan yang terjadi antara sejumlah pemikiran dan atau ideologi yang berbeda atau bertolak belakang.
Dalam konteks peradaban, Islam jelas berbeda dengan peradaban lain, baik Kapitalisme maupun Sosialisme. Fakta menunjukkan bahwa masing-masing ideologi memandang yang lain sebagai musuhnya. Inilah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, kecuali oleh para pendusta dan pembohong.
Beberapa Faktor Pemicu Benturan Peradaban Islam dan Barat
Banyak analisis yang menjelaskan sebab dan faktor yang memicu terjadinya benturan peradaban antara Islam dan Barat ini. Secara ringkas, dapat kita bagi menjadi 3 faktor utama sebagai berikut:
1. Faktor agama.
Sejarah telah mencatat Baratlah yang memulai perang terhadap umat Islam yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Salib atau Crusade. Perang Salib terjadi selama 1 abad (1096–1192 M), yang berlangsung selama tiga tahap: antara tahun 1096–1099 M; antara tahun 1147–1149 M; dan antara tahun 1189-1192 M.8 Pembantaian kaum Muslim oleh tentara salib di Spanyol (Andalusia) abad XV M, termasuk serangan secara pemikiran dan kebudayaan (tsaqâfah) seperti yang dilakukan oleh kaum zindiq serta para misionaris dan orientalis, adalah juga berlatar belakang agama.
Hingga kini, ‘semangat’ Perang Salib ini masih melekat dalam benak orang-orang Barat, yang kemudian menjelma menjadi ‘prasangka buruk’ (stigma) terhadap ajaran Islam dan umat Islam. Edward Said, dalam bukunya yang berjudul, Covering Islam, menulis bahwa kecenderungan memberikan label yang bersifat generalisasi mengenai Islam dan orang Islam, tanpa melihat kenyataan sebenarnya, menjadi salah satu kecenderungan kuat dalam media Barat. Dari waktu ke waktu, prasangka semacam itu selalu muncul dan muncul kembali ke permukaan.
Kata “christendom” dan “holy war” mulai banyak digunakan dalam berbagai tulisan di media massa Barat, seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa sedang terjadi suatu “perang suci” antara Barat dan dunia lain di luarnya, terutama Dunia Islam.
2. Faktor ekonomi.
Lenyapnya institusi Khilafah telah melebarkan jalan bagi negara imperialis Barat untuk menghisap berbagai kekayaan alam milik umat Islam. Sejak masa penjajahan militer era kolonial hingga saat ini, Barat telah melakukan eksploitasi ‘besar-besaran’ atas sumberdaya alam yang dimiliki umat Islam.
Sebaliknya, jika Khilafah Islam kembali berdiri dan berhasil menyatukan negeri-negeri Islam sekarang, berarti Khilafah Islam akan memegang kendali atas 60% deposit minyak seluruh dunia, boron (49%), fosfat (50%), strontium (27%), timah (22%), dan uranium yang tersebar di Dunia Islam (Zahid Ivan-Salam, dalam Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State).
Secara geopolitik, negeri-negeri Islam berada di kawasan jalur laut dunia yang strategis seperti Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Malaka di Asia Tenggara. Dengan menempati posisi strategis ini, kebutuhan dunia terutama Barat sangat besar akan wilayah kaum Muslim. Ditambah lagi dengan potensi penduduknya yang sangat besar, yakni lebih dari 1.5 miliar dari populasi penduduk dunia. Melihat potensi tersebut, wajar jika kehadiran Khilafah Islam sebagai pengemban ideologi Islam ini dianggap sebagai ‘tantangan’, atau lebih tepatnya lagi, menjadi ancaman bagi peradaban Barat saat ini.
Walhasil, benturan antara kepentingan umat Islam yang ingin mempertahankan hak miliknya dan kepentingan negara Barat kapatalis tidak terhindarkan lagi.
3. Faktor ideologi.
Desember 2004 lalu, National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul, “Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario dunia tahun 2020, salah satu di antaranya adalah akan berdirinya “A New Chaliphate”, yaitu berdirinya kembali Khilafah Islam—sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan terhadap norma-norma dan nilai-nilai global Barat. Terlepas dari apa maksud dipublikasikannya analisis ini, paling tidak, kembalinya negara Khilafah Islam menurut kalangan analisis dan intelijen Barat termasuk hal yang harus diperhitungkan. Pertanyaannya, mengapa harus Khilafah? Jawabannya, karena potensi utama dari negara Khilafah adalah ideologi yang diembannya. Khilafah Islam adalah negara global yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan asas ideologi Islam. Ideologi Islam ini pula yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Asia, sampai Eropa. Islam mampu melebur berbagai bangsa, warna kulit, suku, ras, dan latar belakang agama yang berbeda. Kelak, Khilafahlah yang ‘bertanggung jawab’ untuk mengemban dan menyebarkan ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Tentu saja Barat, dengan ideologi Kapitalismenya yang masih dominan saat ini, tidak akan berdiam diri. Berbagai upaya akan dilakukan Barat untuk menggagalkan skenario ketiga ini (kembalinya Khilafah). Secara pemikiran Barat akan membangun opini negatif tentang Khilafah Islam. Diopinikan bahwa kembali pada Khilafah adalah sebuah kemunduran, kembali ke zaman batu yang tidak berperadaban dan berprikemanusiaan. Sebaliknya, upaya penyebaran ide-ide Barat akan lebih digencarkan, seperti demokratisasi yang dilakukan di Timur Tengah saat ini.
Hubungan Peradaban dengan Negara
Peradaban sangat erat hubungannya dengan eksistensi negara. Peradaban dapat dianggap sebagai “isi”, sedangkan negara adalah “wadah”-nya. Dalam keadaan tanpa “wadah”, “isi” akan tercecer dan tercerai-berai tanpa kegunaan yang berarti.
Hubungan erat peradaban dengan eksistensi negara ini dapat dibuktikan dari fakta sejarah perjalanan umat manusia. Tidak satu pun peradaban dapat eksis secara sempurna, kecuali jika ia ditegakkan oleh satu atau beberapa negara yang mendukungnya. Peradaban Barat sulit dibayangkan dapat menjadi hegemoni seperti sekarang ini kalau tidak ada negara-negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, dan lain-lain. Demikian pula peradaban Islam pada masa lalu, tidak akan dapat tegak sempurna tanpa eksistensi Daulah Islamiyah yang eksis sekitar 13 abad lamanya, sejak hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah (622 M) hingga hancurnya Khilafah Utsmaniah di Turki (1924 M).
Metode Islam menghadapi Benturan Peradaban
Secara umum agenda untuk ‘menyambut’ benturan peradaban antara Islam dan Barat, dapat diringkas sebagai berikut:
1. Melakukan pembinaan di tengah-tengah umat.
Bagaimanapun, semua upaya penghancuran itu akan lebih mudah dihadapi kalau umat Islam kebal. Pembinaan (tatsqîf) di tengah umat adalah dalam rangka mewujudkan pola pikir yang islami, dan melatih ketahanan pola jiwa mereka dengan selalu berada dalam suasana taqarrub ilâ Allâh.
2. Melancarkan perang pemikiran dan mengungkap makar asing.
Penghancuran Islam sering tidask disadari oleh kaum Muslim. Karena itu, membongkar agenda tersembunyi dari penjajah (kasyf al-khuthath) harus selalu dilakukan. Mereka juga harus selalu mengkritisi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan menyesatkan yang diklaim oleh kalangan liberal sebagai pemikiran Islam. Jika pemikiran-pemikiran ini tidak ditunjukkan kekeliruan dan kesalahnnya, maka umat Islam yang awam akan menyangka bahwa hal itu adalah bagian dari Islam.
3. Membangun kesadaran politik Islam dan memberikan gambaran Islam sebagai solusi.
Kesadaran politik Islam yang benar harus ditumbuhkan di tengah-tengah umat. Yang dimaksud adalah politik Islam yang akan membebaskan manusia dari ketertindasan dalam segala aspeknya menuju pada keridhaan Allah semata-mata. Untuk itu, para aktivitis dakwah harus mampu memberikan gambaran syariat Islam sebagai solusi atas segala masalah manusia.
4.Membangun tatanan politik Islam, yaitu Khilafah Islamiyah.
Dengan tumbuhnya kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat maka berarti telah tersedia ‘perangkat keras’ (yaitu dukungan dari umat Islam) dan ‘perangkat lunak’ (yaitu konsep dan solusi Islam), yang diperlukan selanjutnya adalah membangun tatanan politik Islam, yaitu negara Khilafah Islamiyah. Dengan tatanan ini, upaya untuk menghentikan penghancuran Islam akan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien lagi.
Keniscayaan Negara Khilafah dalam Menghadapi Benturan Peradaban
Hancurnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924 telah melenyapkan “wadah” bagi peradaban Islam Dengan hancurnya Khilafah, peradaban Islam telah kehilangan kekuatan dan vitalitasnya. Dapat dikatakan, peradaban Islam nyaris musnah dari realitas kehidupan, karena Khilafah yang menopangnya telah tiada. Sebagai gantinya, peradaban Barat sekularlah yang kemudian mendominasi kaum Muslim saat ini.
Maka dari itu, eksistensi negara Khilafah adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar peradaban Islam dapat mengungguli peradaban Barat. Tentu, negara Khilafah yang akan terjun ke kancah benturan peradaban itu haruslah negara yang kuat, yang didukung oleh kekuatan ideologi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan militer yang handal.
kang saidiman jgn sampai mabuk dengan arak-arak barat, minumlah air zam-zam insya’allah akan menjernihkan fikiran.mari kita bersama-sama bentuk negara khilafah yang di ridhoi Allah SWT. amin. Wallâhu a‘lam.
July 22, 2008 at 9:49 am
Hudzaifah.org – Kerasukan JIL lebih berbahaya dari kerasukan jin. Karena orang yang kerasukan jin, rufi’al qalam, pena diangkat atas mereka, yakni amal buruknya tidak akan dicatat.
Akan tetapi orang yang kerasukan paham Jaringan Islam Liberal, bisa murtad.
Lihat saja statemen-statemen yang muncul dari orang yang kerasukan paham liberal: nyeleneh, berani, dan sesat. Seperti statemen: ‘Nabi Muhammad pun menikmati goyang’; atau menyuarakan dzikir ‘anjinghu akbar’; atau mengomentari seorang artis yang murtad dari Islam dikatakan pindah agama karena hidayah; atau kalimat ‘Tuhan semua agama sama’; dan statemen mengerikan lainnya. Bukankah apa yang mereka ungkapkan itu seperti ungkapan orang yang hilang akal?
Tindakan Preventif
Meski demikian ketara kesesatan mereka, tidak sedikit yang terpengaruh dan silau dengan apa yang mereka miliki. Untuk itu, sebagaimana penyakit badan, pencegahan lebih utama dari pada pengobatan. Maka perlu upaya pencegahan terhadap penyakit kronis yang bisa meracuni iman manusia ini.
Tidak mendengarkan ocehan mereka, atau menjauhi tulisan-tulisan orang yang diindikasikan sebagai penganut JIL adalah pencegahan yang jitu. Kecuali bagi yang memiliki kapabiltas ilmu syar’i yang cukup, akidah yang kuat dan hendak menunjukkan kesesatan mereka kepada umat.
Cara ini mungkin dianggap kekanak-kanakan. Akan tetapi, anggapan itu akan sirna ketika kita menyimak hadits Nabi saw, “Sesungguhnya di antara penjelasan itu ada sihirnya.” (HR. Bukhari)
Berapa banyak orang yang tadinya netral, lalu membaca tulisan seorang Doktor penganut JIL, dengan sistematika yang tampak ilmiah dan masuk akal hingga ia tersihir dan tertarik dengan pemikiran JIL?
Untuk itulah, seorang ulama tabi’in al-A’masy pernah memerintahkan anaknya untuk memasukkan jarinya ke telinga ketika ada orator penganut Jahmiyah berbicara. Beliau berkata, “Rapatkanlah penutup telingamu wahai anakku, karena hati ini lemah.”
Gejala ‘Kerasukan’ JIL
Gejala ini perlu untuk kita ketahui. Siapa tahu di antara kita ada yang menolak pemikiran global aliran JIL, tetapi mengidap sebagian penyakit yang diakibatkan oleh virus yang mereka sebar. Atau setidaknya kita bisa mendeteksi para pembicara dan penulis, pengikut JIL ataukah bukan.
Di antara gejala yang tampak pada orang yang kerasukan JIL adalah mendahulukan akal dari pada dalil syar’i. Inilah gejala yang paling ketara. Seringkali dalil al-Quran dan al-Hadits ditolak dengan dalil akal. Mereka tinggalkan tafsir para ulama salaf dan condong kepada tafsir hermeuneutika, tafsir ‘semau gue’ yang diadopsi dari para filosof Yunani yang kafir. Sesuatu yang telah baku dan qath’i dalam al-Quran pun kerap kali mereka tolak dengan dalih ‘kontekstual’.
Mereka juga menjadi penganut yang paling berani dalam mengkritik al-Quran dan as-Sunnah yang shahih, juga berlaku sinis terhadap para ulama salaf. Mereka tidak mengenal definisi bid’ah, syirik atau murtad. Isu pluralisme, bahwa semua agama sama menjadi titik tekan. Maka mereka adalah kaum yang paling kebablasan dalam hal ‘toleran’.
Jika ada yang tertarik dengan pemikiran seperti yang telah penulis sebut di atas, berarti dia tengah mengidap gejala ‘kerasukan’ JIL. Maka hendaklah segera dicarikan penawarnya.
Terapi Kerasukan JIL
Jika Anda merasakan adanya gejala ‘kerasukan JIL’ pada orang-orang yang didekat Anda, maka segeralah Anda menepis sihir JIL dengan penjelasan berikut.
Pertama, mengingat bahwa orang-orang JIL itu belajar Islam kepada para musuh-musuh Islam, dan para orientalis barat. Maka mungkinkah kebenaran berada di pihak mereka sedangkan kesalahan berada di pihak para ulama yang belajar dari para ulama dan bersambung hingga Nabi Muhammad saw? Alangkah bagusnya nasihat seorang ulama tabi’in Muhamad bin Sirin, “Ilmu itu adalah agama, maka lihatlah kepada siapa kamu menuntut ilmu (agama).” Kalau seseorang menimba ilmu agama kepada orang kafir, sudah barang tentu yang didapat adalah cara pandang orang kafir terhadap Islam, atau penafsiran al-Quran dan as-Sunnah menurut musuh Allah dan Rasul-Nya. Maka apakah fikih madzhab Aristoteles yang mereka banggakan itu lebih lurus dari fikihnya empat madzhab? Demi Allah, TIDAK!
Kedua, hendaknya memperhatikan kondisi mereka dalam beragama. Semakin tinggi tingkat liberalnya, semakin berani meninggalkan ibadah, terutama yang khusus, seperti shalat, shaum dan yang lain. Apalagi dalam hal sunnah, mereka adalah kelompok yang paling bersih dari sunnah Nabi. Ibadah orang muslim yang sangat awam, jauh lebih mending daripada mereka.
Ketiga, keberpihakan mereka kepada orang-orang kafir melebihi keberpihakan orang kafir atas agama mereka sendiri. Apalagi bila dibandingkan dengan keberpihakan mereka kepada Islam, amat jauh.
Majalah Syir’ah misalnya, ketika melukiskan perilaku Yahudi, kalimat yang dipakai adalah ‘Yahudi Pejuang Damai.’ Tetapi ketika menggambarkan orang Islam, dipakai kalimat, “Harus diakui,orang Islam itu suka plin-plan.” Bahkan ketika ada seorang ibu berkonsultasi tentang anaknya yang mau keluar dari Islam, ‘pendekar JIL’ Abdul Muqsith malah menjawab, “Tidak ada pilihan lain kecuali bahwa ibu harus mengikhlaskan kepergiannya ke agama lain itu.”
Sedikit penjelasan ini mudah-mudahan bisa menyadarkan ‘pasien’ yang kerasukan JIL. Wallahul Muwafiq.
July 23, 2008 at 3:20 am
wah kang saidiman ko diam saja,brrti setuju dengan sy donk yo wes lah mari kita wujudkan negara khilafah ya..bilang sama kang ulil ya..pesenku jgn mabuk2an arak barat,wong Islam saja banyak menyediakan referensi kok..
July 29, 2008 at 2:47 am
kang saidiman tolong dong tulisan saya diatas dikomentari??
jangan mlh tidur terus kpn mau maju…
anda kan penulis hrs konsisten..
August 11, 2008 at 9:34 am
Bapak Billah yang budiman,
Penjelasan Anda itu sangat bagus, terutama karena dipaparkan secara panjang lebar. Kesulitan saya memberi komentar adalah karena Anda bicara banyak sekali hal. Saya belum bisa menemukan aspek mana yang harus saya komentari. Hal lain adalah bahwa tulisan Anda itu juga lebih banyak berupa narasi tanpa opini. Anda seolah hanya mengemukakan data dan fakta mentah yang sangat kaya, namun tanpa analisis.
August 11, 2008 at 9:36 am
Bapak Ulil Afdhal Karbala,
Tulisan-tulisan seperti yang Anda posting ini rasanya tidak asing. Apa Anda ngutip dari situs lain? Jangan gitulah, harus dicantumin sumber aslinya. Jangan sampai Anda niru-niru tulisan itu yang menyediakan data tanpa tanggungjawab sumber. Nggak takut dosa?
August 13, 2008 at 7:38 am
maksud saya antum sepakat sengan tulisan saya mengenai negara khilafah?saya tulis lagi tulisan diatas saya tolong di simak baik2..
Waspadai Peradaban Barat Sekular
..mari kita bentuk negara Indonesia menjadi negara khilafah Islamiyyah..
Sebagaimana diketahui, era Perang Dingin yang berlangsung sejak 1946, telah berakhir pada 1989, menyusul runtuhnya Uni Sovyet tahun 1990 dan berakhirnya bipolaritas Kapitalisme–Sosialisme, yang diikuti dengan lepasnya wilayah-wilayah negara bekas Uni Sovyet seperti Azerbaijan, Kirgistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Francis Fukuyama, pemikir Amerika keturunan Jepang, menanggapi peristiwa ini dengan menyebutnya sebagai Babak Akhir Sejarah (The End of History). Menurutnya, benturan antara Kapitalisme dan Sosialisme berakhir, dan dunia akan terpola pada semata-mata sistem demokrasi liberal dengan Amerika Serikat sebagai kaptennya. Era ini diproklamirkan oleh George Bush sebagai The New World Order (Tata Dunia Baru) dengan Amerika sebagai single player dan negara lain sebagai buffer-nya.
Namun, seiring dengan terpolarisasinya berbagai negara ke dalam jaringan sistem Kapitalisme global, muncul sebuah analisis futuristik dari Samuel P.Huntington tentang masa depan pola hubungan internasional yang menunjukkan kecenderungan antagonistik dan diwarnai konflik. Secara lebih tegas dia mengatakan, konflik itu semakin meningkat antara Islam dan masyarakat-masyarakat Asia di satu pihak dan Barat di pihak lain. Lebih jauh lagi, Huntington memprediksikan, tantangan paling serius bagi hegemoni Amerika pada masa mendatang adalah revivalisme Islam dan peradaban Cina (baca: Konfusianis).
Kini perseteruan antara Islam dan Barat semakin meruncing setelah terjadi Tragedi WTC 11 September 2001. Kasus ini telah berhasil dieksploitasi sedemikian rupa oleh AS dan sebagai jalan bagi pemberlakuan UU antiteroris di seluruh dunia. Terorisme yang dimaksudkan oleh Amerika adalah Islam dan tidak ada pengertian lain. Noam Chomsky menyebut permainan stigma Barat sebagai “newspeak” untuk membatasi pandangan dan realita sehingga ketika kata-kata teroris, fundamentalis, ekstremis, dan kelompok radikal diucapkan maka konotasinya tidak jauh dari negara-negara Timur Tengah yang notabene adalah negeri-negeri Islam.
Bahkan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut ideologi Islam sebagai ‘ideologi setan’. Dalam pidatonya pada Konferensi Kebijakan Nasional Partai Buruh Inggris, Blair menjelaskan ciri ideologi setan, yaitu: (1) Menolak legitimasi Israel; (2) Memiliki pemikiran bahwa syariat adalah dasar hukum Islam; (3) Kaum Muslimin harus menjadi satu kesatuan dalam naungan Khalifah; (4) Tidak mengadopsi nilai-nilai liberal dari Barat.
Hakikat Benturan Peradaban
Peradaban (hadhârah) secara bahasa adalah al-hadhar (tempat tinggal di suatu wilayah yang beradab seperti kota), sebagai lawan/kebalikan dari kata al-badwu (derah pinggiran kota dan pedesaan/pedalaman.
Di kalangan Barat, peradaban diistilahkan dengan civilization; di ambil dari kata civilis, yang berarti memiliki kewarganegaraan. Istilah ini pertama kali digunakan dalam bahasa Prancis dan Inggris pada akhir Abad XVIII untuk menggambarkan proses progresif perkembangan manusia; sebuah gerakan yang menuntut perbaikan, keteraturan serta penghapusan barbarisme dan kekejaman. Di balik pemunculan pemahaman ini terletak spirit pencerahan Eropa—yang kemudian dikenal dengan renaissance—dan rasa percaya diri terhadap karakter progresif era modern.
Istilah ini kemudian dipindahkan ke dalam bahasa Arab dengan menggunakan dua ungkapan, yaitu hadhârah dan madaniyah. Namun demikian, penggunaan kedua istilah ini masih menimbulkan persoalan baru di kalangan penggunanya. Oleh karena itu, An-Nabhani kemudian menspesifikasikan penggunaan kedua istilah tersebut ke dalam bukunya Nizhâm al-Islâm. Menurut An-Nabhani, hadhârah adalah sekumpulan persepsi—yang dimanifestsikan dalam perilaku—tentang kehidupan. Adapun madaniyah adalah bentuk-bentuk fisik dari benda-benda yang terindera yang digunakan dalam berbagai aspek kehidupan.
Muhammad Husein Abdullah kemudian membagi madaniyah ke dalam dua kategori, yaitu:
(1)Yang berhubungan dengan hadhârah, yaitu yang lahir dari suatu sudut pandang tertentu. Misal, rumah tidak terlepas dari hadhârah,karena seorang Muslim akan membangun rumah dengan model yang dapat menjaga aurat penghuninya, sementara orang sosialis atau kapitalis tidak akan memperhatikan hal-hal itu.
(2)Yang tidak berhubungan dengan hadhârah, yaitu hasil dari ilmu pengetahuan dan industri seperti alat-alat laboratorim dan furniture. Semua ini ‘netral’ dan bersifat universal.
Walhasil, peradaban (hadhârah) berkaitan dengan pandangan hidup (world view) atau yang oleh an-Nabhani diistilahkan dengan mabda’ideologi), yang didefinisikan sebagai: akidah yang lahir dari proses berpikir yang di atasnya dibangun sistem. Ditinjau dari definisi ini, mabda’ menunjukkan kelengkapan konsep yang mencakup akidah dan sistem.
Dengan demikian, benturan peradaban hakikatnya adalah benturan yang terjadi antara sejumlah pemikiran dan atau ideologi yang berbeda atau bertolak belakang.
Dalam konteks peradaban, Islam jelas berbeda dengan peradaban lain, baik Kapitalisme maupun Sosialisme. Fakta menunjukkan bahwa masing-masing ideologi memandang yang lain sebagai musuhnya. Inilah kenyataan yang tidak dapat dipungkiri, kecuali oleh para pendusta dan pembohong.
Beberapa Faktor Pemicu Benturan Peradaban Islam dan Barat
Banyak analisis yang menjelaskan sebab dan faktor yang memicu terjadinya benturan peradaban antara Islam dan Barat ini. Secara ringkas, dapat kita bagi menjadi 3 faktor utama sebagai berikut:
1. Faktor agama.
Sejarah telah mencatat Baratlah yang memulai perang terhadap umat Islam yang kemudian lebih dikenal dengan Perang Salib atau Crusade. Perang Salib terjadi selama 1 abad (1096–1192 M), yang berlangsung selama tiga tahap: antara tahun 1096–1099 M; antara tahun 1147–1149 M; dan antara tahun 1189-1192 M.8 Pembantaian kaum Muslim oleh tentara salib di Spanyol (Andalusia) abad XV M, termasuk serangan secara pemikiran dan kebudayaan (tsaqâfah) seperti yang dilakukan oleh kaum zindiq serta para misionaris dan orientalis, adalah juga berlatar belakang agama.
Hingga kini, ‘semangat’ Perang Salib ini masih melekat dalam benak orang-orang Barat, yang kemudian menjelma menjadi ‘prasangka buruk’ (stigma) terhadap ajaran Islam dan umat Islam. Edward Said, dalam bukunya yang berjudul, Covering Islam, menulis bahwa kecenderungan memberikan label yang bersifat generalisasi mengenai Islam dan orang Islam, tanpa melihat kenyataan sebenarnya, menjadi salah satu kecenderungan kuat dalam media Barat. Dari waktu ke waktu, prasangka semacam itu selalu muncul dan muncul kembali ke permukaan.
Kata “christendom” dan “holy war” mulai banyak digunakan dalam berbagai tulisan di media massa Barat, seolah-olah ingin memperlihatkan bahwa sedang terjadi suatu “perang suci” antara Barat dan dunia lain di luarnya, terutama Dunia Islam.
2. Faktor ekonomi.
Lenyapnya institusi Khilafah telah melebarkan jalan bagi negara imperialis Barat untuk menghisap berbagai kekayaan alam milik umat Islam. Sejak masa penjajahan militer era kolonial hingga saat ini, Barat telah melakukan eksploitasi ‘besar-besaran’ atas sumberdaya alam yang dimiliki umat Islam.
Sebaliknya, jika Khilafah Islam kembali berdiri dan berhasil menyatukan negeri-negeri Islam sekarang, berarti Khilafah Islam akan memegang kendali atas 60% deposit minyak seluruh dunia, boron (49%), fosfat (50%), strontium (27%), timah (22%), dan uranium yang tersebar di Dunia Islam (Zahid Ivan-Salam, dalam Jihad and the Foreign Policy of the Khilafah State).
Secara geopolitik, negeri-negeri Islam berada di kawasan jalur laut dunia yang strategis seperti Selat Gibraltar, Terusan Suez, Selat Dardanella dan Bosphorus yang menghubungkan jalur laut Hitam ke Mediterania, Selat Hormuz di Teluk, dan Selat Malaka di Asia Tenggara. Dengan menempati posisi strategis ini, kebutuhan dunia terutama Barat sangat besar akan wilayah kaum Muslim. Ditambah lagi dengan potensi penduduknya yang sangat besar, yakni lebih dari 1.5 miliar dari populasi penduduk dunia. Melihat potensi tersebut, wajar jika kehadiran Khilafah Islam sebagai pengemban ideologi Islam ini dianggap sebagai ‘tantangan’, atau lebih tepatnya lagi, menjadi ancaman bagi peradaban Barat saat ini.
Walhasil, benturan antara kepentingan umat Islam yang ingin mempertahankan hak miliknya dan kepentingan negara Barat kapatalis tidak terhindarkan lagi.
3. Faktor ideologi.
Desember 2004 lalu, National Intelelligence Council’s (NIC) merilis sebuah laporan yang berjudul, “Mapping the Global Future”. Dalam laporan ini diprediksi empat skenario dunia tahun 2020, salah satu di antaranya adalah akan berdirinya “A New Chaliphate”, yaitu berdirinya kembali Khilafah Islam—sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan terhadap norma-norma dan nilai-nilai global Barat. Terlepas dari apa maksud dipublikasikannya analisis ini, paling tidak, kembalinya negara Khilafah Islam menurut kalangan analisis dan intelijen Barat termasuk hal yang harus diperhitungkan. Pertanyaannya, mengapa harus Khilafah? Jawabannya, karena potensi utama dari negara Khilafah adalah ideologi yang diembannya. Khilafah Islam adalah negara global yang dipimpin oleh seorang khalifah dengan asas ideologi Islam. Ideologi Islam ini pula yang pernah menyatukan umat Islam seluruh dunia mulai dari jazirah Arab, Afrika, Asia, sampai Eropa. Islam mampu melebur berbagai bangsa, warna kulit, suku, ras, dan latar belakang agama yang berbeda. Kelak, Khilafahlah yang ‘bertanggung jawab’ untuk mengemban dan menyebarkan ideologi Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah dan jihad.
Tentu saja Barat, dengan ideologi Kapitalismenya yang masih dominan saat ini, tidak akan berdiam diri. Berbagai upaya akan dilakukan Barat untuk menggagalkan skenario ketiga ini (kembalinya Khilafah). Secara pemikiran Barat akan membangun opini negatif tentang Khilafah Islam. Diopinikan bahwa kembali pada Khilafah adalah sebuah kemunduran, kembali ke zaman batu yang tidak berperadaban dan berprikemanusiaan. Sebaliknya, upaya penyebaran ide-ide Barat akan lebih digencarkan, seperti demokratisasi yang dilakukan di Timur Tengah saat ini.
Hubungan Peradaban dengan Negara
Peradaban sangat erat hubungannya dengan eksistensi negara. Peradaban dapat dianggap sebagai “isi”, sedangkan negara adalah “wadah”-nya. Dalam keadaan tanpa “wadah”, “isi” akan tercecer dan tercerai-berai tanpa kegunaan yang berarti.
Hubungan erat peradaban dengan eksistensi negara ini dapat dibuktikan dari fakta sejarah perjalanan umat manusia. Tidak satu pun peradaban dapat eksis secara sempurna, kecuali jika ia ditegakkan oleh satu atau beberapa negara yang mendukungnya. Peradaban Barat sulit dibayangkan dapat menjadi hegemoni seperti sekarang ini kalau tidak ada negara-negara pendukungnya seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa Barat seperti Inggris, Prancis, dan lain-lain. Demikian pula peradaban Islam pada masa lalu, tidak akan dapat tegak sempurna tanpa eksistensi Daulah Islamiyah yang eksis sekitar 13 abad lamanya, sejak hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah (622 M) hingga hancurnya Khilafah Utsmaniah di Turki (1924 M).
Metode Islam menghadapi Benturan Peradaban
Secara umum agenda untuk ‘menyambut’ benturan peradaban antara Islam dan Barat, dapat diringkas sebagai berikut:
1. Melakukan pembinaan di tengah-tengah umat.
Bagaimanapun, semua upaya penghancuran itu akan lebih mudah dihadapi kalau umat Islam kebal. Pembinaan (tatsqîf) di tengah umat adalah dalam rangka mewujudkan pola pikir yang islami, dan melatih ketahanan pola jiwa mereka dengan selalu berada dalam suasana taqarrub ilâ Allâh.
2. Melancarkan perang pemikiran dan mengungkap makar asing.
Penghancuran Islam sering tidask disadari oleh kaum Muslim. Karena itu, membongkar agenda tersembunyi dari penjajah (kasyf al-khuthath) harus selalu dilakukan. Mereka juga harus selalu mengkritisi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan menyesatkan yang diklaim oleh kalangan liberal sebagai pemikiran Islam. Jika pemikiran-pemikiran ini tidak ditunjukkan kekeliruan dan kesalahnnya, maka umat Islam yang awam akan menyangka bahwa hal itu adalah bagian dari Islam.
3. Membangun kesadaran politik Islam dan memberikan gambaran Islam sebagai solusi.
Kesadaran politik Islam yang benar harus ditumbuhkan di tengah-tengah umat. Yang dimaksud adalah politik Islam yang akan membebaskan manusia dari ketertindasan dalam segala aspeknya menuju pada keridhaan Allah semata-mata. Untuk itu, para aktivitis dakwah harus mampu memberikan gambaran syariat Islam sebagai solusi atas segala masalah manusia.
4.Membangun tatanan politik Islam, yaitu Khilafah Islamiyah.
Dengan tumbuhnya kesadaran politik Islam di tengah-tengah masyarakat maka berarti telah tersedia ‘perangkat keras’ (yaitu dukungan dari umat Islam) dan ‘perangkat lunak’ (yaitu konsep dan solusi Islam), yang diperlukan selanjutnya adalah membangun tatanan politik Islam, yaitu negara Khilafah Islamiyah. Dengan tatanan ini, upaya untuk menghentikan penghancuran Islam akan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien lagi.
Keniscayaan Negara Khilafah dalam Menghadapi Benturan Peradaban
Hancurnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924 telah melenyapkan “wadah” bagi peradaban Islam Dengan hancurnya Khilafah, peradaban Islam telah kehilangan kekuatan dan vitalitasnya. Dapat dikatakan, peradaban Islam nyaris musnah dari realitas kehidupan, karena Khilafah yang menopangnya telah tiada. Sebagai gantinya, peradaban Barat sekularlah yang kemudian mendominasi kaum Muslim saat ini.
Maka dari itu, eksistensi negara Khilafah adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi agar peradaban Islam dapat mengungguli peradaban Barat. Tentu, negara Khilafah yang akan terjun ke kancah benturan peradaban itu haruslah negara yang kuat, yang didukung oleh kekuatan ideologi, kekuatan ekonomi, dan kekuatan militer yang handal.
August 3, 2009 at 6:37 am
biasanya org yg banyak ngomong itu otaknya gak ada alias culun, alias goblok alias otak udang alias lain2, kayak alias2 yg biasa jadi terotis itu lo
August 10, 2009 at 4:43 am
biarlah mereka yang anda anggap salah ,mungkin blm ada hijab dari Allah,tapi anda jangan malah ikut ikutan,dari yang saya tau ,”apabila seseorang MUNCUL RASA AKU NYA, TUHAN meninggal kannya,karna kalaulah TUHAN NYA ada,tentu dia akan menjadi nafsu yang lunak dan tenang,bkn yang Arogan, dan jika Tuhan meninggal kannya , tentu Syetan lah pendampingnya
salam
August 13, 2008 at 9:50 am
Ada dua hal utama yang membuat saya sangsi terhadap ide khilafah ini. Pertama, jika khilafah benar-benar berdiri, maka hampir mustahil orang Indonesia bisa menjadi pemimpin. Ada doktrin yang mengatakan “al-a’immatu min quraisyin” (pemimpin itu harus dari Quraisy).
Kedua, saya juga tidak percaya kepada ide khilafah ini karena tidak pernah benar-benar eksis dalam sejarah Islam. Selamanya negara Islam tidak pernah satu. Mulai dari Umawiyah, Abbasiyah, Fatimiyyah, Mughal, Andalusia, sampai Utsmaniyah. Tidak pernah ada kekuasaan tunggal. Kalaupun ada, maka itu sekedar simbol. Apa usaha Utsmani, misalnya, menyaksikan negara-negara Asia Tenggara (terutama Indonesia) yang dijajah selama ratusan tahun oleh negara-negara Kristen? Bukankah imperium Utsmani tidak melakukan apa-apa melihat Muslim Indonesia tertindas dalam penjajahan? Sudahlah, ide khilafah itu omong kosong. Yang jelas kemerdekaan Indonesia ini begitu mahal harganya, saya tidak mau dijual murah kepada orang lain, hanya karena alasan omong kosong khilafah.
August 15, 2008 at 1:07 am
menurut saya antum pemikirannya terlalu picik dan sempit,saya pikir wawasan anda begitu luas namun ternyata tidak ada bedanya sama tukang jamu ilegal yang hanya menawarkan dagangannya di tengah2 hiruk pikuk jalanaN, semuanya hanya kata2 bualan belaka..saya sangat sangsi dengan buku-buku yang antum tulis.
August 15, 2008 at 1:17 am
insya’allah ini bisa menjawab spertanyaan saidiman di atas
PENGAKUAN ALAM MELAYU TERHADAP KHILAFAH
ISLAMIYAH
Pengaruh Khalifah terhadap kehidupan politik alam Melayu sudah terasa sejak masa-masa awal berdirinya Khilafah (Daulah Islamiyah). Kejayaan umat Islam mengalahkan Kerajaan Parsi (Iran) dan menduduki sebahagian besar wilayah Rom Timur, seperti Mesir, Syria, dan Palestina, di bawah kepemimpinan Umar bin al-Khattab telah menempatkan Daulah Islamiyah sebagai kuasa besar dunia sejak abad ke-7 M. Ketika Khilafah diperintah Bani Umayyah (660-749 M), pemerintah di Nusantara –yang masih beragama Hindu sekalipun – mengakui kebesaran Khilafah.
Pengakuan terhadap kebesaran Khalifah dibuktikan dengan adanya 2 pucuk surat yang dikirim oleh Maharaja Sriwijaya kepada Khalifah di zaman Bani Umayyah. Surat pertama dikirim kepada Muawiyyah, dan surat kedua dikirim kepada Umar bin Abdul Aziz. Surat pertama ditemui dalam sebuah diwan (arkib) Bani Umayyah oleh Abdul Malik bin Umayr yang disampaikan melalui Abu Ya’yub Ats-Tsaqofi, yang kemudian disampaikan melalui Al-Haytsam bin Adi. Al-Jahizh yang mendengar surat itu dari Al-Haytsam menceritakan pendahuluan surat itu sebagai berikut:
“Dari Raja Al-Hind yang kandang binatangnya berisikan seribu gajah, (dan) yang istananya dibuat dari emas dan perak, yang dilayani putri raja-raja, dan yang memiliki dua sungai besar yang mengairi pohon gaharu, kepada Muawiyah………”
Surat kedua didokumentasikan oleh Abd Rabbih (246-329 H/860-940 M) dalam karyanya Al-Iqd Al-Farid. Petikan surat tersebut adalah seperti berikut:
“Dari Raja di Raja…; yang adalah keturunan seribu raja … kepada Raja Arab (Umar bin Abdul Aziz) yang tidak menyekutukan tuhan-tuhan lain dengan Tuhan. Saya telah mengirimkan kepada Anda hadiah, yang sebenarnya merupakan hadiah yang tak begitu banyak, tetapi sekadar tanda persahabatan; dan saya ingin Anda mengirimkan kepada saya seseorang yang dapat mengajarkan Islam kepada saya, dan menjelaskan kepada saya hukum-hukumnya.”
Selain itu, Farooqi menemui sebuah arkib Utsmani yang mengandungi sebuah petisi dari Sultan Ala Al-Din Riayat Syah kepada Sultan Sulayman Al-Qanuni yang dibawa oleh Huseyn Effendi. Dalam surat ini, Aceh mengakui pemimpin Utsmani sebagai Khalifah Islam. Selain itu, surat ini juga mengandungi laporan tentang kegiatan askar Portugis yang menimbulkan masalah besar terhadap pedagang muslim dan jamaah haji dalam perjalanan ke Mekah. Oleh itu, bantuan Utsmani amat diperlukan untuk menyelamatkan kaum Muslim yang terus di serang oleh Farangi (Portugis) kafir.
Sulayman Al-Qanuni wafat pada tahun 974 H/1566 M tetapi permintaan Aceh mendapat sokongan Sultan Selim II (974-982 H/1566-1574 M), dengan mengeluarkan perintah kesultanan untuk menghantar sepasukan besar tentera ke Aceh. Sekitar September 975 H/1567 M, Laksamana Turki di Suez, Kurtoglu Hizir Reis, diperintahkan berlayar menuju Aceh dengan sejumlah pakar senjata, tentera dan meriam. Pasukan ini diperintahkan berada di Aceh selama mana yang diperlukan oleh Sultan. Namun dalam perjalanan, hanya sebahagian armada besar ini yang sampai ke Aceh kerana dialihkan untuk memadamkan pemberontakan di Yaman yang berakhir tahun 979 H/1571 M. Menurut catatan sejarah, pasukan Turki yang tiba di Aceh pada tahun 1566-1577 M sebanyak 500 orang, termasuk pakar senjata, penembak, dan pakar teknikal. Dengan bantuan ini, Aceh menyerang Portugis di Melaka pada tahun 1568 M.
Kehadiran armada tentera Kurtoglu Hizir Reis disambut dengan sukacita oleh umat Islam Aceh. Mereka disambut dengan upacara besar. Kurtoglu Hizir Reis kemudian digelar sebagai gabenor (wali) Aceh yang merupakan utusan rasmi khalifah yang ditempatkan di daerah tersebut. Ini menunjukkan bahawa hubungan Nusantara dengan Khilafah Utsmaniyah bukanlah hanya hubungan persaudaraan melainkan hubungan politik kenegaraan. Adanya wali Turki di Aceh lebih mengisyaratkan bahawa Aceh merupakan sebahagian dari Khilafah Islamiyah.
Banyak institusi politik melayu di Nusantara mendapatkan gelaran sultan dari pemerintah tertentu di Timur Tengah. Pada tahun 1048H/1638 M, pemimpin Banten, Abd al-Qodir (berkuasa 1037-1063H/1626-1651) dianugerahkan gelaran sultan oleh Syarif Mekah sebagai hasil dari misi khusus yang dikirim olehnya untuk tujuan itu ke Tanah Suci. Sementara itu, kesultanan Aceh terkenal mempunyai hubungan erat dengan pemerintah Turki Ustmani dan Haramain. Begitu juga Palembang (Sumatera) dan Makasar yang turut menjalin hubungan khusus dengan penguasa Mekah. Pada ketika itu, para penguasa Mekah merupakan sebahagian dari Khilafah Utsmaniyah yang berpusat di Turki.
Dari penggunaan istilah, kesultanan Islam di Nusantara sering mengaitkan dirinya dan tidak terpisah dari kekhalifahan. Beberapa kitab Jawi klasik mencatatkan perkara ini. Hikayat Raja-raja Pasai (hal. 58, 61-62, 64), misalnya, memanggil nama rasmi kesultanan Samudra Pasai sebagai “Samudera Dar al-Islam”. Istilah Dar al-Islam juga digunakan di dalam kitab Undang-undang Pahang untuk memanggil kesultanan Pahang. Nur al-Din al-Raniri, dalam Bustan al-Salatin (misalnya, pada hlm. 31, 32, 47), menyebut kesultanan Aceh sebagai Dar al-Salam. Istilah ini juga digunakan di Pattani ketika pemimpin setempat, Paya Tu Naqpa, masuk Islam dan mengambil nama Sultan Ismail Shah Zill Allah fi-Alam yang bertakhta di negeri Pattani Dar al-Salam (Hikayat Patani, 1970:75).
Dalam ilmu politik Islam klasik, dunia ini terbahagi dua, yaitu Dar al-Islam dan Dar al-Harb. Dar al-Islam merupakan daerah yang diterapkan hukum Islam dan keamanannya ada pada tangan kaum Muslim. Sedangkan Dar al-Harb adalah lawan dari kata Dar al-Islam. Penggunaan istilah “Dar al-Islam” atau “Dar al-Salam” menunjukkan bahwa para pemerintah Melayu menerima konsep geopolitik Islam tentang pembahagian dua wilayah dunia itu. Konsep geopolitik ini semakin jelas ketika bangsa-bangsa Eropah —dimulai oleh “bangsa Peringgi” (Portugis) yang kemudian disusul bangsa-bangsa Eropah lainnya, khususnya Belanda dan Inggris— mulai bermaharajalela di kawasan Lautan India dan Selat Melaka (Sulalat al-Salatin, 1979:244-246). Mereka melakukan penjajahan fizikal dan menyebarkan agama Kristian.
Khilafah Turki Uthmaniyah, seperti disebutkan oleh orientalis, Hurgronje (1994, halaman 1631), bersifat pro-aktif dalam memberikan perhatian kepada penderitaan kaum Muslim di Indonesia dengan cara membuka perwakilan pemerintahannya (konsulat) di Batavia pada akhir abad ke-19. Para kedutaan Turki berjanji kepada umat Islam yang ada di Batavia untuk memperjuangkan pembebasan hak-hak orang-orang Arab sederajat dengan orang-orang Eropah. Selain itu, Turki juga akan berusaha supaya seluruh kaum Muslim di Hindia Belanda bebas dari penindasan Belanda.
Lebih dari semua itu, Aceh banyak didatangi para ulama dari berbagai belahan dunia Islam lainnya. Syarif Mekah mengirim utusannya ke Aceh seorang ulama bernama Syekh Abdullah Kan’an sebagai guru dan muballigh. Sekitar tahun 1582, datang 2 orang ulama besar dari negeri Arab, yakni Syekh Abdul Khayr dan Syekh Muhammad Yamani. Di samping itu, di Aceh sendiri lahir sejumlah ulama besar, seperti Syamsuddin Al-Sumatrani dan Abdul Rauf al-Singkeli.
Abdul Rauf Singkel mendapat tawaran dari Sultan Aceh, Safiyat al-Din Shah menjadi Kadi dengan gelaran Qadi al-Malik al-Adil yang kosong kerana Nur al-Din Al-Raniri kembali ke Ranir (Gujarat). Setelah melakukan berbagai pertimbangan, Abdul Rauf menerima tawaran tersebut. Beliau menjadi qadi dengan sebutan Qadi al-Malik al-Adil. Abdul Rauf telah diminta oleh Sultan untuk menulis sebuah kitab sebagai rujukan (qaanun) penerapan syariat Islam. Buku tersebut kemudian diberi judul Mir’at al-Tullab.
Berbagai kenyataan sejarah tadi menegaskan adanya pengakuan dan hubungan erat antara Alam Melayu dengan Khilafah Uthmaniyah. Bahkan, bukan hanya hubungan persaudaraan atau persahabatan tetapi adalah hubungan ‘kesatuan’ sebahagian dari Khilafah Utsmaniyah (Dar al-Islam).
PENJAGA PERJALANAN HAJI NUSANTARA
Kedudukan Khilafah Uthmaniyah sebagai khilafah Islam, terutama setelah ‘futuhat’(pembukaan) ke atas Istanbul (Konstantinopel), ibunegeri Rom Timur, pada 857 H/1453 M, telah menyebabkan nama Turki melekat di hati umat Islam Nusantara. Nama yang terkenal bagi Turki di Nusantara ialah “Sultan Rum.” Istilah “Rum” tersebar sebagai sebutan kepada Kesultanan Turki Utsmani. Mulai ketika itu, kekuatan politik dan budaya Rum (Turki Utsmani) tersebar ke berbagai wilayah Dunia Muslim, termasuk ke alam Melayu.
Kekuatan politik dan ketenteraan Khilafah Utsmaniyah mulai terasa di kawasan lautan India pada awal abad ke-16. Sebagai khalifah kaum Muslim, Turki Utsmani memiliki kedudukan sebagai ‘khadimul haramayn’ (penjaga dua tanah haram, iaitu Mekah dan Madinah). Pada kedudukan ini, para Sultan Utsmani mengambil langkah-langkah khusus untuk menjamin keamanan bagi perjalanan haji. Seluruh laluan haji di wilayah kekuasaan Utsmani ditempatkan di bawah kawalannya. Rombongan haji dapat menuju Mekah tanpa halangan atau rasa takut menghadapi gangguan Portugis. Pada 954 H/1538 M, Sultan Sulayman I (berkuasa 928 H/1520-1566 M) mengirimkan armada yang kuat di bawah Gabenor Mesir, Khadim Sulayman Pasya, untuk membebaskan semua pelabuhan yang dikuasai Portugis untuk mengamankan perjalanan haji ke Jeddah.
Khilafah Uthmaniyah juga mengamankan laluan jamaah haji dari wilayah sebelah Barat Sumatera dengan menempatkan angkatan lautnya di Samudera Hindia. Kehadiran angkatan laut Utsmani di Lautan Hindia pada 904 H/1498 M tidak hanya mengamankan perjalanan haji bagi umat Islam Nusantara, tetapi juga mengakibatkan semakin besarnya penglibatan Turki dalam perdagangan di kawasan ini. Ini memberi sumbangan penting bagi pertumbuhan kegiatan ekonomi sebagai kesan sampingan perjalanan ibadah haji. Pada saat yang sama Portugis juga meningkatkan kehadiran armadanya di Lautan India, tapi angkatan laut Utsmani mampu menegakkan kekuatannya di kawasan Teluk Parsi, Laut Merah, dan Lautan India sepanjang abad ke-16.
Berkaitan dengan mengamankan laluan haji, Selman Reis (936H/1528M), laksamana Khilafah Uthmaniyah di Laut Merah, terus memantau pergerakan Portugis di Lautan Hindia, dan melaporkannya ke pusat pemerintahan di Istanbul. Salah satu bunyi laporan yang dikutip Obazan ialah seperti berikut:
“(Portugis) juga menguasai pelabuhan (Pasai) di pulau besar yang disebut Syamatirah (Sumatera)… Dikatakan, mereka mempunyai 200 orang kafir di sana (Pasai). Dengan 200 orang kafir, mereka juga menguasai pelabuhan Melaka yang berhadapan dengan Sumatera…. Oleh itu, ketika kapal-kapal kita sudah siap dan, insyaAllah, bergerak melawan mereka, maka kehancuran menyeluruh mereka tidak dapat dielakkan lagi, kerana satu benteng tidak boleh menyokong yang lain, dan mereka tidak dapat membentuk penentangan yang bersepadu.”
Laporan ini memang cukup beralasan, kerana pada tahun 941 H/1534 M, sebuah skuadron Portugis yang diketuai oleh Diego da Silveira menghadang beberapa kapal dari Gujarat dan Aceh melalui Selat Bab el-Mandeb di Muara Laut Merah.
BENTUK-BENTUK HUBUNGAN
Portugis meluaskan pengaruhnya bukan hanya ke Timur Tengah tetapi juga ke Samudera India. Raja Portugis Emanuel I secara terang-terangan menyampaikan tujuan utama ekspedisi tersebut dengan mengatakan, “Sesungguhnya tujuan dari pencarian jalan laut ke India adalah untuk menyebarkan agama Kristian, dan merampas kekayaan orang-orang Timur”. Khilafah Uthmaniyah tidak berdiam diri. Pada tahun 925H/1519 M, Portugis di Melaka digemparkan oleh berita tentang penghantaran armada ‘Utsmani’ untuk membebaskan Muslim Melaka dari penjajahan kafir. Khabar ini tentu saja sangat menggembirakan umat Islam setempat.
Ketika Sultan Ala Al-Din Riayat Syah Al-Qahhar naik takhta di Aceh pada tahun 943 H/1537 M, ia menyedari keperluan Aceh untuk meminta bantuan ketenteraan dari Turki. Bukan hanya untuk mengusir Portugis di Melaka, tetapi juga untuk menakluk wilayah lain, khususnya daerah pedalaman Sumatera, seperti daerah Batak. Al-Kahar menggunakan pasukan Turki, Arab dan Habsyah. Pasukan Khilafah 160 orang dan 200 orang askar dari Malabar, membentuk kelompok elit angkatan bersenjata Aceh. Al-Kahhar selanjutnya mengerahkan untuk menakluk wilayah Batak di pedalaman Sumatera pada 946 H/1539 M. Mendez Pinto, yang mengamati perang antara pasukan Aceh dengan Batak, melaporkan kembalinya armada Aceh di bawah komando seorang Turki bernama Hamid Khan, anak saudara Pasya Utsmani di Kaherah.
Seorang sejarawan Universiti Kebangsaan Malaysia, Lukman Taib, mengakui adanya bantuan Khilafah Uthmaniyah dalam penaklukan terhadap wilayah sekitar Aceh. Menurut Taib, perkara ini merupakan ungkapan perpaduan umat Islam yang memungkinkan Khilafah Uthmaniyah melakukan serangan langsung terhadap wilayah sekitar Aceh. Bahkan, Khilafah mendirikan akademi tentera di Aceh bernama ‘Askeri Beytul Mukaddes’ yang diubah menjadi ‘Askar Baitul Maqdis’ yang lebih sesuai dengan loghat Aceh. Maktab ketenteraan ini merupakan pusat yang melahirkan pahlawan dalam sejarah Aceh dan Indonesia. Demikianlah, hubungan Aceh dengan Khilafah yang sangat akrab. Aceh merupakan sebahagian dari wilayah Khilafah. Persoalan umat Islam Aceh dianggap Khilafah sebagai persoalan dalam negeri yang mesti segera diselesaikan.
Nur Al-Din Al-Raniri dalam Bustan Al-Salathin meriwayatkan, Sultan Ala Al-Din Riayat Syah Al-Qahhar mengirim utusan ke Istanbul untuk mengadap Khalifah. Utusan ini bernama Huseyn Effendi yang fasih berbahasa Arab. Ia datang ke Turki setelah menunaikan ibadah haji. Pada Jun 1562 M, utusan Aceh itu tiba di Istanbul untuk meminta bantuan ketenteraan Uthmaniyah untuk menghadapi Portugis. Duta itu dapat mengelak dari serangan Portugis dan sampai di Istanbul, ia mendapat bantuan Khilafah, dan menolong Aceh membangkitkan askarnya sehingga dapat menakluk Aru dan Johor pada 973 H/1564 M.
Hubungan Aceh dengan Khilafah terus berlanjutan, terutama untuk menjaga keamanan Aceh dari serangan Portugis. Menurut seorang penulis Aceh, pengganti Al-Qahhar Ke2 iaitu Sultan Mansyur Syah (985-998 H/1577-1588 M) memperbaharui hubungan politik dan ketenteraan dengan Khilafah. Hal ini disahkan oleh sumber sejarah Portugis. Uskup Jorge de Lemos, setiausaha Raja Muda Portugis di Goa, pada tahun 993 H/1585 M, melaporkan kepada Lisbon bahawa Aceh telah kembali berhubungan dengan Khalifah Utsmani untuk mendapatkan bantuan ketenteraan untuk melancarkan peperangan baru terhadap Portugis. Pemerintah Aceh berikutnya, Sultan Ala Al-Din Riayat Syah (988-1013 H/1588-1604 M) juga dilaporkan telah melanjutkan lagi hubungan politik dengan Turki. Bahkan, Khilafah Uthmaniyah dikatakan telah mengirim sebuah bintang kehormat kepada Sultan Aceh, dan mengizinkan kapal-kapal Aceh untuk mengibarkan bendera Khilafah.
Hubungan akrab antara Acheh dan Khilafah Othmaniah telah berperanan mempertahankan kemerdekaannya selama lebih 300 tahun. Kapal-kapal atau perahu yang digunakan Aceh dalam setiap peperangan terdiri dari kapal kecil yang laju dan kapal-kapal besar. Kapal-kapal besar atau tongkang yang mengarungi lautan hingga Jeddah berasal dari Turki, India, dan Gujerat. Dua daerah ini merupakan wilayah Khilafah Uthmaniyah. Menurut Court, kapal-kapal ini cukup besar, berukuran 500 sampai 2000 tan. Kapal-kapal besar dari Turki dilengkapi meriam dan senjata lain digunakan Aceh untuk menyerang penjajah Eropah yang mengganggu wilayah-wilayah muslim di Nusantara. Aceh tampil sebagai kekuatan besar yang amat ditakuti Portugis kerana diperkuat oleh pakar senjata dari Turki sebagai bantuan Khilafah kepada Aceh.
Menurut sumber Aceh, Sultan Iskandar Muda (1016-1046 H/1607-1636 M) mengirimkan armada kecil yang terdiri dari tiga buah kapal. Ia tiba di Istanbul setelah belayar dua setengah tahun melalui Tanjung Harapan. Ketika misi ini mereka kembali ke Aceh dengan bantuan senjata, pakar tentera, dan sepucuk surat tentang persahabatan Uthmani dan hubungannya dengan Aceh. 12 pakar tentera itu dipanggil sebagai pahlawan di Aceh. Mereka juga dikatakan begitu ahli sehingga mampu membantu Sultan Iskandar Muda, tidak hanya dalam membina benteng yang kukuh di Banda Aceh, tetapi juga untuk membina istana kesultanan.
Kesan kejayaan Khilafah Utsmaniyah menghalang Portugis di Lautan Hindi tersebut amat besar. Diantaranya mampu mempertahankan tempat-tempat suci dan jalan-jalan untuk menunaikan haji; kesinambungan pertukaran barang-barang India dengan pedagang Eropah di pasar Aleppo (Syria), Kaherah, dan Istanbul; serta kesinambungan laluan perdagangan antara India dan Indonesia dengan Timur Jauh melalui Teluk Arab dan Laut Merah.
Hubungan beberapa kesultanan di Nusantara dengan Khilafah Uthmaniyah yang berpusat di Turki nampak jelas. Misalnya, Islam masuk Buton (Sulawesi Selatan) abad 16M. Silsilah Raja-Raja Buton menunjukkan bahawa setelah masuk Islam, Lakilaponto dilantik menjadi ‘sultan’ dengan gelar Qaim ad-Din (penegak agama) yang dilantik oleh Syekh Abd al-Wahid dari Mekah. Sejak itu, dia dikenali sebagai Sultan Marhum dan semenjak itu juga nama sultan disebut dalam khutbah Jumaat. Menurut sumber setempat, penggunaan gelaran ‘sultan’ ini berlaku setelah dipersetujui Khilafah Uthmaniyah (ada juga yang mengatakan dari penguasa Mekah). Syeikh Wahid mengirim khabar kepada Khalifah di Turki. Realiti ini menunjukkan Mekah berada dalam kepemimpinan Khilafah, dan Buton memiliki hubungan ‘struktur’ secara tidak kuat dengan Khilafah Turki Utsmani melalui perantaraan Syekh Wahid dari Mekah.
Sementara itu, di wilayah Sumatera Barat, Pemerintah Alam Minangkabau yang memanggil dirinya sebagai “Aour Allum Maharaja Diraja” dipercayai adalah adik lelaki sultan Ruhum (Rum). Orang Minangkabau percaya bahawa pemerintah pertama mereka adalah keturunan Khalifah Rum (Utsmani) yang ditugaskan untuk menjadi Syarif di wilayah tersebut. Ini memberikan maklumat bahawa kesultanan tersebut memiliki hubungan dengan Khilafah Uthmaniyah.
Di samping adanya hubungan langsung dengan Khilafah Uthmaniyah, ada beberapa kesultanan yang berhubungan secara tidak langsung, misalnya kesultanan Ternate. Pada tahun 1570an, ketika perang Soya-soya melawan Portugis, Sultan Ternate, Baabullah, dibantu oleh para sangaji dari Nusa Tenggara yang terkenal dengan armada perahu dan Demak dengan askar Jawa. Begitu juga Aceh dengan armada laut yang perkasa dan kekuatan 30,000 buah kapal perang telah menyekat pelabuhan Sumatera dan menyekat pengiriman bahan makanan dan peluru Portugis melalui India dan Selat Melaka. Musuh Ternate adalah musuh Demak.
Berdasarkan beberapa hakikat ini jelas bahawa kesultanan Islam di Nusantara memiliki hubungan dengan Khilafah Utsmaniyah. Bentuk hubungan tersebut berbentuk perdagangan, ketenteraan, politik, dakwah, dan kekuasaan.
SAMBUTAN (Reaksi – Fikrul) UMAT ISLAM DI ALAM MELAYU TERHADAP PENYATUAN UMAT
Semasa Khilafah Islamiyah dalam kesusahan, di mana beberapa wilayahnya mula diduduki oleh penjajah, muncul usaha untuk mengukuhkan kesatuan Islam yang diterajui oleh Sultan Abdul Hamid II. Beliau mengatakan, “Kita wajib menguatkan ikatan kita dengan kaum Muslim di belahan bumi yang lain. Kita wajib saling mendekati dalam ikatan yang amat kuat. Sebab, tidak ada harapan lagi di masa depan kecuali dengan kesatuan ini.” Inilah gagasan yang dikenali sebagai Pan-Islamisme. Usaha menguatkan kesatuan Islam sampai ke Nusantara.
Snouck Hourgronje, penasihat Belanda, sentiasa memberikan maklumat kepada pemerintah Hindia Belanda bahawa ada usaha gerakan Pan-Islamisme untuk memujuk raja-raja dan pembesar-pembesar Hindia Belanda (kaum Muslim) untuk datang ke Istana Sultan Abdul Hamid II di Istanbul. Tujuan jangka pendek yang ingin dicapai di Batavia, mengikut ulasan Snouck, adalah untuk mendapatkan persamaan kedudukan orang-orang Arab dan kemudian untuk semua orang Islam sederajat dengan orang-orang Eropah. Jika tujuan ini sudah tercapai maka orang-orang Islam tidak lagi sukar mendapat kedudukan yang lebih tinggi dari orang Eropah, bahkan boleh mengalahkan mereka sama sekali. Pemerintah Hindia Belanda amat risau bila kaum Muslim tahu bahawa Sultan Abdul Hamid II menyediakan biasiswa untuk pemuda Islam. Atas pembiayaan Sultan Abdul Hamid II, mereka masuk ke sekolah-sekolah yang tinggi untuk menerima pendidikan ilmiah dan mendapat kesedaran yang mendalam tentang kelebihan setiap muslim atas orang-orang kafir. Kesedaran dan kehinaan yang mendalam yang tidak harus mereka terima dan membiarkan diri mereka diperintah oleh orang kafir. Jika mereka telah menyelesaikan pelajaran dan telah menamatkan ibadah haji ke Mekah, mereka diharapkan dapat berperanan mengembangkan pemikiran Islam di daerah mereka.
Usaha pengukuhan kesatuan ini terus dilakukan. Pada tahun 1904 telah ada 7 hingga 8 konsul (utusan) telah ditempatkan Khilafah Utsmaniyah di Hindia Belanda. Diantara kegiatan para duta ini adalah mengedar mushaf al-Quran atas nama sultan, dan karya-karya teologi Islam dalam bahasa Melayu yang dicetak di Istanbul. Di antara kitab tersebut adalah tafsir al-Quran yang di halaman judulnya menyebut “Sultan Turki Raja semua orang Islam”. Istilah Raja di sini sebenarnya adalah kata al-Malik yang bererti pemimpin, dan semua orang Islam mengantikan istilah Muslimin. Jadi, sebutan tersebut menunjukkan pengisytiharan Khalifah bahawa beliau adalah pemerintah umat Islam sedunia. Hal ini menunjukkan bahawa khilafah Uthmaniyah terus berusaha untuk menyatukan kesultanan Melayu ke dalamnya, termasuk melalui penyebaran al-Quran.
Sebagai tindakbalas terhadap gerakan penyatuan Islam oleh Khilafah Uthmaniyah ini, terdapat beberapa pertubuhan pergerakan Islam di Alam Melayu yang mendokong gerakan tersebut di Hindia Belanda. Abu Bakar Atjeh menyebutkan di antara pertubuhan itu adalah Jam’iyat Khoir yang didirikan pada 17 Julai 1905 oleh keturunan Arab. Karangan-karangan pergerakan Islam ini di Nusantara dimuatkan dalam akhbar dan majalah di Istanbul, di antaranya majalah Al-Manar. Khalifah Abdul Hamid II di Istanbul pernah mengirim utusannya ke Indonesia, Ahmed Amin Bey, atas permintaan dari kumpulan tersebut untuk mengkaji keadaan umat Islam di Indonesia. Akibatnya, pemerintah penjajah Hindia Belanda melarang orang-orang Arab mengunjungi beberapa daerah tertentu.
Pertubuhan pergerakan Islam lain yang muncul sebagai sambutan positif terhadap penyatuan ini adalah Sarikat Islam. Bendera Khilafah Uthmaniyah dikibarkan pada Kongres Nasional Sarikat Islam di Bandung pada tahun 1916, sebagai simbol perpaduan sesama muslim dan penentangan terhadap penjajahan. Ketika itu, salah satu usaha yang dilakukan Khilafah Uthmaniyah adalah menyebarkan seruan jihad dengan atasnama khalifah kepada segenap umat Islam, termasuk Indonesia, yang dikenal sebagai Jawa. Di antara seruan tersebut adalah:
“Wahai saudara seiman, perhatikanlah berapa negara lain menjajah dunia Islam. India yang luas dan berpenduduk 100 juta muslim dijajah oleh sekelompok kecil musuh dari orang-orang kafir Inggeris. 40 juta muslim Jawa dijajah oleh Belanda. Maghribi, Algeria, Tunisa, Mesir dan Sudan menderita dibawah cengkaman musuh Tuhan dan RasulNya. Juga Kuzestan, berada di bawah tekanan penjajah musuh iman. Parsi dipecah-belah. Bahkan takhta khilafah pun, oleh musuh-musuh Tuhan selalu ditentang dengan segala macam cara”.
Hakikat ini memberikan gambaran bagaimana Khilafah Uthmaniyah member dokongan dan bantuan kepada kaum Muslim Indonesia serta memandangnya sebagai satu tubuh, bahkan menyeru untuk membebaskan diri dari penjajah musuh iman. Dalam hal ini kaum Muslim memberikan sambutan positif terhadap usaha pengukuhan kesatuan umat Islam sedunia tersebut.
Salehudin Ibrahim
IKIN
August 10, 2009 at 6:04 am
Anda ni pinter ,tapi keblinger,apa org seperti itu yang Allah kehendaki
August 26, 2008 at 6:13 am
Saidiman ini orang yang pintar bersilat lidah, namun tidak pandai dalam beragama…kayaknya dia ini bukan seorang muslim , karena jika seorang muslim tentu tau makna shayadat dan itu tidak tersermin sama sekali di semua jawabanya
September 1, 2008 at 8:46 am
bagi aku mah enjoy aja lah mo gimana?2 juga yang pasti cukup bagi aku orang bodoh sholat zakat puasa naik haji udah gak mao ribet ribut alya mo NKRI mo Islam Mo apalagi mo garuda pancasila yg penting gue amalin apa yang aku ketahui tentang islam udah gitu aza? yang gebleg mah yang gak mao ngamalin rukun islam iman
September 14, 2008 at 7:37 pm
Saya sgt mengapresiasi tulisan kang saidiman. Ini tulisan yang cukup menggugah kesadaran kita untuk hidup berdampingan, baik yang beda agama, maupun yang berbeda interpretasi dalam agama yang sama.
Harus diakui, toleransi mutlak adalah perlu dalam kehidupan kepercayaan kita. Mengapa tidak? Simpel, karena potensi keragaman sebuah kepercayaan adalah sebanyak jumlah manusia di bumi.
Si A dan si B sama-sama beragama Hindu, tapi apakah pemahaman individual terhadap apa yang mereka persepsikan sama, adalah identik sama? Tentu saja jawabannya adalah tidak!
Pemahaman, interpretasi, dan kepercayaan seseorang terhadap sesuatu adalah sangat dinamis dan bersifat tidak identik. Oleh karena itulah, opini di postingan ini menjadi penyejuk baru bagi nafas kebersamaan.
Buat kang Saidiman, teruskan pencarian Anda dalam tentang ke-Islaman Anda!
Walau saya non-muslim, saya selalu yakin tentang idiom barat: “There are so much truths out there!”
Dan kali ini, saya sepakat dengan kebenaran logika yang Anda paparkan.
Semoga Tuhan berkati anda!
September 15, 2008 at 6:30 am
Mari kita kembali kpd pembukaan UUD yg berbunyi: “Atas berkat rahmat Allah…”.
rahmat Allah itu hanya ada di Syariat Islam, jd para pendiri bgsa ini menginginkan penerapan Syariat Islam
September 7, 2009 at 3:43 am
kok pad gebleg ya, kita ini sudah negara islam. coba plototin dalam pembukaan UUD yang bunyinya ..“Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa ..”. bedanya cuma dalam hal bahasa.
September 16, 2008 at 8:18 am
darah penulis artikel ini pun halal!hidup syari’at!dan pancung kepala orang-orang islam yang menolak hukum alloh di bumi indonesia
August 3, 2009 at 6:45 am
alloh itu adanya di arab sana lo, mau aja dibohongi orang2 arab, semua harus sama dengan orang arab, pakaian, makanan, adat istiadat dll.
August 13, 2009 at 4:18 am
Sdr Rizky yg saya hormati
Sebelum anda berkata-kata, berfikirlah dahulu. Nabi kita Muhammad saw tak pernah mengajarkan kekerasan dalam kehidupan bermasyarakat.
Marilah introperksi diri sebelum menilai orang lain.
Sesungguhnya hanya Allah SWT lah yang maha tahu… (n_n)
September 16, 2008 at 12:12 pm
Mas Saidiman,
Pada alinea terakhir Anda mencontohkan Rasulullah Muhammad sebagai pembaharu, ditambah kalimat ‘meskipun dengan itu beliau harus dicerca’.
Perlu diingat, Rasul ketika itu adalah minoritas.
Sekarang Ustadz Baasyir sedang berusaha melakukan perubahan/pembaharuan, mengembalikan ummat Islam kepada Allah SWT dari penyembahan kepada selain-Nya. Dan untuk itu dia Anda cerca?
Bagaimana ini?
Kita tentu tidak ingin Anda menjadi Abu Jahal/Abu Lahab di jaman modern?
August 10, 2009 at 6:13 am
hti hati DAJAL bisa pake sorban ,kalau ceritanya tentang Islam
September 11, 2009 at 8:22 am
sorry.. mas excaxta..!
dari komen-komen lo di forum ini gw tangkap lo cuma bisanya memaki dan menghina..
akhirnya terbawa deh bahasa gw bahasa hinaan..
lo tuh yang DAJJAL.. komentar lo gak berbobot.. kalo lo memang gak sepemikiran dengan orang lain gunain argumen menurut dalil agama yang lo yakini biar gw dan yang lain tau sejauh mana pengetahuan lo atas agama yang lo anut dan atas islam yang lo benci, jangan hanya bisa menghina seseorang dan agama lain tanpa bisa berargumen yang jelas…
tapi gw yakin lo orang beragama juga walaupun gw gak tau lo agamanya apa..
September 26, 2008 at 6:56 pm
assaammualaikum….
menarik jg artikelnya,
aq bkn penganut islam yg fanatik, blom bs menjalani ajaran islam sepenuhnya, artinya…
aq sholat jarang, alkohol jalan, puasa oke, maksiat yes,walaupun aq tau jd islam ngga boleh stengah2. tp aq ngga mau kaau anaku dan generasi dibawahku ikut seperti aq. yang hanya menjalani sunah hanya sahadat, khitan, kawin dan mati. walau pikiran q enggan menerima syariat, tp nurani dan naluriku sangat merindukan suasana islami yang sejati. bg penetang syariat…kalian harus fahami betul apa itu syariat…setau aq daam islam kaum minoritas sangat diindungi. bicara HAM, para pejuang syariat jg PUNYA HAK UNTUK HIDUP LEBIH TERARAH bro…
PANCASILA DAN UUD Adalah buatan manusia yang masih bisa salah, TP ALQURAN DAN HADIST siapa yang menyangsikan,Bagi yg meragukan itu…keluar aza jgn pake embel2 islam lg…Allah Nga kan pensiun menjadi Tuhan. So, jgn ngaku Isam deh KLo menolak hukum2 nya.
INTINYA : SYARIAT …??? SAPA TAKUT…:d
October 26, 2008 at 9:18 am
saidiman kalau nulis itu pakai otak, jangan pakai otak bawah pusar, sukanya menjelek-jelekkan syariat islam. coba kalau kamu beli peci kemudian peci itu tidak cocok di kepala kamu,apa yang akan kamu pangkas itu kepala kamu bukan pecinya.begitulah orang yang tidak suka syariat islam di tegakkan di negara ini.syariat islam di sesuaikan dengan akal pikirannya, Apakah kamu lebih pandai dari ALLOH, syariat itu datangnya dari ALLOH, tuhan yang menciptakan kamu, apakah kamu akan menolak UU yang sudah dibuat oleh ALLOH, bertobatlah sebelum malaikat maut menjemputmu itu kalau kamu masih mengakui agama yang lurus adalah islam kalau tidak ya up to you
November 1, 2008 at 4:17 am
jangankan orang yg non islam ngerti tentang islam, lha yg islam sendiri masih pada bingung, masih saling gontok2an cari benarnya sendiri, masih saling menjelek2an satu dg yg lainya (itu sesama islam), gimana dengan agama lain???????????????, saranku : cari satu sumber yg betul2 benar didalam islam itu sendiri.jangan2 emang gak ada benernya islam itu ya, aku jadi sangsi nih!!!!!!!!
November 6, 2008 at 6:50 am
anda ini seorang islam yang belum memahami islam sebenarnya, jadi mana mau orang berdiskusi dengan anda tentang islam sedangkan anda sendiri ORANG BODOH, belajarlah dahulu seblum anda memberikan pendapat tentang islam, YA KAFIRRR
November 6, 2008 at 6:54 am
saidiman you very very crass…………
November 6, 2008 at 9:41 am
bismillahirrahmanirrahim
saya hanya merasa bahwa ada ketidak adilan dalam tulisan bpk saidiman, beliau menulis judulnya saja sudah tidak adil, berkata bahwa ” Ba’asyir menempatkan diri sebagai wakil Tuhan atau juru bicara Tuhan di bumi. Ba’asyir melupakan bahwa beliau bukanlah satu-satunya ulama atau orang yang mengerti Islam”. lantas anda apa?ko bisa-bisanya memurtadkan orang tanpa alasan yang tepat, karena kalo saya baca artikelnya, ba’asyir mengucapkan itu berdasarkan kalamullah, yang intinya bahwa orang yang tidak setuju dengan syariat maka dia telah murtad, jangan dikaitkan dengan jumlah muslim diindonesia yang banyak, tetapi tapi lihat dari sudut syariat, di indonesia umat islam itu banyak, tapi banyak juga yang murtad, akui sajalah, syariat bukan hitung-hitungan angka, tapi aqidah..jangan sampe jadinya umat islam sakit hati, tapi seharusnya berfikir untuk menjadi tidak murtad itu seperti apa..dan jangan sampe anda so menjadi pahlawan pembela umat yang pada kenyataan banyak yang murtad,mungkin anda juga tidak sadar bahwa tulisan anda di atas salah satu pemecah umat islam dan menggoyahkan beberapa pembaca akan keislamanya,yang pada akhirnya membenci umat islam yang lain, saya rasa seharusnya bukan seperti itu anda menulis,saya baca komentar diatas ada yang tidak yakin akan benarnya islam. mari kita berfikir kembali dengan jernih, wallahu a’lam..
November 10, 2008 at 2:39 pm
too my friend, Saidiman
Kang, teruslah berjuang . aku mendukungmu. islam adalah Rahmatan lil alaamiin. islam adalah rahmat bagi seluruh alam.alam ini khususnya indonesia ada orang islam, kristen, hindu dan budha dan masih banyak ideologi2 lainnya. Kalau memang rahmat itu untuk seluruh alam,kenapa umat islam sendiri di bom oleh orang-orang yang mengaku islam?kenapa orang islam sendiri dipentungi oleh sebagaian kecil orang yang mengaku islam?
Kang, Aku setuju dengan OPini-opinimu.
semoga allah mengampuni dosa2 kita dan orang2 yang menjelek2kan saudara islam lainnya. Amien.
November 10, 2008 at 2:42 pm
“saidiman kalau nulis itu pakai otak, jangan pakai otak bawah pusar, sukanya menjelek-jelekkan syariat islam. coba kalau kamu beli peci kemudian peci itu tidak cocok di kepala kamu,apa yang akan kamu pangkas itu kepala kamu bukan pecinya.begitulah orang yang tidak suka syariat islam di tegakkan di negara ini.syariat islam di sesuaikan dengan akal pikirannya, Apakah kamu lebih pandai dari ALLOH, syariat itu datangnya dari ALLOH, tuhan yang menciptakan kamu, apakah kamu akan menolak UU yang sudah dibuat oleh ALLOH, bertobatlah sebelum malaikat maut menjemputmu itu kalau kamu masih mengakui agama yang lurus adalah islam kalau tidak ya up to you”
ya…allah..coba lihatlah kang, menurut kang saidiman, apakah orang seperti ini syariatnya udah bener kang?opo yo lek moco al-Qur’an wis Fasih temen?
November 14, 2008 at 6:36 am
Abu Bakar baasir , ANJINGGGGGGGGGG.., BABI………MONYET ……SETAN IBLIS.
Celana dalam saja tidak besrih, bagaimana kamu bisa menafsir orang lain dengan kalimat Kafir ???
dasar Bejat. setan. Kamu adalah Ustad yang paling Goblok di indonesia. pantas saja kamu di usir dari malaysia.
bangsat kamu abu bakar baasir.
August 10, 2009 at 6:18 am
beliau ini marah karna merasa Islam yang dianutnya di acak acak oleh org seperti ba’asyir,tul kan Mas Achmad!!!
sabar masss
December 8, 2008 at 6:26 am
Bismillah
Semoga Alloh yg Maha Benar memberikan hidayah untuk sodara Saidiman dan orang2 yg seperti beliau untuk menerima kebenaran Islam. Untuk tidak mengaktualisasikan islam hanya dalam ritual2 saja. memberikan hidayah agar beliau mau ngaji Ilmu agama. Semoga Alloh jg menjadikan Soadara Saidiman dan yg sebangsanya sebagai asbab hidayah bagi orang lain.
Allohummahdina wahdibina waj’alna sabaaballimanihtada…Allohummahdinaasa jami’an….
Amin 1000X
January 16, 2009 at 2:22 am
Ummu Habibah says…
Maju terus Abu Bakar Ba’Asyir…. anjing mengonggong kafilah berlalu!!!
biar saja orang-orang bilang ini itu, orang bodoh jangan kan mengerti belajar saja tak mau.
Allohu Akbar!!!
August 10, 2009 at 10:16 am
Berarti anda KAFIR!!ANJING!!MURTAD!!FASIQ!!MUSRIK!!dll…apalagi cercaan dalam bahasa Islam???
January 16, 2009 at 2:24 pm
Maju terus ust. Abu bakar Basyir. Syariat Islam akan menyelesaikan masalah..
January 27, 2009 at 7:09 am
Nampaknya para pendukung Abu Bakar Ba’Asyir sangat tidak toleran dengan orang yang memiliki pandangan yang berbeda dan lebih parah lagi sampai meng-kafir2kan, bahkan sampai menghalalkan darah orang yg berbeda tersebut (ini ciri khas islam fundamentalis). Apakah ini yang diajarkan oleh agama yang katanya dari Tuhan (Allah SWT)? Tanyakan pada hati nurani masing2 (kalau masih punya).
Diskusi hanya dapat dijalankan jika kita duduk bersama dalam posisi yang setara dan saling menghargai.
February 18, 2009 at 2:01 pm
Waduh Kang diman ini alamatnya dimana, dan nomor telepon nya berapa ya. orang kok pinter banget berdiplomasi nyerempet hal hal yang berbau “jalan sukses menuju neraka”
February 21, 2009 at 3:24 am
islam itu tidak butuh orang² yang phobi terhadap syariat islam ,, apakah anda tidk membaca Al-qur’an surat Al-Maidah ayat 44“ Barangsiapa yang tidak memutuskan dengan apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang Kafir”
jelas sekali ayat itu maka yg mengkafirkan itu bukan ustad Abu tapi Allah.dan ayat An-Nisaa: 59 “ Jika kalian berselisih sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Quran) dan Rasul-Nya (As-Sunnah), jika kalian memang beriman kepada Alloh dan hari akhir.
bukan malah kepada rakyat (DPR),, apakah anda bangga dengan kekafiran anda dengan menganut agama demokrasi (yang menuhankan rakyat)??
trus yang berbahaya itu syapa anda atau ustd. Abu,,apa anda yg menyebarkan pemikiran liberal yang merusak akidah islam yg anti syari’at, atau ust.Abu yang mengajarkan Islam secara kaffah..
August 16, 2009 at 4:10 pm
Sdr cungkers ,kl belajar beragama jgn cuma kulitnya saja, biar tau ,apa rasa orng Ber Tuhan.kl cuman yang anda Pelajari, Wong Chino aja bisa .apa payahnya ,membaca dan menghapal.jadilah Isalam yang sesungguhnya.Dgn Izin ALAH saya siap menjawab apa yg Anda belum tau,tentu saja dgn prsaudaraan kita sebagai Muslim
wassallam
March 1, 2009 at 3:46 pm
Akhi bagaimana pandangan antum mengenai dakwah nabi musa kepada fir’aun,..?
bukankah Allah memerintahkan Nabi MUsa untuk mendakwahinya dengan perkataan yang lembut..!!
trus kalo kita amati.. sekarang banyak kaum muslimin yang hobinya menghujat pemerintah, dan mengkafirkanya.. apakah ini menunjukkan kelebihannya dengan dibandingkan sama Musa, yang statusnya adalah Nabi dan Rosul Allah.??
Apakah penguasa kita, antum nilai lebih jahat dan lebih durhaka kepada Allah dari pada Fir’aun yang telah menyatakan dirinya sebagi tuhan..!!!
ketahahuilah wahai saudaraku seiman..
Dakwah itu dengan hikmah,
dan dakwah yang pertama kali dilaksanakan adalah dakwah tauhid..
Nabi dan Rosul memulai dakwahnya dengan dakwah tauhid…
Apakah antum merasa lebih hebat dari para rosul, sehingga antum menyelisihi mereka terutama dalam hal dakwah!!!
sekarang ana tanya ke antum, dakwah apa yang telah antum terapkan sehingga antum dengan beraninya menyatakan penguasa kita adalah penguasa kafir…
Antum ketika berdalil, jangan ditafsirkan dengan pemahaman antum sendiri…
pada Al-qur’an surat Al-Maidah ayat 44, yang dimaksud kafir adlah kafir yang tidak mengeluarkan pelakunya dari islam, dan ini adalah tasfirannya sahabat nabi dan para ulama ahlus sunnah!! bukan tafsiran ana.!!
Mengkafirkan seseorang itu ada syarat2 nya akhi… dan ada yang berhak menentukannya…
bukan semua orang berhak menentukan…
ketahuilah sesungguhnya Allah tidak merubah suatu kaum, sampai kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri[al-ayat]
March 1, 2009 at 3:58 pm
Hendaklah kita jaga nama baik agama kita bukan malah mencemarinya..
Untuk orang non muslim…
Kalian jangan melihat islam dari orang2 nya, akan tetapi lihatlah islam dari ajarannya yaitu yang sesuai dengan alqur’an dan sunnah.
March 1, 2009 at 4:06 pm
klo kalian masih katakan “orangnya aja kya gini bagaiman ajaranyanya??” maka aku jawab
“sesuai nggak dengan alqur’qn dan sunnah”
klo gak sesuai, berarti bukan ajarannya.. tapi orangnya[oknum]
abdul4ziz@yahoo.co.id
March 7, 2009 at 4:59 am
insya Allah…..
saya islam fundalisme
saya islam fanatik
saya islam garis keras
saya islam apapun yg dikatakan orang kafir
yang penting dan pasti HIDUP SESUAI DENGAN SYARIAT ISLAM sesuai tuntunan Allah dan RosulNya adalah jalan keselamatan di dunia terutama akhirat karena akhirat adalah hidup kekal abadi…aamin.
August 16, 2009 at 4:30 pm
Kasihan Anda Komala
March 10, 2009 at 8:31 am
Kalo saja orang2 JIL bisa memahami makna demokrasi, tidak seharusnya mereka anti terhadap perda2 syariah atau yang berbasis syariah, kan munculnya perda itu juga berlandaskan proses demokrasi? Hal ini persis ketika Amerika dan dunia tidak mengakui HAMAS sebagai pemenangm pemilu palestina. Apa salahnya perda/UU yang dilandasi oleh syariah selama memberi maslahat untuk orang banyak? Apa salahnya UU zakat? APA salahnya UU anti pornografi? Apa salahnya satpol PP yang merazia tempat maksiat, karaoke berprostitusi, kafe2 cabul, minuman keras? Saya tanya ke orang2 JIL, pak durrahman wahid dan semua yang anti syariah? Kalo kita bisa menerima UU kolonial menjadi rujukan , kenapa anda alergi merujuk pada hukum islam? Selama hukum 2 barat( kolonial ) bagus untuk diterapkan di In donesia, tentunya kita juga ga boleh sewot ketika hukum2 islam juga dijadikan rujukan.Tidak semua kata2 ustadz Abu mengandung kebenaran, tapi tidak juga kata2 bang diman, durohman wahid dan kawan2 di JIL aman untuk dikonsumsi. mari kita pakai nurani yang jernih untuk menangkap segala permasalahan, bukan dengan emosi atau rasio berpikir yang sok ilmiah.Ingat…rasio berpikir kita ada batasnya tergantung dasar pendidikan,lingkungan dan kematangan tentunya..
March 10, 2009 at 8:41 am
Nambah dikit ya…
Saya seorang muslim yang awam, belum bisa menerima sistem khilfah, tapi neg dengan sistem demokrasi, mohon di jelaskan bagaimana teknisnya penerapan khilafah dalam kondisi saat sekarang dimana negara2 muslim aja masih ga peduli dengan konsep khilafah? Mungkin ada temen HTI yang mau kasih solusi? Gimana kalo kita ikutin dulu aja apa maunya demokrasi, dengan meniru keberhasilan HAMAS, Ikhwanul muslimin, dan FIS di Aljazair? KAn mereka menjadi pemenang demokrasi dengan hanya bermodalkan iman dan taqwa?
March 17, 2009 at 3:07 pm
Saya tidak anti syariat sejauh itu lahir dari proses demokratis dan menghasilkan produk perundangan yang demokratis pula. Yang dimaksud demokratis bukan hanya mencerminkan suara terbanyak, melainkan juga mengakomodir semua kepentingan atau setidaknya tidak mendiskriminasi kelompok minoritas.
Saya juga tidak sepakat dengan upaya Amerika dan sekutunya yang mendeligitimasi hasil pemilu demokratis yang memenangkan Hamas di Palestina, FIS di Aljazair, dan AKP di Turki. Akan tetapi, kita perlu terus waspada terhadap orang-orang yang sebetulnya tidak setuju dengan sistem demokrasi tetapi menggunakan sistem ini untuk meraih kekuasaan, lalu kemudian akan memberangus sistem demokrasi itu sendiri. Perilaku seperti ini sungguh munafik dan tercela.
September 11, 2009 at 8:42 am
kang sidiman…
coba jelaskan kepada kami, di negara mana yang menurut anda paling demokratis dimana umat islam yang minoritas dilindungi dan diakui hak-haknya seperti warga negara lain…
coba jelaskan kepada kami kedemokratisan negara-negara tersebut kepada warganya atau warga negara lain yang tinggal disana terutama yang tidak seagama dengan mereka khususnya islam…
tolong sampaikan juga kepada kami, berapa jumlah mesjid yang ada di Amerika, dan Inggris dan di negara-negara yang jadi acuan kedemokratisan anda..
dan tolong bandingkan kepada kami sebagai gambaran keberadaban mereka berapa jumlah korban dari para teroris, al-qaeda, jama’ah islamiyah, taliban, saddam hussein, hammas, dan organisasi-organisasi yang dianggap pengacau, dibanding “penegakkan HAM dan demokrasi” oleh mereka di Irak, Afganistan, Palestina…
sekali lagi, mohon penjelasan anda
March 17, 2009 at 3:11 pm
Akal.
Sering sekali saya diserang dengan mengatakan bahwa akal itu terbatas. Saya setuju. Tetapi bukankah anda yang menggunakan akal juga ketika mengatakan pernyataan itu? Anda kan bukan Allah SWT. Oleh karena itu, klaim Anda dan klaim saya bisa benar, bisa juga salah. Tergantung pada argumentasi apa yang kita bangun. Sekalipun Anda mengatakan bahwa Anda mendasarkan diri pada Allah, bukankah itu tetap Anda yang mengatakan. Allah tidak berbicara langsung. Andalah yang berbicara mengatasnamakan Allah.
September 11, 2009 at 8:59 am
betul kang…
dan anda pun tidak bisa mengklaim kebenaran anda terhadap kebenaran yang abu bakar baasyir yakini…
saya sedikit mengernyitkan kening dan masih belum mengerti tentang cara berfikir anda, satu sisi anda mengagung-agungkan kebebasan berpendapat, tapi disisi lain anda mengatakan bahwa abu bakar baasyir telah melakukan pemurtadan karena pernyataannya, ini kontradiksi sekali dengan pernyataan anda diatas..
sederhana saja, anda juga bukan Tuhan, mengutip dari pernyataan anda. Dan andapun tidak berhak menyatakan abu bakar baasyir itu murtad..
September 11, 2009 at 5:54 pm
Nggak ada pernyataan saya yang mengatakan Abu Bakar Ba’asyir murtad. Justru karena kita bukan Tuhan, maka tidak boleh ada yang memaksa orang lain mengikuti suatu pendapat. Yang bisa kita lakukan adalah berdebat dan saling bertukar argumentasi. Yang saya lakukan kepada Abu Bakar Ba’asyir adalah mengajukan argumentasi, bukan memaksa dia mengikuti pendapat saya. Dan saya sama sekali tidak mengancam atau mengkafirkannya. Tapi coba lihat apa yang dilakukan oleh Abu Bakar Ba’asyir dan para pengikutnya. Mereka sangat mudah mengkafirkan dan melaknat orang yang tidak sepaham dengan mereka. Saya akan mempertahankan pendapat saya, tapi tidak akan mengkafirkan dan melaknat orang yang berbeda dengan saya.
October 13, 2009 at 7:01 pm
masalah nya satu org abu bakar baasyir bila salah berucap ,beribu ribu orang dibelakangnya akan menjadi kacau dibuatnya ,kalau ini terjadi ,akan betul betul menjadi keprihatinan kita sebagai Muslim,tapi jika kalimat saya yang salah, tidak ada banyak orang yang akan ikut masuk jurang , Paham!!!!
October 7, 2009 at 2:37 pm
KANG SADIMAN BERBICARA ATAS NAMA IBLIS
October 8, 2009 at 3:33 pm
Anda sendiri berbicara atas nama siapa? Semoga Anda tobat dan menyudahi kelakuan memalukan Anda menuduh tanpa penjelasan apapun seperti itu.
March 21, 2009 at 11:35 am
Wahai.. yang bicara tanpa dalil.
apakah kalian bangga akan akal kalian…?
silahkan buka ini :
http://millahibrahim.wordpress.com
October 15, 2009 at 3:59 pm
Sdr ku justru org yang selalu mengatas namakan Syareat, yang menandakan pola pikirnya selalu pake akal,,dan akal akalan,sehingga bila akal nya telah terfokus pada satu Hal ,sulit memandang jernih pendapat orang ,walau mungkin itu benar,Syareat Islam akan berdiri tegak bila Islam telah duduk dalam Qalbu nya ,tapi bila Islam hanya duduk dalam Akalnya saja,Niscaya banyak virus didalam nya,karna Syareat yang dibanggakan,Hanya akan dijalankan sesuai penangkapan Akal nya saja ,Bukan dari Hasil Muaraqabah Dengan TuhanNya,sehihngga Amarah pun terlupakan kalau itu adalah Hitir dari As Syaitan,Karna sesungguhnya Hanya org2 yang bertaut selalu Dengan Allah saja ,dimana Syetan tdk bisa menghampirinya
April 3, 2009 at 8:32 am
artinya ketika semua perda baik yang berbau syariah maupun tidak sudah di putuskan , ga ada lagi yang perlu di perdebatkan , toh sudah melalui mekanisme demokrasi yang benar, trus maunya gimana? Kalo ada yang tidak bisa menerima keputusan itu ya wajar aja, kan masing2 orang berbeda pendapat. Yang tidak bisa menerima keputusan sama artinya tidak paham demokrasi. Orang muslim di bali harus mau menerima perda nya orang bali ketika ada larangan azan di masjid sat hari raya nyepi, jangan sampai ada tirani oleh minoritas seperti yang terjadi selama ini. Kaum minoritas meras terdiskriminasi oleh perda syariah, apa ruginya bagi mereka kalo ada perda zakat, anti minuman keras dan pelacuran . toh semuanya juga ga bertentangan dengan pancasila? aneh….
Demokrasi..
Pernahkah kita berfikir sebentar saja untuk mengenyampingkan sistem demokrasi? Apa ga ada cara lain untuk menuju kemakmuran selain dengan demokrasi? Bisakah kita berpikir menyimpang sedikit saja dari kebiasaan? Katanya akal kita ga ada batasnya ?
April 3, 2009 at 8:46 am
Ketakutan akan terberangusnya demokrasi oleh partai tertentu kayaknya sengaja anda arahkan ke partai2 islam modern ( FIS, PKS dll , yang mungkin anda anggap berbau wahabi, emang kenapa kalo wahabi?)Tapi sejarah membuktikan belum ada partai islam modern yang melakukan hal itu, yang ada adalah kekuatan militer dan dur rohman wahid. Dia memberangus demokrasi di tubuh PKB, partai yang dia bentuk. Jadi sudah seharusnya anda waspada terhadap orang2 seperti Abdurrahman Wahid tersebut. Di bawah kepemimpinannya demokrasi di tubuh PKB tersumbat, yang ada penunjukan dan pemecatan pejabat partai seenak udelnya sendiri, dia anggap ibarat ayam orang NU di luar PKB adalah tai, yang ikut PKB adalah telornya, berarti kyiai2 di luar PKB yang jutaan jumlahnya dia anggap derajatnya hanya sekelas tai ayam , gitu kok di anggap begawan demokrasi
April 8, 2009 at 5:16 am
Oke, bagaimanapun …hari ini kita hidup di alam demokrasi, silahkan partai2 pengusung syariat menjajakan dagangannya, kalo rakyat menerima ( seperti di papua ) dan memperoleh manfaatnya, orang lain ga usah sewot deh, demikian juga kalo kader2 komunis dan liberalis mau menjajakan dagangan mereka juga silakan , yang terpenting mana yang bisa mensejahterakan rakyat, mau pake syariat islam , syariat barat, bahkan komunis sekalipun, monggo2 saja selam itu di salurkan melalui mekanisme demokrasi yang benar. Ingat dalam sistem komunis pun ada beberapa hal yang bermanfaat untuk rakyat, seperti pemerataan kesejahteraan. Setahu saya islam bukan sekedar agama tempat berhubungan umat dan kholiqnya saja, namun juga berisi sistem sosial kemsyarakatan yang sangat kaya akan nilai2 kemanusiaan. Dalam islam nilai2 positif dalam liberalisme, marxisme, sosialisme bersatu dalam satu rangkuman. Mungkin para politisi islam bisa menjembatani antara keinginan menegakkan syariat dan sifat alergi akan syariat seperti yang sedang di alami kang diman ini. Politisi islam harus sadar, meskipun mayoritas penduduk indonesia beragama islam namun islamnya mereka itu baru sebatas KTP, yang ngerti hukum Alquran paling hanya 0,01% wong baca aja ga bisa, itupun masih di tambah lagi dengan penyebaran virus anti islam yang bahkan bukan orang non muslim yang melakukan. Tapi justru oknum2 islam sendiri yeng menjadi pelakunya. IAIN yang di harapkan menjadi benteng penegak Islam, sudah menjadi kampus pemurtadan. Temen2 saya di IAIN Kalijaga bahkan sampai meninggalkan Sholat jumat hanya karena ‘menghormati tamu2 diskusi mereka ‘ dari kampus lain. Ini yang mereka anggap sebagai bentuk pluralisme, mereka bahkan sampai mengambil jarak dengan teman mereka sendiri yang terhinmpun dalam organisasi mahsiswa islam dan lebih ‘nge-fren’ kepada temen mereka dari agama lain hanya biar di anggap pluralis.Persis seperti durohman wahid yang lebih dekat kepada koleganya di PGI daripada menyambung silaturrahmi kepada orang2 muhammadiyah. Gimana mau menegakkan pluralisme indonesia, kalo perbedaan di internal islam aja dia ga mau bersikap pluralis.
April 13, 2009 at 6:17 am
Udah nggak usah dengerin komentar si Saidiman itu…, otaknya udah terlalu liberal, seribu kata dan kalimat yang anda sampaikan nggak akan pernah kena dan nyangkut dalam otaknya yang terlalu sudah kepintaran..itulah salah satu sifat2 orang liberal dan munafiq, ilmu yang dia miliki walaupun setinggi langit tidak akan pernah berjalan seiringan dengan imanya tapi nafsunyalah yang dominan menguasahi pemikiranya maka jika kebaikan datang padanya akan serta merta di tolaknya, dengan berbagai macam alasan yang sepertinya terlihat logis dan ilmiah tapi pada dasarnya racun buat dirinya sendiri yang bisa menjerumuskanya kedalam neraka, Hai saidiman janganlah kau kira akal otakmu merupakan segala galanya, janganlah mengagung2kan akalmu secara berlebihan, ilmu Allah itu maha tinggi jika engkau menganalisanya sesuai logikamu maka saya jamin tak akan sanggup dirimu mencernanya.
Biarlah saidiman berkata apa tentang islam yang sebagian kaum muslim anut di presepsikan sebagai islam radikal, garis keras, bahkan teroris sekalipun, berbeda dengan pandangan islam yang si saidiman anut itu dengan islam yang santun dan ramah serta toleran dengan tidak menyertakan pemikiran islam yang keras di dalamnya sekehendak otak dengkulnya itu, karena sejatinya hidayah memeng belum sampai pada dirinya atau memang si saidiman itu otaknya yang memang segitu, atau mungkin si saidiman sudah kena penyakit cinta dunia jadi nggak akan pernah ada dalam otaknya itu terbesit untuk menjalankan tuntunan agamanya secara menyeluruh dan kaffah.
October 15, 2009 at 4:05 pm
Apakah Anda paham dengan yang dimaksud Islaml Kafah
April 13, 2009 at 9:34 am
Saya berduka, Mujahid yang telah mengaku dapat hidayah ini ternyata belum mampu bertutur kata layaknya orang yang dapat hidayah. Mana ada orang dapat hidayah tapi kata-katanya umpatan semua. Anda itu bukan Allah, bukan Anda yang menentukan siapa yang masuk surga dan neraka.
October 7, 2009 at 2:42 pm
KANG SAIMAN BERBICAR ATAS NAMA IBLIS
April 20, 2009 at 7:33 pm
sesungguhnya agama ini mempunyai dua pedoman dasar, dan banyak perbedaan pendapat, tapi semua ulama pewaris nabi sepakat bahwa hukum islam itu harus ditegakkan, dan saya beranggapan kalau orang islam takut akan beban syariah islam, maka dia bukan orang islam,
Dan perjuangan negri ini di tumpahkan atas darah orang islam, kaum nasrani cuman menjadi penghianat saja, muak kalo lihat sejarah kaum nasrani di negeri ini, kalau kaum ini menjadi lebih banyak maka akan menjadi malapetaka bagi umat islam
April 21, 2009 at 8:25 am
Oke kang Diman, akhirnya saya mau ga mau mesti terus mengikuti blog sampeyan, komentar2 saya yang mungkin agak pedas jangan di anggap saya benci sama sampeyan , kalo benci ga mungkin donk saya ngikutin terus blog ini, mending saya nyari tema2 yang sesuai dengan kehendak saya. Kalo ada komentator lain menanggapi dengan bahasa kurang sopan, anggaplah mereka itu baru memendam amarah atas tulisan sampeyan yang meskipun halus tapi sangat menohok. Sebuah tulisan khas orang2 JIL.
Saya tidak anti JIL, wong saya itu sering mengikuti tulisan bang Ulil, Abdurrohman Wahid Fazlurahman dll, tapi pemikiran mereka kok belum ‘nyanthel’ di otak saya, apa mungkin saya ini terlalu bodho kali ya?
Semua arus pemikiran saya ikuti, namanya juga lagi nyari pencerahan. Saya sempat ngaji salafi, tapi belum menemukan kecocokan, aliran liberal seperti anda juga saya dekati. Saya tidak pernah memasang jarak dengan berbagai aliran.
Sampeyan ga perlu berduka, kalopun ada yang yang menghujat anggap aja itu sebagai bentuk perhatian dengan cara lain dari sodara kita, siapa tau kita menemukan pencerahan dari situ, selamat mengembangkan pemikiran…
May 2, 2009 at 4:24 am
Kasian amat ni orang (saidiman). Keliatan banget dia ikut-ikutan jadi liberal karena dia cuman mau duit dari JIL. Mas, ente kok tega jual “Islam” hanya karena duit to yo? Mbok ndang tobat, Mas….! Nyadar ga sich kalo ente tu ngejual agam buat perut ente sendiri. Lantas apa bedanya ente sama orang yang duduk di parlemen trus makan duit rakyat? Kasian amat deh ente tu, Mas
May 4, 2009 at 4:41 am
Bung Bentley, terima kasih atas rasa kasihannya. Semoga Anda memperoleh pahala dari Allah atas rasa kepedulian Anda itu. Kritikan (dan tuduhan) Anda itu saya terima sebagai nasehat yang baik. Tetapi saya berharap Anda juga mengerti bahwa tulisan-tulisan saya ini juga saya maksudkan sebagai masukan agar hidup kita yang singkat di dunia ini tidak salah melangkah. Saya masih berpegang pada prinsip bahwa kebenaran sejati itu hanya milik Allah, dan kita semua hanya menafsir-nafsir kebenaran tersebut. Tidak ada jaminan bahwa sayalah yang paling benar, demikian juga Anda. Itulah sebabnya diskusi menjadi penting.
September 11, 2009 at 9:22 am
benar kang sai….
saya sepakat dengan ente, bahwa kebenaran yang hakiki hanyalah milik Allah semata. Saya juga berharap semoga dikemudian hari anda dapat menuangkan ide dan fikiran anda melalui tulisan-tulisan yang menyejukan, yang mampu mempersatukan ummat tanpa dilandasi pemahaman “asal beda”.
Saya juga berdoa, semoga kelebihan anda dalam berfikir dan membuat tulisan tidak dijadikan alat untuk memperoleh keuntungan pribadi dan golongan anda dengan menjelekkan orang lain yang tidak sefaham dengan anda.
May 20, 2009 at 3:49 am
oooo… tamatan filsafat ente toh..
gak heran kalo si saidiman cara berpikirnya seprti orang gila krn tamatan filsafat.
May 22, 2009 at 4:06 am
Al-Ghazali, Ibn Rusd, Ibn Sina, Al-Farabi, Al-Kindi, Ibn Tufail, Ibn-Arabi, dan seterusnya itu adalah para filsuf. Apakah mereka juga gila?
August 10, 2009 at 5:38 am
bkn hamba Allah ,kl kalaimat nya seperti itu,hamba setan mungkin
June 5, 2009 at 7:55 am
betapa Indahnya syariat itu bagi orang-orang yang beriman,
yang tidak ragu-ragu akan Tauhidnya..
Syariah ..
menegakkan amal dan mencegah kemungkaran ..
jadi kenapa islam sendiri harus menolaknya??
sungguh tak layak ber-Islam
tanpa syariah _Nya
ASTAGFIRULLAAHHAL’AZDHIIM..
August 18, 2009 at 3:36 pm
YANG DAPAT MENCEGAH KEMUNKARAN HANYA KALIMAH ALAH YANG TERTANAM DALAM QALBU SEORANG MU’MIN,KARNA KEMUNKARAN ADALAH SETAN
June 19, 2009 at 12:32 pm
assalamualaikum.
Untuk semua saudara2ku seiman kita semua terikat dengan syahadat yang satu..
Sebagai insan Islam, kita dituntut untuk beribadah kepadaNya. Seikhlas dan semurni-murninya.
Kembalikan kepada “IhdinashshiraathalMustaqiim”.
Ayat yang minimal 17 kali kita baca setiap harinya.
Dalam menyikapi Islam secara menyeluruh, maka diperlukan koridor-koridor yang telah ditetapkan pembuat syar’i itu sendiri. Yaitu Allah azza wa jalla, sang maha bijaksana lagi maha keras azabnya..
Tidaklah arif jika “akal” dijadikan satu-satunya tangga menuju puncak menara tauhid.
Bisa bayangkan umat manusia tanpa Al Qur’an?
Selaraskan akal kepada wahyu, barulah kita susun kembali tangga pemahaman kita.
Al Qur’an adalah sumber dari segala petunjuk bagi kita umat Muslim, beserta segala tantangan hidup didunia kita saat ini.
Oleh sebab itu, saya kira dalam menghujjah sesama muslim yang memiliki perbedaan sisi pandang haruslah dilakukan dengan adil dengan kesantunan akhlaq Islami.
Kebodohan erat dengan kekerasan.
Kecerdasan erat dengan kejernihan.
Memahami adalah jembatan menuju tawwadu.
Kelembutan adalah peluru utama syiar Islam.
Barang siapa yang merasa keras atau kasar dalam bersyiar, maka sadarilah kebodohannya.
Barang siapa merasa cerdas, maka ia akan berusaha berpikir jernih.
Barang siapa merasa paham, maka ia akan semakin tunduk.
Barang siapa merasa lembut dalam berjuang demi Islam, maka sadarilah kemenangannya.
Maafkan kesalahan saya.
Wabillahi taufiq.
Wassalamualaikum.
June 21, 2009 at 2:25 pm
“La Diina Li Man La Aqla Lahu,” (Tiada agama bagi yang tidak berakal), demikian sabda Nabi.
July 4, 2009 at 1:21 pm
aturan berbau syariat hanya dapat muncul di lingkup daerah
agenda yg dibawa parpol untuk berusaha menyelipkan bau-bau syariat dalam lingkup nasional saya pikir tidak akan terjadi sebab mau tidak mau,semua ideologi harus berubah ujud menjadi format moderat (baik itu yg fundamental atau liberal)jika tidak maka akan mendapat tentangan.terbukti menteri2 yg berasal dari parpol macam itu tidak bisa berbuat yg macam-macam selama bekerja,itu karena mereka bekerja di aras nasional
yg menjadi tantangan sekarang adalah menggiatkan deliberasi publik di tingkat daerah untuk menyadarkan ketidakadilan atas perda2 syariat,apabila kesadaran ini telah tertanam maka tuntutan kepada kepala daerah akan disuarakan.niscaya popularitasnya akan turun pada pilkada mendatang.lagian saya pikir motif utama dari penerbitan perda semacam itu adalah untuk mendongkrak popularitas.bila terbukti gagal,strategi yg sama tidak akan digunakannya
salam
–pejah gesang ndherek Pancasila!–
July 18, 2009 at 10:17 pm
berarti yang ikut diforum sini belum paham, masih mengikuti paham kolotisme
July 20, 2009 at 12:29 pm
man-man kamu ngaku orang islam tapi kalau nggak faham islam jangan banyak komentar. nabi diutus oleh Allah itu memberi contoh bagaimana hidup dengan islam itu. dulu nabi juga ngatur hidup dengan islam. ngerti-ngerti belajar lagi dong biar mahami Islam yang putus-putus.
July 21, 2009 at 6:04 pm
anda bilang mau berdiskusi tapi langsung menuding orang ?
anda bilang dg cara santun tapi anda sendiri menjelek – jelekkan orang?
Dunia yang indah ini harusnya banyak orang yang bisa menahan mulut ?
Mari berfilsafat ????
Sekarang saya maw tanya anda ini apa ?
kalau jawabannya manusia (tempatnya salah dan lupa)
Apakah anda ini Nabi ?
Di Zaman Nabi ada banyak orang seperti anda?
Filsafat Islam?
Anda suka berpikir?
Apa bedanya anda dg fir’aun?
anda orang islam yg menolak hukum allah sdgkn firaun kafir yg tegas menolak hukum allah
Apa bedanya benar dg pembenaran?
hak dg bathil anda ini subhat samar bahkan anda ini sesat.
Apa anda tau arti kebenaran?
kebenaran itu yang datg nya dr ALLAH dan rasulnya bukan dari Ulil dan Anda
Intinya anda itu telah tersesat dan disesatkan ALLAH . jelas
Moga 2 anda akan murtad saja..biar jelas
Umar Bin khattab : anda 2 ini dan gusdur cs halal darahnya..
lihat Gus Dur sakit sakitan.
lihat matinya nur cholis majid penuh dg penyakit (orang munafik )
orang seperti anda itu tidak dicintai ALLAH !!!!
ALLAH menyesatkan dan membutkan hati anda !
October 15, 2009 at 4:16 pm
Lontaran Anda ini benar benar menandakan kesalahan anda dalam Berpaham,Dalam FirmanNya Allah hanya memanggil Hamba hambaNya yang berhati Lunak dan Tenang
July 22, 2009 at 4:34 am
Tasdi…
tunjukin ke gw, mana ada negara islam itu sejahtera, aman dan damai. (Irak, Iran, Arab ( itupun karena minyaknya, bukan manajemen islam), palestina, kurdi)
Indonesia mau kau jadikan seperti itu dengan syariat?…
July 22, 2009 at 5:29 am
Ya deh pak Adn. Anda ini paling Islam, yang lain semuanya kafir dan sesat. Mungkin kalau Nabi yang menentang pendapat Anda, Anda pun akan menudingnya sesat dan kafir. Anda ini seperti Allah saja, tahu mana yang kafir dan mana yang sesat. Semua kebenaran telah Anda ketahui. Baguslah. Berarti Anda tidak perlu belajar lagi.
September 11, 2009 at 9:26 am
nah, kata-kata ini jika dibalik oleh saya kepada anda terkait judul tulisan diatas, gimana kang..?
October 13, 2009 at 7:13 pm
masalah nya satu org abu bakar baasyir bila salah berucap ,beribu ribu orang dibelakangnya akan menjadi kacau dibuatnya ,kalau ini terjadi ,akan betul betul menjadi keprihatinan kita sebagai Muslim,tapi jika kalimat saya yang salah, tidak ada banyak orang yang akan ikut masuk jurang , Paham!!!!
July 24, 2009 at 6:48 am
Islam memang untuk semua ummat, jadi syariat dan khalifah memang harus ditegakkan. Harga Mati. Orang yang ngaku Islam tapi menentang syariat Islam jelas murtad.
October 14, 2009 at 9:21 am
Pemahaman sdr Didi ini hanyalah sampai di otak saja ,apa payah nya asal org mau membaca dan menghapal,dari mana anda tau seseorang Murtad,selama saya membaca forum ini,tidak ada tulisan yang menyatakan ,ada umat Islam menolak syareat, anda saja yang menyimpulkan nya ,kl saya liat seperti anak kecil,kl cuma bilang kafir sana Murtad sini, apa poinnya ?
July 24, 2009 at 7:08 am
Komentar ke pak said. Anda tahu gak arti demokrasi sebenarnya? Jgn ikut2an aja! Dalam Islam pemerintahan Demokrasi tidak ada, yang ada pemerintahan Khilafah. Pemerintahan Khilafah dijalankan oleh seorang khalifah, hukum hukumnya berdasar Alqur,an dan Sunnah, bukan berdasar hukum yang dibuat manusia seperti di pemerintahan Demokrasi.
July 24, 2009 at 7:23 am
maaf,saya hanya ingin menanggapi komentar dari (mursyid alhaq)saya juga Orang Islam dan juga rajin dalam beribadah, tetapi saya tidak terlalu fanatik, karna fanatik yang berlebihan sesungguhnya telah merusak Islam itu sendiri, bukankah Islam Itu agama yang cinta damai, jadi kalw aksi Pengeboman apapun alasannya sangat tidak di benarkan, Hey.. Mursyid apakah kamu Tuhan yang bisa memfonis orang kafir atau tidak, dan apakah km yakin usaha kamu, Ibadah kamu diterima Oleh Tuhan, saya yakin semua orang tidak akan bisa menjawab karna ini Rahasia allah, kalaw memang tidak ada kepuasan di hati kamu, ya suddah biarkan saja itu urusan allah biar allah yang membeeri azab Dan BUkan Manusia seperti anda apakah kamu yakin Ibadah yang km kerjakan slama ini diterima oleh allah? Jawab! apakah km tidak tau penderitaan korban BOM bagaimana klw kluargamu yang mengalami, buakankah yang berhak mencabut nyawa itu Allah melalui Malaikatnya, kerjakannlah perintah Allah sebagaimana mestinya “Menjalankan Perintahnya Dan Menjauhi Larangannya” Oh ya aku tambahkan lagi Klw km tidak suka dengan Amerika ya sudah km ke Amerika sana jangan merusak Negara Indonesia jiwa Nasionalismu Nol, km yang berbuat semua yang nanggung akibatnya, Dasar Teroris biadab…! berhati binatang
July 29, 2009 at 5:55 am
Tanggapan utk cah_bagus, system khilafah sebenarnya sudah diterapkan oleh rasul dan sahabat2nya, saat itu pun jaman jahiliyah, ya seperti jaman sekarang ini. Tapi rasul dan sahabat2nya dapat menjalankannya. Dan umat2 lain yg non muslim pun dapat merasakannya, hidup rukun dan damai. Jadi konsepnya ya harus seperti yg dicontohkan rasul. Khilafah terakhir adalah khilafah Utsmaniyah, 1921. Sejak khilafah ini runtuh, mulailah ummat Islam terpecah belah, Israel berhasil merampas tanah Palestina, dll. Kalau mau info lengkap tentang Khilafah browsing aja http://www.hizbut-tahrir.or.id atau mediaumat.
July 29, 2009 at 6:15 am
Utk herry, apa benar Anda rajin beribadah?Tulisan Anda tidak menggabarkan bahwa Anda seorang yg rajin ibadah. Kalau masalah rajin ibadah Rasul yang paling rajin beribadah, rasulpun tidak pernah mengatakan nya. Tapi hidup ini bukan sekedar beribadah saja. Masalah kafir kan sudah ada diterangkan di Al qu’an dan hadis ciri2 orang kafir dan munafik. Jadi kita bisa tahu dia kafir atau tidak. Pelajari Islam secara kaffah saudaraku.
October 14, 2009 at 9:48 am
sdr didi, baiknya jangan cuma kulitnya saja yang anda pelajari.karna jika anda membaca buku perjalanan jakarta – Medan ,walau ahirnya anda fasih menguraikan,
anda tidak akan pernah nyampe ke Medan ,wong hanya membaca ,menghapal dan menyampaikan saja,hakikat tdk ada
July 29, 2009 at 8:36 am
siapa bilang di islam tidak ada demokrasi?
justru itu pelajaran besar pertama bagi ummat
khulafaur-rasyidin semuanya dipilih secara demokrasi! ada yang tidak sepakat dg fakta itu?
ijma, salah satu dasar syari’at juga demokrasi.
kenapa harus taklid sama dogma satu kiyai.
rasulullah sering menerima koreksi dari para
sahabat dalam masalah hukum, bahkan sama sekali
menyerahkan masalah duniawi kepada para sahabat.
bahkan keputusan Allah sendiri dipertanyakan dulu oleh malaikat!
“kenapa engkau akan menciptakan manusia yang
(kelak) saling berperang dan membuat kerusakan
di muka bumi?”
apa semua diatas itu bukan demokrasi?
July 30, 2009 at 2:05 am
Untuk aa, tahukah Anda sebenarnya demokrasi itu? Darimana asalnya? Dari segi bahasa demokrasi berasal dari bahasa Yunani, kata demo dan cratos yang artinya pemerintahan rakyat, dimana semua hukum dan keputusan dari rakyat melalui wakil2nya di parlemen. Saya tanya kpd Anda hukum itu dari rakyat atau dari Penciptanya? Jadi jelas dlm Islam tidak dikenal pemerintahan Demokrasi yang dikenal adalah pemerintahan Khilafah yang dipimpin seorang Khalifah, dan hukum dan undang-undang berdasar Alquran dan Sunnah. Masalah keputusan Allah, Allah lebih tahu daripada makhluk yang diciptakannya.
October 14, 2009 at 2:51 pm
Saya sangat sangat setuju kalau Allah Maha lebih tau, dari itu baiknya anda jangan merasa punya apa apa.apalagi berani mengambil kesimpulan dalam perjalanan ber agama ,sedikit saja ada ego ,maka Tuhan tidak pernah ada dalam diri anda ,Kata tuhan ” ENGKAU ADA AKU TIADA, dan KALAU ENGKAU TIADA AKU ADA”
satu lagi kenapa Ultimatum tuhan begitu keras ” SEBELUM ENGKAU MENGENAL DIRI,MEKA TIDAK AKAN PERNAH ENGKAU MENGENAL AKU (ALLAH) walau secara syareeat anda nyaris sempurna
jadi belum lah tentu kita yang merasa diri telah menjalankan segala suruhnya telah benar, Ya benar menurut kita , tapi belum tentu, menurut ALLAH
July 30, 2009 at 2:32 am
Untuk Billah, ada gak emailnya? Sy mau berbagi ilmu sama saudara! Bisa gak y?
August 18, 2009 at 5:03 pm
ILMU APA TOH
July 30, 2009 at 3:40 am
Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.
July 30, 2009 at 7:54 pm
assalamualaikum…mas said,alhamdulillah masih banyak orang islam peduli dan pintar ,seharusnya anda bersyukur,banyak ilmu yang didapat dari para saudara-saudara kita,..sudah jelaskan kebenaran dan dasar-dasarnya,knp harus keukeuh mempertahankan pendapat anda..saya pengen jawaban dari mas said,..ciri orang yahudi,ahli kitab dan nasrani itu seperti apa?..menurut Quran & Hadist
August 4, 2009 at 4:27 am
Alkisah ada sebuah perkampungan yang penghuninya mayoritas sangat doyan dengan maksiat, judi, zinah, maling dll, sedang mengadakan pemilihan ketua kampung. Setelah di data ternyata terkumpul jumlah calon pemilih sebanyak 100 orang. Secara kasat mata dari seratus orang tersebut hanya 10 yang tidak pernah terlibat dengan maksiat. Mereka terlihat aktif di musholla yang kebetulan di dirikan oleh pak Timbul. Sisanya lebih sering terlihat nongkrong di warung Pak Somad sambil mabuk, berjudi dan colak-colek pelacur yang di sediakan oleh pak Somad. Kebetulan pak Somad dan pak Timbul mencalonkan diri jadi ketua kampung. Program pak Somad: Menamabah lapangan kerja bagi penduduk dengan cara menambah jumlah kamar bagi pelacur2 piaraannya, membuka bisnis Playstation untuk anak2, memberi derma kepada penduduk miskin dari hasil bisnis haramnya sebesar 300 ribu perbulan.
Program pak Timbul: Memberdayakan masyarakat dengan membuka kursus mengaji, menarik iuran ( bukan zakat) dari orang kaya untuk di salurkan kepada fakir miskin.
Tiap hari pak Somad ngadain pesta dan bagi2 duit kepada orang sekampung, sedang pak Timbul cuma omong doang ngajak2 menuju kebaikan( emang ga punya duit). Setelah pemungutan suara ternyata pak Somad menang mutlak ( seperti prediksi mas Deni si tukang survey ). Terbukti mayoritas penduduk tetap memilih pak Somad betapapun bejatnya dia, karena pak Somad “terbukti” lebih dermawan dan “Nyata” program2nya ( karena udah terbukti bisnisnya menghasilkan banyak duit dan semua warga kebagian ) di bandingkan pak Timbul yang cuman koar2 doang, meskipun dia selama menjadi warga juga terbukti tidak pernah bermasalah, rajin kerja bakti, baik kepada tetangga, seneng nengok orang sakit , namun sayang dia miskin hingga tidak bisa bagi2 duit kepada warga, dia hanya petani yang tidak bisa menyediakan lapangan kerja ( kalo pak somad sih banyak job: jadi pelacur, operator karaoke, waitress, tukang pukul, tukang tagih, suplier arak, kondom, dan masih banyak lagi). . Atas nama demokrasi maka di lantiklah Pak Somad sebagai kepala kampung oleh pak Lurah (yang ternyata punya simpanan cewek di warung pak Somad). Inilah cerita pesta demokrasi di kampung saya.
Ada tanggapan kang Diman?
August 5, 2009 at 4:58 am
Kepada saudara – saudara < marilah kita beribadah dengan baik dan benar , ndak usah saling claim " saya yang paling benar " .Kalau boelh saya usul yang saya takutkan adalah Islam menjadi agama pemaksa dan brutal kalau pola pikir seperti ABB di terapkan ( contoh FPI , FBR , MMI , Laskar Mujahidin ) apapun tujuannya ( penegakan Syariat Islam , katanya !!! )kan ndak benar kalau dengan cara cara kasar !! dan jangan salahkan kalau ada orang bilang Islam di Indonesia itu kasar , brutal , dll .
Satu lagi
August 6, 2009 at 12:38 am
saudaraku seiman yang belum memahami makna ‘jihad’ teruslah anda mengkaji al qur’an,al hadist(shokeh)jangan memahami islam dari yang diomongkan guru kamu waktu kamu masih sd smp sma atau kuliah sekalipun,belajarlah dari ulama yang paham betul soal islam,bukan ulama yang taunya uang,ulama yang menurut apa yang dikatakan pemerintahanya merekalah yang menyesatkan umat islam,menghancurkan islam dari dalam,islam menjadi seperti buih dilautan banyak jumlahnya tapi kosong,orang islam dibatai di iraq,afganistan,bosnia dll tapi kita ndak bisa apa-apa bahkan seakan mengamini perbuatan keji parayahudi&nasrani as&anteknya itu,sungguh naaif kalian(umat islam) bila mengecap:bpk abu bakar ba’asyir,amrozi dkk,osama bin laden,dan syuhada yang lain adalah sebagai teroris,merekalah saudara kita yg berani berjuang untuk islam,merekalah pahlawan kita dalam islam merekalah syuhada kita,merekalah orang yang telah berjihad dengan bersungguh-sungguh jihad.jayalah islam,binasalah laknatullah amerika dan sekutunya dari muka bumi.AMIN
September 7, 2009 at 8:40 am
buat joe nih, daftar aja kamu jadi pengantinnya Nurdin M Top, supaya kamu masuk surganya DAJAL. Om densus ini ada satu lagi tangkaaaaaaaaap !
October 14, 2009 at 1:21 pm
Husss….t
August 9, 2009 at 3:51 pm
lagi pada ngabodor semua yaaa,,, lanjutkan….
August 11, 2009 at 3:59 am
Sebenarnya yang nulis makalah diatas siapa sich, tau gak sich masalaha syariat, atau levelnya diatas kyai atau ustadz, sehingga menyimpulkan pake pola pikir dengkul.
Agama bukan opini mas,
agama itu aturan yang jelas
Semua yang sampean tulis tuch opini, sekali lagi opini, jadi tidak berlaku bagi kalangan apapun, termasuk anak kelas satu SD yang baru belajar iqro, bahwasanya anak inipun telah melaksanakan syariat Islam.
Jangan terlalu banyak nonton sinetron, sering-seringlah kumpul di majelis dzikir, baru belajar nulis syar’i ini perlu waktu 1 tahun mas, baru bisa nulis huruf s aja, belagu lo, judul posting lo itu provokatif banget, lo abis minum khamar ya, minum tuch minuman syetan
August 11, 2009 at 9:56 am
Sebuah pulpen kita masukan ke dalam gelas berisi air. Mata lahir kita terkecoh dengan terlihat seperti mencong.
Mata saja yang jelas masih bisa terkecoh, apalagi yang abstrak. Abstrak maksud saya, bahasa yang mewakili sesuatu yang kita hanya tahu menurut perasaan.
Makanya, mau tidak mau, kita menafsir, memberikan opini dan menyumbangkan buah pikiran.
Itulah agama. Jangankah Tuhan, malaikat saja kita hanya tahu menurut perasaan (keimanan). Jadi, wajar jika pandangan tentang malaikat berbeda-beda. Ada yang bilang malaikat itu bersayap, ada yang bilang berwarna putih, ada yang bilang juga tak berwujud.
Begitu juga dengan aturan main seperti halal, haram, dll. Hingga kini kita tidak tahu maksud Tuhan yang sesungguhnya melalui nabi-nabinya, kecuali kita menafsir aturan tersebut. Karena itulah muncul, mislanya, empat madzhab fikih dalam Islam.
Contoh yang paling dekat adalah apakah dalam pernikahan perlu ada wali. Imam Syafii, yang kemudian diadopsi oleh hukum perkawinan kita, menyatakan harus. Sementara imam Hanafi mengatakan tidak perlu. Ini bentuk nyata dari penafsiran atau opini terhadap aturan main yang ada.
Jadi, sabar ya kalau dunia ini tidak akan seragam seperti yang dikau inginkan, wahai trs. Dunia ini memang diciptakan berwarna-warni, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa, untuk saling mengenal. Bukan saling memaksa apalagi membom.
August 11, 2009 at 4:02 pm
udah 3 tahun diskusinya….gak abis2, mas imin setelah 3 taon ini kayanya masih keilmiahan ya?….he..he.mudahan udah sadar yaaa…amiiin. Kita tungu aja deh di akherat ntar siapa yg benar dan salah…gitu aja ko repot…
August 11, 2009 at 6:39 pm
1.
“SIAPA SEBENAR BENAR NYA MUSUH KITA, HUSUS NYA UMAT MUSLIM DIDUNIA”
Sudahlah jelas Al Iblis lah ,yg Tren dengan sebutan Syetan,inilah sesungguh nya musuh Manusia ,Tdk akan musnah walaupun saudara Bom berkali kali , Dengan perdebatan Alot dgn klaim terbenar!!, .Iblis ini bisa saja masuk ke Org yg kebetulan Namanya orang Islam ,bisa ke Non Islam, bisa ke orang Indonesia ,Amerika,dan lainnya .Percayalah Musuh kita Al Iblis ,ini bisa masuk kedalam apa saja, karna Ia memiliki Dimensi yang tiada batas ,Baik kedalam benda mati maupun yang Hidup.Yang dirasuki Iblis / Setan ini ,mungkin yang saudaraku lihat tidak sepaham dgn Sdr ,yg katanya Penegak Syari’at dgn benar,(mhn maap menurut sy ,yg dilakukan itu blum tentu benar Di Mata Allah)Jika ada Orang Islam tidak percaya, Musuhnya adalah Iblis / Setan ,diragukan kalaulah dia Org Islam!!!. Saya kasih perumpaman yang mudah mudahan akan dimengrti, dgn logika!! oleh saudaraku semua,Hususnya Sdr ku yang mengaku islam garis keras, ” Jika menurut saya, ada banyak gelas berisi air minum ,Tiba tiba menurut saya pula, ada beberapa gelas berisi air minum ,agak berbeda dari yang seharusnya, katakanlah! Air dalam beberapa gelas tersebut, berisikan sesuatu ,yang apabila tetap tersimpan di dalam gelas berisi air tsb,akan menjadi Racun, dan harus di Musnah kan, apa musti saya HANCURKAN berikut gelas gelas nya!!!??Tentu sangatlah Bodoh , jika dihancurkan semua gelas yang menurut saya tidak layak di minum itu,Dan jika itu tetap saya lakukan !, Sudah pasti ,saya akan terkena sangsi!!! dari yang punya gelas” Silahkan Anda Melogika kan dari skala ini, Saya ingin bertanya dgn excacta. Orang yang menurut Anda ( bkn menurut Tuhan) Menyimpang, katakanlah Kafir, Murtad, atau apa sajalah sebutannya!?,menurut anda, apa penyebabnya? ,Orang bisa berbuat tak Beradab ,Apa penyebabnya?,Pendapat saya ,sekali lagi hanya pendapat saya ,jelas bukan karena dia orang Timur atau orang bule ,atau yang kebetulan orang Amerika, yang Notabene Non Muslim, Akan tetapi “Iblis” ,Syetan lah penyebabnya,Apa musti plus manusia nya yang Harus di bunuh semua!!!. Bersambung .
August 13, 2009 at 1:42 pm
Assalamu alaikum wr wb.
Sudah banyak sekali pemaparan ditulis tapi kalau Kang Saidiman msh saja tidak mau mengerti arti khilafah, kenapa diteruskan ?
Ingat orang mempelajari ttg Islam tentu tujuannya tidaklah sama.
Salah satunya untuk menghancurkan Islam.
Maaf Kang Saidiman ya,…..
Wassalamu alaikum wr wb.
August 14, 2009 at 2:10 am
yang jelas orang semacam Baasyir dan teman2nya sebenarnya tidak menyukai Indonesia saat ini, dan mereka sebenarnya musuh kita semua. Anda yangs ependapat dengan Baasyir sebenarnya menyiompan keinginan untuk memecah belah Indonesia karena syariat Islam menurut anda itu tidak ada, yang ada di kepala anda hanya tulisan2 dan fikiran2 manusia2 lain yang menulis pemikirannya dan ditempelkan sebagai “begini lho islam itu”, padahal yang mereka katakan dan jabarkan sebenarnya bukan Islam….
Jelas Abu Bakar Baasyir itu sendiri sebenarnya bukanlah orang Islam, karena beliau mengikuti tuntunan selain ALQURAN, yaitu hadits2 dan tulisan manusia lain yang dianggapnya sebgaia bagian dari ke’islaman’….
salam
LOGIC
August 14, 2009 at 6:38 am
bagi gw, selain islam ya kafir!, anehnya, ada sekelompok org islam tapi enggan berpolapikir islam, seperti jaringan iblis liberal…islam ya islam, bkn liberal…islam ya qur’an, sunnah….simple aja lah!
August 14, 2009 at 8:19 am
ALAAAAAH KOK PADA RIBUT SEMUA SEEH… BIKIN PUSING ORANG AJA…..
DARIPADA RIBUT BERDEBAT, MENDING SEGERA BERBUAT YANG TERBAIK, GITU AJA KOK REPOT!
August 14, 2009 at 11:17 am
Niat Hati ni Kawan ingin jadi Ulama besar, Tapi apalah daya ,kemampuan Hanyalah Hapalan saja ,Kl cuma Islam Hapalan Wong Cina Konghucu juga bisa ,Tapi Realisasi dari kalimah Allah itu sendiri Nol,Ilmu sabenar benarnya Ulama Allah/ Kekasih Allah “Dimana Engkau Memandang Di Situlah Wajah Tuhanmu” Dan ” Di Mana Engkau ada, Di situ Aku ( Allah) Ada” Itulah Ilmu Allah ,dimana Kekasih Allah ada terasa dekat dgn Gerbang Surga ,Yang Susah susah itu Gerbang Neraka Om,
Guru saya pernah ber Fatwa ,Umat Islam sekarang ini Sakti sakti ,gimana Tidak ,dia mampu menciptakan dalam sekejap SURGA menjadi NERAKA artinya : Negri yang damai dalam sekejap dibuat porak poranda ,apa itu bukan menciptakan Neraka? ,Lihat Di KATAR GURUN pasir Yang Gersang dengan ketakwaannya ,di ubah menjadi Negri yang subur dan Kaya, apa itu Bukan Surga!!!Bagi Generasi Muda Islam silahkan pilih mau ikut Pemimpin yang mana!?
August 20, 2009 at 4:28 pm
jgn ngbanding2in negara deh lo monyong…pindah aja ke katar sono lo jd tki indonesia…krn masalah agama mutlak menentukan ke jayaan suatu negeri yg penting dalam sebuah negeri tu bhinneka tunggal ika..la wong indonesia isiny smpah kaya lo ya ancur deh negara
August 21, 2009 at 3:02 pm
Itu hanya Contoh,kenapa bumi kita Idonesia yg subur n damai ,mau dibuat porak poranda!?,seperti di bom!!! apa tuh benar, anda ni org beragama dan berpendidikan atau Tidak,
August 21, 2009 at 3:07 pm
sebelum berkomentar tolong di baca baik baik
August 16, 2009 at 8:41 am
PAKDE,PAKDE USTADZ Baasyir itu bener, wong syariat islam itu ya buat orang islam, bukan yang lain.jadi klo orang islam itu wajib sholat,puasa, pake jilbab jika keluar rumah ya bener bisa diundang2 kan, kan perintah ALLOH masa tho perintah ALLOH salah. tentu tidak.Klo umat lain ya tidak terikat dengan perda islam, mau makan babi,mau minum bir, ya gpp kan menurut merekan hal itu tidak haram.saya mendukung sepenuhnya syariat islam berdiri tegak di indonesia
August 18, 2009 at 2:44 pm
SALAM SDR Q PRIE, TDK USAH SANGSI ,SEMUA UMAT ISLAM YAKIN AKAN HAL ITU.YANG DISANGSI KAN PRAKTEK NYA DARI ORG2 YANG INGIN MENEGAKAN SYARIAT DGN BENAR ,TAPI AHLAK SEPERTI ORG YG TIDAK BER TUHAN,
SAYA TDK MENYANGKAL SEDIKITPUN, APA2 YANG DI SAMPAIKAN USTD BA’ASYIR SELAMA ITU PENYAMPAIAN DARI AL QURAN /HADIS ,AKAN TETAPI KESIMPULAN YANG BELIAU AMBIL ,BKN DARI ISLAM ,TAPI DARI DAYA PEMIKIRAN BELIAU,MENURUT SAYA BELIAU ADALAH SALAH SATU DARI SEKIAN BANYAK PEMIKIR ,YANG MENGKAJI ISLAM ,SECARA SYARIAT SAJA DAN KEMUDIAN DISAMPAIKAN PADA PENGIKUTNYA, HASIL DARI PENANGKAPANYA SESUAI DENGAN PAHAM2 YANG TELAH BELIAU SIMPULKAN HANYA OLEH OTAK/PEMIKIRAN BELIAU SAJA ,MAAP BAGI SAYA ,BELIAU DANGKAL SEKALI PEMAHAMAN PEMIKIRAN TENTANG ISLAM,BAGAIMANA BILA BELIAU MEMBACA AYAT YANG ARTINYA ,”SHALLAT ADALAH MI’RAJ BAGI UMAT MUSLIM” ,AKAN DIARTIKAN APA OLEH BELIAU,KARNA KALAU CUMA MENGANDALKAN PEMIKIRAN SAJA ,TIDAKLAH AKAN NYAMPE ALIAS TDK AKAN KETEMU,MAAP PULA ,KEPADA PANATISME BELIAU,DGN RASA PERSAUDARAAN ,SAYA INGIN BERTANYA ” SUDAHKAH ANDA KENAL DIRI ANDA SENDIRI, JIKA BELUM!!, ANDA TIDAKKKK AKAN PERNAH ANDA DAPAT MENGENAL ALLAH, MESKI JIDAT AMPE ITEM, WALAU SEMUA RUKUN ISLAM TELAH ANDA JALANI TANPA TERLEWAT, MAAP ITU BUKAN KATA SAYA ,TAPI KATA ALLAH,SILAHKAN CARI KEBENARAN NYA ,ATAU BERTANYA PADA ULAMA YANG BENAR, KENAPA ULTIMATUM ALLAH BEGITU KERAS.DAN APA INTI DARI HAMBA YANG RELA MELEDAKAN DIRI KARNA TELAH MENDENGAR DOKTRIN JIHAD!!SAYA YAKIN NIATNYA PASTI AGAR DAPAT RIDHO ALLAH ( SURGA )DAN SEMUA UMAT ISLAM YANG RELA INI DAN ITU PASTI KARNA INGIN SURGA ,DAN JIKA INGIN SURGA HARUS DAPAT BERHAMPIR DGN YANG PUNYA SURGA. CONTOH ,TAU EINSTEIN!? (ORG YANG MENEMUKAN /MENCIPTAKAN LISTIK ) ,DI TULISLAH DALAM BUKU BELIAU ” BARANG SIAPA MELETAKAN BUKU INI DALAM GELAP!!, MAKA SEKETIKA GELAP AKAN BERUBAH MENJADI TERANG” DATANGLAH KAWAN INI ,YANG PENGETAHUANNYA PAS PAS AN, DISIMPANNYALAH BUKU ENSTEIN INI DALAM GELAP ,BERHARAP AKAN JADI TERANG,DIPASTIKAN AKAN TETAP GELAP GULITA!!!(INILAH ILMU PA USTAD BA’ASYIR), TAPI BILA BUKU ITU JATUH DI TANGAN SEORANG FROF YAMG AHLI ,DIAMALKAN NYALAH BUKU ENSTEIN TERSEBUT ,TENTU SAJA DENGAN METODOLOGI YANG BENAR ,HASILNYA ? GELAP AKAN BENAR BENAR MENJADI TERANG”( INILAH ILMU AL ULAMA PEWARIS NABI,DISEBUT DENGAN KHLIFAH ALLAH, KHALIFAH RASUL) DAN BAGAIMAN DENGAN AYAT INI ” APA BILA AL QUR’AN DILETAKAN DI ATAS BUKIT, MAKA BUKIT ITU AKAN HANCUR BERKEPING KEPING SAKING TAKUTNYA PADA KALIMAH ALLAH” APA AKAN ANDA BAWA AL QUR’AN KE ATAS BUKIT DAN MELETAKAN NYA ,AKANKAH HANCUR BUKIT TERSEBUT!!!
BEGITU JUGA PEMAHAMAN ANDA YANG MENGAKU ISLAM GARIS KERAS,BEGITULAH YANG USTAD BA’ASYIR BACA TENTANG ISLAM , SAYA PRIBADI MA’LUM KL IA MENGATAKAN PRISTIWA PENGEBOMAN YANG DILAKUKAN DI NEGRI KITA TERCINTA INI ,DIANGGAP JIHAD OLEH BELIAU,KARNA BELIAU BUKAN AHLI NYA DALAM ISLAM,HANYA TAU SYAREAAT NYA SAJA ,ARTINYA ILMU BELIAU ,BACA DAN HAPALAN SAJA, MAKA DIPRAKTEKAN NYALAH SEADA ADANYA, DARI TULISAN YANG DIBACANYA,TAPI REALISASI TIDAK ADA,JADI SAYA SE BAGAI GENERASI MUDA ISLAM ,YANG MASIH SANGATLAH MUDA INI, MENGAJAK PADA SADARA2 MUDA LAINNYA, HATI HATI DLM MENGAPRESIASIKAN PENDAPAT DARI SEORANG TOKOH, WALAU MENGATAS NAMAKAN ISLAM.NIAT BERHARAP PAHALA MALAH BALA YANG DI DAPAT,DAN SATU LANGKAH SETELAH KEMATIAN BILA ITU NERAKA, NERAKALAH IA, BILA ITU SURGA ,MAKA SURGALAH YANG DI DAPAT,MAKA, APA SALAH NYA KALAU KITA LEBIH BERHATI HATI DLM BERAGAMA ,KARNA MATI HANYA 1X SAJA
SALAM DARI GENERASI MUDA ISLAM
August 22, 2009 at 2:48 am
ass.
yah mungkin pengetahuan saya masih rendah tentang islam dan mas lebih tau ttg islam. tapi jujur mas kapan lagi kita sebagai umat islam bisa berdiri sendiri dirumah sendri dengan rule/ aturan yang sudah Alloh berikan,kapan dimulainya?apakah kita akan selalu menjadi bangsa yang tidak diukai ALLOH karena menggunakan aturan aturan bukan islam?.kapan kita mengajak semua umat muslim menuju sorga klo tidak segera dengan aturan aturan islam?.saya tanya trus siapa yang paling tau hukum islam di indonesia?loh jihad itu memang ada tho dalam islam? ustad abu bkar tidak pernah setuju dengan bom di indonesia, beliau mengatakan jihad perang hanya dilakukan didaerah konflik, jihad di indonesia hanya dengan dakwah, jihad lewat lisan karena hanya itu kita bisa mengajak kebajikan menuju jalan ALLOH.
waallaohualam.
Wassalamualakum wr.wb
August 25, 2009 at 1:01 pm
Sedalam apakah ilmu anda sebegitunya anda menilah rendah seorang Abu Bakar Ba’asyir? kalau memang anda yakin benar dan Abu Bakar Ba’asyir itu dangkal menurut anda silahkan berdebat dengan beliau jangan omong doang
August 27, 2009 at 3:54 pm
Salam sdr ku joe sofyan , yang saya nilai dangkal bkn sosok manusianya ,Pemahaman nya !!, masih banyak jalan yang lebih Indah dalam islam, daripada yang bersifat menyulut,. Menurut saya apa yang musti diperdebatkan ,AL QUR’AN Maha benar Dengan segala firmanNya,Lebih baik mari kita saling mengayomi ,Mengasihi sesama,bila ada kawan terlihat salah dalam pandangan kita masih byk cara dalam Islam ,selain dari Peperangan ,tidak perduli walau berbeda keyakinan atau berbeda Ras sekalipun.Apa pangkat kita hingga berani memperdebatkan Firman Allah??,. Saya hanyalah satu diantara manusia lainnya ,yang terdiri dari JasadNya, mataNya, Tangan dan kakiNya,dan anggota tubuh lainNya ,hingga ke RuhNya, kalupun mungkin ada sedikit Ilmu sprti yang anda bilang,itupun IlmuNya, yang mana sebenarnya punya saya!!?, semua kepunya anNya (ALLAH TA”ALA),jadi kalau anda bertanya sedalam apa Ilmu saya ,apa yang patut saya akui dari diri saya ,semua hanya kepunya anNya
Salam
August 16, 2009 at 3:55 pm
Allahu Akbar! Allahu Akbar!, Allahu Akbar
Mari Generasi Muda Islam berjiwalah Patriot Bagi bangsa , dan jadikanlah pengabdian ini ,sebagai pengabdian pada Allah dan Agama kita
MERDEKA!!!!! 17 – 08- 2009
August 16, 2009 at 5:38 pm
,Mana Iso Syetan yang sudah bersemayam dalam darah di usir dgn Syareat yang hanya, katanya! ,yang Hanya di baca!, Kalau Manusia itu dpt Manangani Syetan dlm dirinya, baik itu yang berupa: nafsu nafsu!!!,kebencian,Rasa Aku,dan sejenis lainya Hati yang Mines,barulah akan muncul Syareat yang keluar dari diri seseorang itu dgn Benar ,krn seidaknya Syetannya udah berkurang sikit,Tapi kl ada ada seseorang merasa sdh benar, dgn menegakan SAREAT dengan benar, dari hanya membaca atau mendengar, Ingat Fatwa Nabi ” kelak Perang Besar Yang akan dihadapi Manusia adalah dlm dirinya sendiri,yaitu Nafsu nafsunya sendiri,Perang inilah yag dikatakan Rasullallah ,perang yang sangat Besar,bagaimana tidak besar, kalau Syetan yang brcokol di hati Manusia baik yang Namanya Muslim atau Non Muslim,tanpa tau bagaimana cara Melawanya ,Bagaiman mungkin dapat menegakan Syariat kalau dalam diri dipenuhi Jin / Syetan yang beranak binak , Apa bisa di usir dengan cukup membaca baca saja ,atau yg katanya menegakkan Syariat, Syetanya Kabur!!!,apa bisa , Syetan diusir dgn mengeBom org org yg belum tentu jelas salah dan benarnya ? USIR DULU SYETAN YANG ADA PADA DIRI KITA, BARU MANUSIA ITU AKAN BENAR AHLAQNYA ,DI JAMIN SYARIAT NYAPUN AKAN BENAR DENGAN SENDIRINYA ,MAKA AKAN TEGAKLAH SYARIAT YANG MAHA BENAR ,KARNA DATANGNYA ,DATANG DARIPADA ALLAH TA’ALA , BUKAN DARI PRINSIP PRINSIP YANG DICERNA OLEH OTAK,BUKAN MALAH ASAL BICARA, KAFIR SANA KAFIR SINI ,TAPI SYETAN / JIN INILAH YANG BERSEMAYAM DI OTAK & DIHATI YANG MENJADI BIANG DARI KEBURUKAN MENUSIA, BUKAN KARNA DIA ORG AMERIKA!!!UNTUK KESURGA ,TIKET NYA TIDAK CUKUP HANYA DENGAN MAMBACA AL QURAN DLM OTAK SAJA ,TAPI HARUS SECARA NYATA ,FAKTA DAN REALITA,JANGAN IBLIS YANG DIBIARKAN BERSEMAYAM DIHATI KITA ,TAPI JADIKANLAH KALIMAH ALLAH YANG BERSEMAYAM DALAM RUH/HATI KITA ,INI BARU NAMANYA JIHAD (PRJUANGAN YANG SANGAAAAAT BERAT.)
August 17, 2009 at 11:42 am
Setau saya tidak ada negara satupun yang sudah pernah menerapkan syariat islam yang mendatangkan kebaikan bagi penduduknya, lihatlah dulu afganistan waktu syariat islam dibawah taliban. Yang ada adalah banjir darah orang-orang yang dipancung karena dianggap melakukan pelanggaran. Para wanita banyak yang bunuh diri dan menawarkan anaknya kepada orang asing supaya bisa terbebas dari kungkungan syariat. Lihatlah di Iran, seorang gadis dipaksa kawin semalam sebelum dieksekusi hanya karena pelanggaran kecil. Bagi kalian para wanita indonesia yang sok ikut memperjuangkan syariat islam, cobalah renungkan lagi bahwa kalian tidak akan mungkin lagi bebas bekerja, belajar seperti yang telah kalian nikmati selama ini di indonesia tanpa syariat islam. Karena syariat islam hanya memperbolehkan wanita untuk menikmati matahari tiga kali saja dalam hidupnya, yaitu pada waktu lahir, kawin, dan mati. Selebihnya harus memakai burqa dan tinggal dirumah saja.
Sistem demokrasi dengan segala kekurangannya telah banyak membawa kemajuan bagi negara-negara barat. Mereka telah banyak menciptakan kemajuan ilmu pengetahuan yang berguna bagi umat manusia, ingatlah bahwa umat islam sekarang naik haji memakai pesawat terbang yang merupakan hasil dari ketekunan orang orang di negara demokrasi. Bahkan Iran pun sekarang berusaha untuk meninggalkan syariat secara halus dengan idenya untuk mengangkat 2 orang menteri wanita. Jangan terjebak dengan segala omong kosongnya abu bakar baasyir, bagaimanapun dia itu adalah orang arab yang mencari makanm di indonesia dengan cara yang buruk. Mungkin yang mendukung syariat hanyalah kumpulan laki-laki yang haus sex karena akan bebas untuk memiliki banyak istri tanpa harus takut di gugat oleh si perempuan.
Wassalam
September 18, 2009 at 9:31 am
setuju mas,
kebanyakan wanita itu gak tahu apa yg terjadi sebenarnya di revolusi Iran dan kejadian terakhir, tapi mereka akan bilang itu kan syiah dan menunjukkan bahwa mereka itu(syiah-Sunni-Wahabbi dllnya) sebenarnya hanyalah aliran2 tersesat dari agama islam sesungguhnya yang tidak mempunyai sekte/aliran2….
Kalau kalian mau tahu, di Arab Saudi sana wanita2 indo dan bangsa lain dianggap budak(apa AlQuran mengajarkan perbudakan ?)….Semangat AlQuran adalah menghapus perbudakan dan itupun gagal dilakukan Arab Saudi….
Di Afgan saat Taliban terjadi kekerasan dan kebodohan(Apa AlQuran mengajarkan hukum rajam ? Semangat AlQuran sebenarnya menghilangkan hukum rajam itu, tapi mereka tak mau mengerti AlQuran, akhirnya jadi fatalis spt itu)
Di Iran, wah apalagi, wanita2 diperkosa sebelum dihukum mati, tujuannya agar tidak masuk sorga, alangkah dangkalnya fikiran mereka….
Semoga kita semua bisa berislam tanpa sekte dan memahami semangat AlQuran….
salam
LOGIC
semak_pagar@yahoo.com
August 19, 2009 at 9:59 am
Sorry bung, buat Allah itu no 1, stlh itu baru nyusul yg laennya. Kenapa gitu, bayangkan aja kita aja tinggal di bumi nya Allah, semuanya milik Allah, kita makan dan segalanya dari reski yang Allah anugerahkan. Trus kenapa kita gak mau / merasa keberatan menerapkan aturan aturan yang Dia buat? Dengan alasan bermacam macam yang melebihkan keduniaan. Sebaiknya kita ini harus introspeksi diri untuk apa kita hadir di muka bumi ini.Sadar gak, kita ini kan hamba Allah. Hamba ya musti ngikut aturan Tuhannya.
August 20, 2009 at 4:23 pm
bukan masalah ikt hukum mana nich..
gw tanya ma lo…lo dah bener belum..klo belum lebih baik jgn bnyk bacot baca2 aja…
August 23, 2009 at 8:08 pm
Subhanallah, terlepas dari sudah baik atau belum baik, kita harus berusaha kearah yang baik yaitu kearah yang diridhai Allah SWT. Jadi supaya kita lebih dekat pada Allah terapkankanlah Syariat Islam atau ketentuan Allah ini dalam kehidupan sehari hari. Mudah mudahan Allah memberi keberkatan pada kita semua.
August 30, 2009 at 4:55 am
MASYA ALLOH,muslim koq ngomongnya bukan seperti manusia, eh mas nouseforaname, bukan masalah mau ikut hukum mana…tapi memang aturan sudah jelas ALLOH pemilik segalanya,saya mau tanya siapa yang anda sembah ?ALLOH kan. nah klo begitu silahkan mengikuti hukumnya/aturannya.Kalau anda bikin aturan sendiri berarti anda kufur…..sama aja menistakan ALLOH, mengina Tuhan mu. Wassalam.
August 19, 2009 at 12:23 pm
hahaha,
mana ada jilbab = syariat islam….
Jangan mengikuti kitab lain ah, ikuti Alquran sajalah, niscaya anda akan melihat keslahan AbuBakarBaasyir, Osama, Top dll itu, jelas dan gamblang kesalahan dan kekafiran mereka….
salam
LOGIC
menjadi muslim dengan AlQuran saja
August 20, 2009 at 12:25 pm
sunu … kuafirr!!!!, exac au ah sapa loe setan….. saydiman bertobatlah!!!!
August 27, 2009 at 4:09 pm
Alhamdullillah
August 20, 2009 at 4:19 pm
AbuBakar Baasyir, Osama, nordin,dkk lainnya tu bangsat…lo semua yg pro ma mrka plgi pengikut mrk tu dianggep mereka cuma anjing yg bisa mrk gunain…sadar gk lo pade…mana allah ngajarin ngebom2,ngelakuin teror,g kelas lgi syp yg mati,yg mati orng2 jg ada yg islam jg..kan goblok mereka..terus terng gw islam n gk ngerti agama pe kaya mereka…tpi gw ngerti artinya cinta kasih dan indahnya perdamaian…biarlah Allah yg membayar semua perbuatan manusia tanpa kita harus menghakiminy sendiri…Allah lebih mengerti segala sesuatu dibanding kita selalu lebih mementingkan ego.
August 22, 2009 at 8:06 am
Bravo to saidiman sdh memecah belah umat Islam dlm hal syariat Islam…mg anda diberi kecerahan spy cepat bertobat…
segitu gampangnya anda mengatakan umat Islam udah murtad dg adanya perkataan dari Ustadz Abu….tidak segampang itu bung anda memecahbelahkan umat Islam…
saya mendukung penerapan Syariat Islam di Indonesia ini…..
August 23, 2009 at 3:23 pm
Mana ada Umat Islam tdk ingin mendukung Syariat yang tertulis dalam AlQur’an, kalaulah bisa, satu Dunia berdiri diatas Syariat yang benar,itu yang kita mau semua,sehingga tdk akan terjadi pembantaian / perang dimana mana,Tapi manalah mungkin selama yang namanya Syetan masih ada,lawan dulu Syetan yang ada pada diri kita ,Pasti Syariat Islam akan berdiri dengan sendirinya,Dan manalah mungkin Syariat Islam bisa berjalan kalaulah masih kotor hati kita,kotor dalam arti masih dipenuhi Syetan yang berbisik ini dan itu di hati kita
August 26, 2009 at 10:27 am
Kebetulan saya mampir ke Blog ini lewat search engince google dengan kata kunci kata pencari “abu bakar ba’asir”. Begitu banyak kata untuk dibaca tapi kesan yang saya dapat seperti melihat seorang pendekar silat yang harus lincah menggunakan pedangnya melawan ribuan prajurit bersenjata dengan jurus yang itu-itu saja…saya akui saya hanya bisa melihatnya dari kejauhan dan bersembunyi di balik batu (nama samaran) sambil menikmati keindahan jurusnya…hidup saidiman!
October 14, 2009 at 2:57 pm
PakDe komentar donk,bagilah kebaikan itu ,sy yakin anda orang bijak
August 27, 2009 at 3:19 am
Betul Mas Saidiman. Orang yang beriman pasti mampu introspeksi. Mampu melihat ke dalam. Benarkah yang saya lakukan selama ini? Bukannya mengumbar serapah menganggap orang lain kafir. Bahkan mengatakan orang murtad dan kafir halal darahnya.
Bertanyalah, apakah Tuhan juga membenci orang kafir atau orang murtad?
August 27, 2009 at 3:57 am
saidiman…… jangan sok munafik donk….
sok suci… allah juga gak cuma ngirim nabi muhammad…. ada utusan lain… jadi mereka juga bener… tergantung umatnya masing-masing.
Aku dan keluargaku… kena bom di bali… gara-gara pengetian kamu. padahal aku nggak benci sapa-sapa dan mengikuti aturan syariat.
istriku cacat…. jadi yang nglakui jihat adalah… LAKNAT dan BEJAT
August 28, 2009 at 3:44 pm
Sabar saudaraku, salam buat keluarga Anda
September 3, 2009 at 9:59 am
Kebanyakan orang hanya berfikir kebahagiaan dunia dan akhirat belum diyakini 100%.Sehingga selalu berfikir bahwa Islam yang benar adalah yang dapat hidup berdapingan dengan kemaksiatan,kekufuran dan kekafiran. Padahal Islam menjelaskan sejelas-jelasnya bahwa yang haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil. keduanya tidak mungkin dapat disatukan. Dan ingatlah bahwa sudah sunatulloh bahwa permusuhan antara Islam dan non Islam akan berlangsung sampai akhir jaman.
Jadi syaran saya lakukan apapun yang anda yakini bahwa itu adalah suatu kebenarang yang datangnya dari Alloh melalui Alqur’an dan Hadist dan janganlah kita ragu sedikitpun. Setiap amal akan tergantung dari niatnya.Dan Alloh sangat besar ampunanya.
September 5, 2009 at 3:49 pm
Slamat Berpuasa Saudaraku Semua…
Maap saya ingin bertanya apa bedanya Haq atau Batil , mana bedanya Bismillah yang Haq dan yang tdk Haq,Menurut saya jika ada terlihat ,satu komunitas Islam saling berperang tanpa sebab,walaupun lawan nya ,katakanlah Non Islam ,Belum tentu yang Islam itu ada di jalan Yang Haq,Dan bisa kah Anda membedakan Syahadat yang diucakan Orang jawa dengan kental logat Jawanya , atau Syahadat yang di ucapkan Orang Non Muslim tetapi Lama di Arab, sehingga dapat berucap Syahadat dengan pasih,Pasti akan banyak yang tertipu,jadi jangan lah terlalu berbicara Ini Kafir Itu Kafir ,Kecuali Anda semua tau, bagaimana itu yang Haq? yang artinya ,Dia yang beserta dengan Allah,tapi apa realisasinya , apa penjabaranya,kalau yang Haq itu Haq, dan yang Bhatil itu Bhatil!
September 9, 2009 at 4:46 am
pakdhegurih like this
September 12, 2009 at 4:40 am
Saudaraku semua,Hususnya sesama Muslim Mohon maap lhr n Bhatin
…Mari jangan Mendahului ,beranggapan kita yang membela Agama. Tapi jadikanlah , Dengan Agama! lah kita Di Bela,Dengan Agamalah kehidupan kita jadi terbela dan terbentengi,Dengan Agama lah kehidupan kita akan menjadi lurus dan ber Ahlaq
September 16, 2009 at 8:37 am
Ya…Betul sekali……kalau yang non muslim menolak syareat islam itu wajar dan pantas karena mereka bikan muslim dan tak mengert apa itu syareat Islam, kalau yang Muslim apalagi kategori Muslim yang ber Iman, menolak syareat Islam, itu namanya kurang ajar sekali, boleh dibilang murtad itu benar sekali…..,yang namanya orang Islam ya harus mau donggg….dongggggg diatur dengan syareat Islam kalau gak mau, biasa jadi kafir trussss murtad dahhhhhhhhhhh, kesimpulan hanya orang orang bego type ABU JAHAL alias ABU LAHAB aja yang menolak.
October 8, 2009 at 3:23 pm
tapi bukan itu maksudnya sdr ku ,Islam itu sangat Ilmiah dan Amaliah
September 16, 2009 at 4:19 pm
si sngt bagus tapi menurut saya perlu waktu biarlah akhlaq bngsa harus bagus terlebih dhlu biar pnrapanya tdk trjdi kontroversi klo bndel mending skat abis aja apalagi aparatur pemerintah sbg pelaksana perda bohonggggggggg sya dah mnjdi saksi tntng kemandulan perda semu mending sareat islam……..ustad abu bakar baasir maju terus saya dukung…Allahuakbar memang aktifis islam yng laen dh dpt fulus…. jdi taklid mbabibuta………..
September 26, 2009 at 10:58 am
abu bakar baasyir klo dah dapat fulus juga diem… gitu kok geger
September 18, 2009 at 7:13 pm
orang islam ko phobia ma Syariat islam.. islam apaan tu klo setengah2,,
September 18, 2009 at 11:11 pm
dah dibalikin ke jaman suharto ajaa….
September 23, 2009 at 1:03 pm
untuk penulis dan umat Islam yang menolak Syariat Islam {jangan sok kafir lah}.Islam memimpin dunia 13 abad lamanya dan terbukti sistem Islamlah yang bisa menjawab permasalahan dunia.janganlah menolak syariat Allah karena siksaan Allah sangat pedih.
October 14, 2009 at 2:59 pm
Coba beritau saya orang islam mana yang menolak syariat
September 26, 2009 at 11:00 am
belum tentu juga … !!!
September 30, 2009 at 5:06 am
maaf`mas. justru tulisan mas ini yang menyebabkan perpecahan umat…..
anda mebih membela pendapat dari umat nonmuslim daripada umat islam sendiri
September 30, 2009 at 1:28 pm
kepada hafeez yang terhormat… apa tidak sebaliknya…??? justru pendapat anda dan teman2 anda yang penuh dengan ambisi dan amarah syetan yang berusaha memaksakan diri yang dapat memecah belah umat, sekarang coba uraikan secara gamblang dan bijaksana (tapi dengan kata-kata anda harus mencerminkan umat islam yang rohmatal lil alamin) tentang pendapat saya tiga kata “belum tentu juga” dapat menyebabkan perpecahan umat…??? kita adu argumen disini!
October 7, 2009 at 3:05 pm
DUNIA INI CIPTAAN ALLAH DENGAN SEGALA ISINYA TERMASUK KITA MANUSIA, ALLAH JUGA MENCIPTAKAN SYARIAT UNTUK KESELAMATAN MANUSIA. SIAPA MENOLAK SYARIAT ALLAH SILAHKAN PERGI DARI BUMI ALLAH, PERGI SANA! INI BUMI YANG ALLAH CIPTAKAN, YANG HARUS SYARIAT TEGAK. KESIMPULAN JADI SILAHKAN, MONGGO PERGI KELUAR DARI BUMI ALLAH SDR SAIDIMAN , ULIL DAN KONCO-KONCONYA.
October 8, 2009 at 3:43 pm
Wahai Saudaraku semua , percayalah sehebat apapun anda2 mengaku seorang Muslim,Semua saling mengeluarkan Argumen tentang kebenaran,yang tentu saja semua berdasarkan Dalil2 yang berbeda ,namun percayalah Debat seperti ini hanyalah mempersilahkan Asyetan berpesta pora,karna isi nya atau ujungnya hanyalah Polemik,Mencobalah mencari Guru /Ulama yang benar ,yang dapat mengajarkan Hakikat Dari Islam itu sendiri.setidaknya tidak menjadi Penganut Islam yang Dogmatik,Yang Hanya akan mendapatkan Pepesan kosong,ini baru di Dunia apalagi kelak di Akhirat,Prcayailah Surga dan Neraka adalahMutlak bagi Umat Islam ,maka alangkah lebih baik berhati hati dalam mengambil kesimpulan atau keyakinan,karna berani berbicara tentang Islam berarti berbicara tentang Ketuhanan,jika berbicara Tentang Allah ,maka janganlah Salah ,karna Allah Maha Benar,jka salah Nerakalah jaminanNya
October 11, 2009 at 11:50 am
kali ini ane setuju, antum dapat berfikir agak sedikit jernih, tapi asal mula perdebatan ini adalah si dajjal ulil dan saidiman yang provokatif. emang saya pikir perdebatan ini yang diharapkan si ulil cs, karena semakin ddebat semakin poppuler dan mendapat hati di kaum muslim abangan. SARAN SAYA GIMANA KALAU DICUEKIN AJA, GAK USAH DEBAT OPINI APAPUN TULISANNYA. BEGITU DI MUNCUL KITA TEBAS AJA LEHERNYA. OK! SETUJU…SETUJU….! SARAN SAYA BUAT SI ULIL CS, KALAU EMANG MAU BIKIN ATURAN SENDIRI ATAUPUN AL QURAN MODIFIKASI SILAHKAN SAJA PERGI DARI BUMI ALLAH. BUMI INI DICIPTAKAN ALLAH UNTUK ORANG-ORANG YANG TAHU DIRI SIAPA PENCIPTANYA. DAN ALLAH MENCIPTAKAN SYARIAT UNTUK MANUSIA DAN DITAATI DAN DI TEGAKKAN. SIAPA SAJA YANG MENENTANG SYARIAT ALLAH BENAR SAJA NAMNYA MUNKAR ALIAS MURTAD.
October 13, 2009 at 6:35 pm
ya ,tapi mari sebaiknya kita sama sama berpikir jernih
Salam buat anda
October 15, 2009 at 1:37 pm
“Hai orang-orang yang beriman, apabila orang-orang fasiq datang membawa berita kepadamu, maka periksalah lebih dahulu dengan seksama. Supaya jangan sampai mencelakakan orang lain, tanpa mengetahui keadaanya, Sehingga kamu menyesal akan kecerobohanmu itu “
(Al Hujurat Ayat 6)
“Hai orang-orang beriman! Janganlah hendaknya satu kaum mencela kaum yang lain, dengan bentuk apapun. Boleh jadi mereka yang dicela, lebih baik dari mereka yang mencela.”
“Hai orang-orang beriman! Jauhilah kebanyakan prasangka buruk. Sesungguhnya sebagian prasangka buruk itu, adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain”
(Al-Hujurat ayat 11-12)
October 10, 2009 at 3:51 pm
Saya rasa ada baiknya jika Abu Bakar Baasyir sedikit bertoubat. Usia sudah bau tanah, masak dia matinya jg hrs di neraka. Kasihan amat.
Taubattt…taubattt..mbahhh
Kapan ya, Densus 88 menangkap mbah Basyir? atau ditembak ditempat.
October 11, 2009 at 9:03 am
Islam adalah agama yang rohmatal lil`alamin (Rohmat bagi semua yang ada di bumi, baik Islam maupun non Islam, mohon maaf yang beragama non Islam itu menurut agama kami Islam) sehingga Islam menyebar keseluruh penjuru bumi ini dengan pesat, kenapa Islam yang disampaikan oleh nabi Muhammad berkembang dengan pesat? tak lain adalah cara membawakan, menyebarkan dan menjalani kehidupan di masayakat ini penuh dengan kasih sayang dan sangat menghindari sekali pertumpahan darah, dan juga sangatlah menghormati umat lain yang berbeda pendapat, dan dakwah yang dijalankan seperti nabi Muhammad SAW juga dijalankan di Indonesia, melalui wali songo yang juga sangat menghormati perbedaan dan pluralistik di Indonesia.
Kenapa orang-orang yang mengaku Islam dan pemuka Islam dalam hal ini kyai yang sholeh malah memusuhi sesama Islam, dengan cara menyebarkan fatwa yang dapat menyulut emosi syetan yang dapat menjerumuskan seseorang di lembah kenistaan, yaitu dengan memurtadkan orang yang tidak sependapat dengan beliau, apakah tidak ada dengan cara lain yang lebih manusiawi? yang lebih membawa simpatik terhadap umat agama lain di dunia ini serta tidak menimbulkan perpecahan umat? apa salahnya kita saling menghormati orang lain, dan tidak memaksakan kehendak nafsu kita untuk mengIslamkan semua manusia di dunia ini?(saya mengatakan ini nafsu karena ini berasal dari hati manusia melalui bisikan syetan yang akan mendorong manusia itu untuk berbuat sesuatu yang merugikan orang lain)
Biarkan mereka yang berbuat maksiat atau berbuat dosa itu mendapat siksa dari Allah SWT, kenapa kita yang repot…??? kenapa kita yang merasa wakil dari Allah untuk menghukumnya? itu semua hak Allah, dan biarkan mereka yang berbuat baik itu mendapatkan pahala dari Allah SWT, dan apabila semua umat Islam di dunia seperti yang saya paparkan diatas niscahya Islam akan hancur, banyak yang takut dan membenci terhadap Islam, seperti sekarang ini…!!!
Silahkan yang tidak setuju dengan pendapat saya untuk mereplay…!!!
Kepada Mas Saidiman, mas exacta dan temen lain2 yang saya hormati pendapat njenengan sangat menyejukkan hati saya, dan baru kali ini saya merasakan Islam yang sebenarnya, saya sangat bersyukur sekali mampir di blog ini, perlu diketahui terhadap semuanya melalui artikel2 yang mas saidiman, mas exacta dan temen2 lain tulis, sekarang teman saya sudah menjadi muallaf, pada awalnya dia selalu bertanya tentang Islam kepada saya, kemudian saya menjelaskan Islam seperti yang mas saidiman, mas ecxacta dan temen2 lain jabarkan, padahal saya benar2 tidak memaksa dia untuk masuk Islam, saya malah merasa tidak enak dengan dia dan menanyakan apa sudah mantap dengan pilihan hidupnya.
Saya hanya memberi masukan-masukan yang berupa artikel atau pendapat yang mas saidiman, mas exacta dan temen2 lain tulis di blog ini.
October 13, 2009 at 6:21 pm
Alhamdullah ,Smoga Allah Selalu ada beserta Kita ,begitu juga buat semuanya.saya ikut turun di blog ini tdk lebih hanyalah ingin berbagi, ,tidak perlu saya melihat siapa dan apa misi dari pembuat Blog ini,,ada kisah nyata seperti ini,: Ada seorang DR Yang kebetulan seorang Muslim ,bertahun tahun Ia mencari jawaban dari pertanyaan yang selalu mengganjal di hatinya ,Pertanyaan nya sederhana ” Kenapa Allah tidak adil,kenapa hanya Islam saja yang mendapat Jaminan Surga! Padahal Non non Muslim ( Wanita wanita Muslim )banyak menghabiskan waktunya buat pelesiran dan belanja saja ke Mol , Di satu sisi Non non Katolik ini yang hidupnya Ia pasrahkan untuk kebajikan ,dari terbit Pajar yang dikerjakan Hanya Sosial dan kebazikan saja ,hingga mencukur rambutnya Demi untuk pengabdiannya pada Tuhan Berani tidak menikah Demi pengabdiannya pada Tuhannya,kenapa orang seperti ini kekal dalam Neraka???,”" kira kira begitu Pertanyaannya,Ia datangi setiap Para Pemimpin Pondok ,Para Ustad, Namun beliau belum Puas dengan Jawaban jawabannya ,jawaban dari para Ustad / Kia’i itu kira2 seperti ini,”"”Percaya sajalah Pak DR, karna Firman Allah Telah tersirat seperti itu”",Namun tetap saja beliau belum puas dengan jawaban jawaban dari Para Kia’i itu, Hingga pada suaktu waktu berjumpalah beliau Dengan Seorang Ulama Besar, Si DR itupun mengajukan Pertanyaan yang sama,Dan bukan main dengan satu kalimat saja, DR itupun telah merasa puas dan tidak ada keraguan lagi dalam dirinya ,Jawaban dari AL Ulama itu sangat singkat”" karna Tali Kehadirat Tuhan Terputus / Diputusnya!!!”"”, Jadi inilah kenapa Keristen saat ini Batal??, karna Tali Allah yang Ujungnya ada Pada Islam diputus oleh para penganutnya ,Bukan Keristennya yang salah!!
Wah.. mhn maap nich,
..sepertinya celoteh sy agk panjang kali ini,,
Kisah di atas adalah kisah nyata,dari itu sy mhn ampun telah memperpanjang kisah nya,.
Nah kembali kepada kita yang kebetulan telah terlahir sebagai seorang Muslim, Patutlah kita bersyukur,setidaknya Gerbang dari Rhido Allah telah ada untuk kita,. tapi bukan berarti kita yang mengaku Islam ini, sudah Pasti Surga tempat nya,,.Jadi mhn maap, agak lucu kalau ada sdr kita sesama Muslim saling mengklaim itu salah ini salah apalagi menyesatkan , Tapi mari kita saling mengisi, memberi, kl sekiranya itu baik,dan jika ada pendapat kawan mungkin jauh lebih baik, mari kita Hormati ,kita ambil inti baiknya.Dari yang saya tau ,dan mungkin jika ada terlihat sdr kita keliru mari kita rangkul dengan penuh kasih,
Karna betul!! sesama Mahluk Tuhan ,bukan Hak kita untuk membuat suatu Pengadilan,Karna itu MUTLAK HAQ ALLAH,
Dan sebenarnya apa tugas kita sebagai seorang Muslim ?Intinya Hanya Rhidho Allah yang kita kehendaki,Bagaimana Caranya??, Ntar kita lanjut dalam berbagi
Salam
October 14, 2009 at 8:23 am
ASSALAMU’ALLAIKUM.., SALAM BUAT SEMUA,
Maap dari sekian banyak tulisan di atas ,saya yakin 90% muslim, yang intinya saling mempertahankan Argumen tentang kebenaran,saya tdk berbicara Quran dan Hadis ,karna Quran n Hadis Mutlak HAQUL YAQIN benar dan Maha benar
Tapi meri bersama kita bertanya untuk apa sebenarnya semua itu kita lakukan, terutama yang bersifat kebaikan kebaikan,untuk apa kita menjalankan Rukun Iman dan Islam.
Dan untuk Sdr q yang sedikit agak keras , yang berani Membombardir sana sini,dan untuk yang mengatas namakan Ulama yang berani menyebut Sahid kematin mereka !!!
Pastilah semua ujungnya ingin mendapat Rhido Allah. Apa itu yang Allah kehendaki,Sedangakan banyak Firaman Allah tertuju bagi Hamba HambaNya yang berhati Lunak lagi tenang, Inti dari sebenar benarnyakita Di Dunia ini adalah agar dapat kelak kembali kehadirat ALLAH, Dari Nol kembali ke Nol, Kenapa orang tua kita dulu sering berucap <'apabila Bayi yang baru lahir meninggal ,maka ia langsung masuk Surga" Ini intinya jika kita ingin sukses dalam ber Tuhan. Artinya Allah menurunkan kita dalam keadaan Nol, Allah menginginkan kita kembali pun harus dalam keadaan Nol,Nol saya artikan bertaut dgn Zat Allah.Kita Manusia yang Fana ini apa mampu masuk ke Dimensi Ke Tuhanan yang Maha Tinggi?,Kebanyakan dari kita hanya terus bergulat dengan teori teori nya saja ,Realisasi tidak ada.Janganlah terlalu banyak bergulat dengan sistem sistem,Kenapa saudara saudara kita disebagian negri ini KALAH,Dan di belahan dunia Arab pun KALAH, selalu aja tertimpa musibah dan Peperangan penindasan atas sdr Muslim kita nampak dimana mana,. kenapa Bencana bencana seolah olah membumi hanguskan dimana disitu banyak Umat Islam yang katanya menurut Ayat ""TIDAK ADA KAMUS KALAH BAGI KALIMAHKU, DAN BAGI RASULKU,""
Kenapa kita bisa kalah disana sini, Padahal setiap saat kita bertakbir, setiap saat kita berkoar telah menegakan syareeat dgn benar. Di Jaman yang Akhir ini janganlah selalu bilang ini sudah Takdir, atau ini sudah kehendak Tuhan .Sudah Jelas jelas TIDAK ADA KAMUS KALAH NYA BAGI PARTAI ALLAH.
Tapi kenapa masih Kalah??.
Apa Al Quran dan Hadis berbohong' Apa Tuhan itu berbohong dengan segala janji Nya.
Tentu saja tidak!!, Kita nya yang BODOH
Pertanda Jaman sdh Akhir, banyak yang mengaku Hamba seolah olah Lebih pintar daripada Sang Penciptanya ( ALLAH ), Contoh : Merasa ada kawan yang tida k se Islam berani Menghalalkan Darah nya,Padahal mana Lebih berhak kita yang manusia atau Allah yang menciptakannya, tapi kenapa kita yang lebih dulu menghukum nya ,daripada PenciptaNya ,apa pikir ALLah TIDAK MAMPU !!!
Jangankan Tuhan ,Jika saya seorang Bos ada bawahan saya bertindak yang sebenarnya itu adalah lebih menjadi wewenang saya sbg Bos nya,pastilah saya akan marah,kl perlu akan memecatnya, walaupun niat bawahan itu awalnya untuk kebaikan si Boss.
Orang sok pintar seperti ini sangatlah mungkin Tuhan tidak ada pada dirinya ,terbukti semua sdr kita yang berhaluan seperti itu telah MATI MENGENASKAN, kalaulah ada Tuhan beserta dengannya ,siapa yang berani Menyentuh atau menyakitinya di alam ini.Terbukti Nurdin Creu Batal dengan segala Niatnya ,Dan jika ada Ulama yang bilang mereka Sahid, Pastilah pemikiran Uama itu telah terganggu ,maka jauhi dia.
jadi mari kita bangkit dari pemikiranpemikiran Dogmatik,jadilah Islam Sejati yang langsung berpegang pada Tali Allah ,sehingga seluruh Ayat ataupun Hadis yang di amalkannya dapat Terealisasi secara Nyata fakta dan realita karna Allah ada besertanya,Mukmin seperti inilak yang tidak terkalahkan baik di Dunia maupun di Akhirat,janagn cuma menghapal dan menghapal saja ,kl cuma Hapalan Wong Yahudi pun bisa ,jadikanla Do'a yang makbul ""YA ALLAH AKU BERLINDUNG KEPADAMU DARI SETAN YANG TERKUTUK
Arti dari do'a ini memanggil Tuhan memohon perlindungan biar setan pada kabur,tapi ingat!!! Tuhan nya harus benar benar Hadir baru SETANNYA Kabur.
Sama Hal nya jika saya berdo'i seperti ini""" Ya Polisi aku berlindung kepadamu dari Maling "" artinya ini Maling takut sama Polisi ,tapi disaat kita minta perlindungannya Tdk juga ada Polisi datang beserta kita, pastilah kita akan tetap ditebas oleh maling itu,Tapi jika Polisinya benar benar hadir ada datang menghampiri kita pastilah si Maling sdh lari terbirit birit.
Ini baru Umat Islam yang bener bener Islam,yang tidak akan kalah oleh apapun juga,
Karna SETAN/ IBLIS tidak akan Takut hanya dengan Teori saja
October 18, 2009 at 5:30 am
Benar mas exacta…!!!
Saya selalu dukung anda, dan sudah saatnya kita membantu pemerintah untuk meDeradikalisasi saudara-saudara kita yang sudah teracuni faham-faham yang ekstrim yang sangat berpotensi sekali merusak moral manusia yang hidup di bumi Indonesia yang kita cintai ini.
October 23, 2009 at 12:07 pm
Baasyir: The man behind “LA ILAAHA ILLALLAH”